Rapid Test Acak bagi Pemudik Diperpanjang hingga 31 Mei 2021

Kompas.com - 24/05/2021, 21:47 WIB
Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra KOMPAS.com/FARIDAKapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra

KARAWANG, KOMPAS.com - Pemberlakuan tes antigen acak bagi pemudik diperpanjang hingga 31 Mei 2021.

Hal itu sejalan dengan diperpanjangnya masa kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).

Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, KRYD diperpanjang untuk mengantisipasi adanya mudik gelombang ketiga.

"KRYD diperpanjang hingga akhir Mei, mulai dari nanti malam sampai 31 Mei 2021," ujar Rama saat ditemui di Plaza Kantor Bupati Karawang, Senin (24/5/2021).

Baca juga: Terungkap Motif Pembunuhan Seorang Wanita di Klinik

Skema kali ini sama dengan pengetatan mudik sebelumnya, yakni pos pengamanan dan pelayanan difungsikan sebagai tempat rapid test antigen secara acak.

Rama menyebut, tes acak dilakukan sebagai upaya menekan penularan Covid-19 pasca libur Lebaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita prinsipnya kewaspadan dan kehati-hatian untuk mengantisipasi lonjakan terkonfirmasi positif," kata Rama.

Baca juga: Waspada Demam Berdarah di Karawang

Pada masa pengetatan mudik, sebanyak 5.324 pemudik dites antigen di Pos Balonggandu, kilometer 62, 47, dan 42 Tol Jakarta-Cikampek.

Selain itu, enam pos pemeriksaan di tempat wisata.

Hasilnya sebanyak 2.273 orang non-reaktif Covid-19.

Sebanyak 48 di antaranya reaktif. Rata-rata adalah orang tanpa gejala (OTG).



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadapi Kekeringan, Ini Antisipasi Taman Nasional Matalawa NTT...

Hadapi Kekeringan, Ini Antisipasi Taman Nasional Matalawa NTT...

Regional
Ikuti Vaksinasi Merdeka Candi, 270 PKL di Kota Tegal Dapat Beras 5 Kg

Ikuti Vaksinasi Merdeka Candi, 270 PKL di Kota Tegal Dapat Beras 5 Kg

Regional
Ketua RT/RW di Padang Dihadiahi Voucer Nginap di Hotel Berbintang jika Mampu Ajak Warga Divaksin

Ketua RT/RW di Padang Dihadiahi Voucer Nginap di Hotel Berbintang jika Mampu Ajak Warga Divaksin

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 5 Agustus 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 5 Agustus 2021

Regional
15 Ibu Hamil Meninggal karena Covid-19 di RSUD Ngudi Waluyo, 10 Bayi Terlahir sebagai Anak Yatim

15 Ibu Hamil Meninggal karena Covid-19 di RSUD Ngudi Waluyo, 10 Bayi Terlahir sebagai Anak Yatim

Regional
Luhut Minta Target Vaksinasi Covid-19 di Daerah 10.000-20.000 Dosis Per Hari

Luhut Minta Target Vaksinasi Covid-19 di Daerah 10.000-20.000 Dosis Per Hari

Regional
Vaksin Booster untuk Nakes, Dinkes Banyumas: Belum Ada Petunjuk

Vaksin Booster untuk Nakes, Dinkes Banyumas: Belum Ada Petunjuk

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Agustus 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Agustus 2021

Regional
Kapolda Sumsel: Mohon Maaf, Ini Terjadi atas Ketidakhati-hatian Saya

Kapolda Sumsel: Mohon Maaf, Ini Terjadi atas Ketidakhati-hatian Saya

Regional
Kadinkes Sumsel Orang Pertama yang Hubungi Kapolda Terkait Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio

Kadinkes Sumsel Orang Pertama yang Hubungi Kapolda Terkait Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio

Regional
Petani Asal Klaten Kembalikan BST ke Ganjar: 'Wong' Sudah, Kok Dapat Lagi

Petani Asal Klaten Kembalikan BST ke Ganjar: "Wong" Sudah, Kok Dapat Lagi

Regional
Cerita Petani Hidroponik Terancam Gulung Tikar akibat Pandemi, Terbantu Penjualan Online

Cerita Petani Hidroponik Terancam Gulung Tikar akibat Pandemi, Terbantu Penjualan Online

Regional
Penuh Haru, Vino yang Yatim Piatu Akibat Covid-19 Ungkap Hal Ini ke Paman

Penuh Haru, Vino yang Yatim Piatu Akibat Covid-19 Ungkap Hal Ini ke Paman

Regional
Diduga Korupsi Dana Upacara Adat Rp 1 Miliar, Pejabat Disbud Kota Denpasar Jadi Tersangka

Diduga Korupsi Dana Upacara Adat Rp 1 Miliar, Pejabat Disbud Kota Denpasar Jadi Tersangka

Regional
Kronologi Pembunuhan Nakes di Banjarbaru Kalsel, Polisi Sebut Sudah Direncanakan

Kronologi Pembunuhan Nakes di Banjarbaru Kalsel, Polisi Sebut Sudah Direncanakan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X