[POPULER NUSANTARA] Warga Tolak Pemakaman Jenazah Covid-19 | Ganjar Pranowo Tak Diundang Acara PDI-P di Semarang

Kompas.com - 24/05/2021, 06:01 WIB
Petugas Tim Satgas Covid-19 saat melakukan pemakaman salah satu warga yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Lingkungan I, Kelurahan Aek Tampang, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, Kota Padang Sidempuan, Sabtu (22/5/2021). Pemakaman tersebut mendapat penolakan warga sekitar, hingga berujung pada aksi pembakaran dan pembongkaran makam. DOK. WARGAPetugas Tim Satgas Covid-19 saat melakukan pemakaman salah satu warga yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Lingkungan I, Kelurahan Aek Tampang, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, Kota Padang Sidempuan, Sabtu (22/5/2021). Pemakaman tersebut mendapat penolakan warga sekitar, hingga berujung pada aksi pembakaran dan pembongkaran makam.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Sejumlah warga di Kelurahan Aek Tampang, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, Kota Padang Sidempuan, menolak pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Alasannya karena merasa tidak diajak koordinasi oleh satgas Covid-19 setempat dan takut tertular virus tersebut lantaran pemukiman mereka dengan lokasi pemakaman.

Menyikapi hal itu, polisi sempat turun tangan untuk memberikan penjelasan. Namun, warga tetap bersikukuh menolaknya.

Sementara di Semarang, Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak diundang dalam acara PDI-P yang dihadiri Puan Maharani.

Hal itu dikarenakan Ganjar dianggap terlalu berambisi untuk mencalonkan sebagai presiden di Pemilu 2024.

Dua berita tersebut menjadi perhatian pembaca di Kompas.com.

Berikut ini lima berita populer nusantara selengkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Warga tolak pemakaman jenazah Covid-19

Ilustrasi pemakaman Muslim.SHUTTERSTOCK Ilustrasi pemakaman Muslim.

Warga menolak pemakaman jenazah pasien Covid-19 di TPU Lingkungan I, Kelurahan Aek Tampang, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, Kota Padang Sidempuan.

Warga yang tinggal di sekitar makam itu menolak pemakaman itu karena takut tertular virus mematikan tersebut.

Terlebih lagi, sudah ada makam khusus yang disediakan pemerintah daerah setempat untuk pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Aksi penolakan warga itu berujung dengan pembakaran area makam yang dikebumikan dan upaya pembongkaran paksa.

Aparat kepolisian sempat diturunkan di lokasi tersebut untuk meredam amukan warga. Namun, warga tersebut tetap bersikukuh melakukan penolakan.

Baca juga: Tolak Pemakaman Jenazah Covid-19, Warga Bakar dan Bongkar Paksa Makam

2. Ganjar tak diundang acara PDI-P di Semarang

Gubernur Jawa Tengah Ganjar PranowoKOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tak hadir dalam acara penguatan soliditas partai menuju Pemilu 2024 yang digelar di Kantor DPD PDI-P Jateng, di Panti Marhaen Semarang, Sabtu (22/5/2021).

Padahal acara tersebut dihadiri Ketua DPP PDI-P Puan Maharani.

Saat dikonfirmasi, Ganjar yang merupakan kader PDI-P tersebut mengaku tak diundang.

"Saya tidak diundang (acara PDI-P)," kata Ganjar lewat pesan singkat, Minggu (23/5/2021).

Sementara itu, Ketua DPD PDI-P Jateng Bambang Wuryanto membenarkannya. Alasan Ganjar tidak diundang karena dianggap sudah kebablasan dan terlalu berambisi untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada Pemilu 2024.

Baca juga: Tak Diundang di Acara PDI-P yang Dihadiri Puan Maharani, Ini Kata Ganjar

3. Bripka Yuyus dikeroyok anggota ormas

Pengeroyokan.Tribunnews.com Pengeroyokan.

