Terungkap, Ini Motif Kasus Pengeroyokan yang Tewaskan Pemuda di Kamar Kos Surabaya

Kompas.com - 24/05/2021, 17:58 WIB
Dua tersangka kasus pengeroyokan terhadap Muhammad Vito Zakaria hingga tewas di kamar kos di Surabaya dihadirkan polisi saat rilis di Mapolrestabes Surabaya, Senin (24/5/2021). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANDua tersangka kasus pengeroyokan terhadap Muhammad Vito Zakaria hingga tewas di kamar kos di Surabaya dihadirkan polisi saat rilis di Mapolrestabes Surabaya, Senin (24/5/2021).

SURABAYA, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menetapkan dua tersangka dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan Muhammad Vito Zakaria (18).

Vito diketahui tewas di dalam kamar indekos di Jalan Siwalankerto Timur I, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Jumat (21/6/2021) pukul 09.44 WIB.

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Kompol Ambuka Yudha mengatakan, dua tersangka ditangkap di rumah mereka.

Para pelaku mengakui telah menganiaya korban. Para pelaku tersebut adalah A alias Tanjung (19) dan A (18), keduanya warga Surabaya.

"Keduanya kita amankan di rumahnya, kita minta keterangan dan mengakui melakukan penganiyaan tersebut bersama dengan teman-temanya," kata Ambuka saat rilis di Mapolrestabes Surabaya, Senin (24/5/2021).

Baca juga: Polemik Rombongan Moge di Kuta Mandalika, Kapolres: Saya Imbau Mereka Segera Keluar dari Sana

Berdasarkan hasil penyelidikan, terdapat empat pelaku dalam kasus tersebut. Namun, dua pelaku melarikan diri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi masih dua orang lagi yang yang kita DPO-kan, berinisial ST dan RF," ujar Ambuka.

Motif pelaku

Ia pun mengungkap motif di balik kasus pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia tersebut.

Menurutnya, sebelum pengeroyokan, korban mengeroyok salah satu tersangka. Saat itu, salah satu tersangka mengajak teman-temannya untuk membalas perlakuan korban.

"Motifnya saling balas, karena (salah satu tersangka) ada yang dipukul oleh teman-temannya (korban)," ungkap dia.

 

Dari penangkapan kedua tersangka, aksi saling balas pengeroyokan itu dipicu tuduhan pemerkosaan terhadap dua tersangka.

Sehingga dari situ memicu terjadi saling balas antara kelompok korban dan kelompok tersangka.

"Kalau terkait itu (tuduhan pemerkosaan) itu masih kita selidiki lebih dalam. Jadi terkait pemerkosaan nanti kita selidiki lebih dalam. Tapi dari hasil penyelidikan yang kita fokuskan memang ini ada dua LP (laporan polisi), korbanya ada dua, yang satu meninggal dunia yang satu luka berat. Nanti setelah tertangkap tersangka lainnya kita bisa lebih dalam," tutur Ambuka.

Dari hasil pemeriksan yang dilakukan kepada tersangka, korban meninggal dipukul dengan tangan kosong dan dibenturkan ke tembok sehingga korban mengalami luka yang cukup parah.

"Memang dilakukan dengan tangan kosong, akan tetapi kan di situ sempat dibenturkan ke tembok. Jadi mungkin yang sangat membuat luka fatal akhirnya mengakibatkan kematian adalah benturan kepala ke tembok," ujar Ambuka.

Baca juga: Program Vaksinasi Massal Tahap 3 di Surabaya Sasar Kelompok Disabilitas, ODGJ, hingga Buruh

Atas perbuatannya itu, kedua tersangka dijerat Pasal 170 ayat 2 ke 3e KUHP tentang penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama atau pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Sebelumnya diberitakan, seorang pemuda berusia 18 tahun ditemukan tewas di dalam kamar indekos di Jalan Siwalankerto Timur I, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Jumat (21/6/2021) pukul 09.44 WIB.

Korban diketahui bernama Muhammad Vito Zakaria. Ia diduga menjadi korban pembunuhan.

Berdasarkan keterangan dari salah satu tetangga indekosnya, sehari sebelum kejadian, yakni pada Kamis (20/5/2021) pukul 22.00 WIB, ia mendengar korban di dalam kamar indekos tengah bertengkar.

"Dia adu mulut dengan orang yang tidak diketahui dan berada di dalam kamar," kata Subeki warga setempat, kepada wartawan, Jumat.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikira Ulah Tikus Pecahkan Kaca Saat Malam Hari, Warga Bandung Malah Temukan Proyektil Peluru di Rumahnya

Dikira Ulah Tikus Pecahkan Kaca Saat Malam Hari, Warga Bandung Malah Temukan Proyektil Peluru di Rumahnya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 September 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 September 2021

Regional
Gangguan Jaringan Internet di Kalimantan Timur, Ini Penjelasan Telkomsel

Gangguan Jaringan Internet di Kalimantan Timur, Ini Penjelasan Telkomsel

Regional
Bank Sampah di Banyuwangi Olah Limbah Masker Jadi Pot Bunga

Bank Sampah di Banyuwangi Olah Limbah Masker Jadi Pot Bunga

Regional
Sedang Memancing Ikan, Seorang Warga Temukan Mayat Bayi Mengapung di Sungai, Diduga Sengaja Dibuang

Sedang Memancing Ikan, Seorang Warga Temukan Mayat Bayi Mengapung di Sungai, Diduga Sengaja Dibuang

Regional
Pemancing Temukan Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Serang, Kulon Progo

Pemancing Temukan Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Serang, Kulon Progo

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 September 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 September 2021

Regional
Dapat Bonus dari Capaiannya di Paralimpiade Tokyo, Leani Ratri Berencana Bangun GOR di Solo

Dapat Bonus dari Capaiannya di Paralimpiade Tokyo, Leani Ratri Berencana Bangun GOR di Solo

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 19 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 19 September 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 September 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 September 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 September 2021

Regional
Jelang WSBK, 150 Tim Vaksinator Diterjunkan untuk Percepat Vaksinasi di Lombok Tengah

Jelang WSBK, 150 Tim Vaksinator Diterjunkan untuk Percepat Vaksinasi di Lombok Tengah

Regional
Dugong Penuh Luka Terdampar di Polewali Mandar Dievakuasi, Akan Dilepasliarkan Setelah Pulih Kembali

Dugong Penuh Luka Terdampar di Polewali Mandar Dievakuasi, Akan Dilepasliarkan Setelah Pulih Kembali

Regional
Raih 2 Emas dan 1 Perak di Paralimpiade Tokyo, Leani Ratri Terima Rp 1 Miliar dari Gubernur Riau

Raih 2 Emas dan 1 Perak di Paralimpiade Tokyo, Leani Ratri Terima Rp 1 Miliar dari Gubernur Riau

Regional
73 WN Australia Tinggalkan Bali dengan Pesawat Sewaan, Ini Penjelasan Kemenkumham

73 WN Australia Tinggalkan Bali dengan Pesawat Sewaan, Ini Penjelasan Kemenkumham

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.