Anggota polisi Polres Sumedang, Jawa Barat, Bripka Yuyus Subhan babak belur setelah dikeroyok anggota organisasi masyarakat (ormas).

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (19/5/2021) malam saat korban mengetahui ada pertengkaran di sebuah pangkalan ojek, di Desa Jatihurip, Kecamatan Sumedang Utara.

Saat hendak melerai pertengkaran tersebut, korban justru menjadi bulan-bulanan anggota ormas.

Setelah kejadian itu 9 anggota ormas yang menganiaya korban berhasil diamankan. Satu di antaranya positif narkoba.

Atas perbuatannya mereka akan diproses hukum lebih lanjut.

"Kami tidak akan tinggal diam, dan akan menindak tegas siapa saja yang terbukti membuat resah hingga melawan hukum," kata Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto.

Baca juga: Keroyok Seorang Pria, 9 Anggota Ormas Baru Tahu yang Dipukuli Ternyata Polisi

4. Rumah kontrakan jadi gudang motor curian

Penggerebekan kontrakan yang diduga tempat transaksi sepeda motor hasil curian. (FOTO: Dok. Polsek Kemiling).KOMPAS.COM/TRI PURNA JAYA Penggerebekan kontrakan yang diduga tempat transaksi sepeda motor hasil curian. (FOTO: Dok. Polsek Kemiling).

Sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di Kemiling, Bandar Lampung, digerebek polisi.

Pasalnya, rumah tersebut ternyata sebagai gudang penyimpanan motor curian.

Kasus tersebut terungkap setelah warga sekitar curiga dengan banyaknya motor keluar masuk setiap malamnya dengan merek berbeda-beda.

"Warga merasa curiga dan resah, karena orang yang mengontrak di situ hampir setiap malam keluar masuk membawa sepeda motor yang berbeda," kata Kapolsek Kemiling Iptu Irwansyah saat dihubungi, Minggu (23/5/2021).

Dalam penggerebekan yang dilakukan itu selain mengamankan barang bukti dua motor curian, polisi juga menangkap tiga orang pelaku berinisial HS (30), DK (26), dan VT (27).

Baca juga: Curiga Banyak Motor Keluar Masuk, Ternyata Tempat Transaksi Motor Curian, 1 Tahun 40 Unit Terjual

5. Gadis 16 tahun diperkosa 17 pemuda

Ilustrasi SHUTTERSTOCK Ilustrasi

Nasib pilu dialami seorang gadis berusia 16 tahun di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan.

Pasalnya, ia diperkosa 17 orang pemuda secara bergiliran. Ironisnya satu pelaku di antaranya adalah pacar korban.

Dari total pelaku kini sembilan orang di antaranya berhasil ditangkap di lokasi berbeda.

"Sembilan pelaku yang melakukan hubungan badan dan 1 orang tidak. Saat ini masih terus proses pengembangan lebih lanjut," ujar Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan dalam keterangan yang diterima, Minggu (23/5/2021).

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan para pelaku mengakui perbuatannya. Sebelum melancarkan aksi bejatnya itu korban dicekoki minuman keras. Peristiwa itu terjadi sejak April hingga Mei 2021.

Baca juga: Remaja 16 Tahun Diperkosa 17 Pemuda Bergiliran, 1 di Antaranya Pacar, 9 Pelaku Ditangkap

Sumber: Kompas.com (Penulis : Andi Muhammad Haswar, Tri Purna Jaya, Aam Aminullah, Riska Farasonalia, Oryza Pasaribu | Editor : Khairina, Pythag Kurniati, David Oliver Purba).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

427 Anak di Kabupaten Tegal Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

427 Anak di Kabupaten Tegal Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Regional
Kisah Pelajar ABCDEF GHIJK Zuzu, Sang Ayah Siapkan Nama Unik Itu Sejak Sebelum Menikah

Kisah Pelajar ABCDEF GHIJK Zuzu, Sang Ayah Siapkan Nama Unik Itu Sejak Sebelum Menikah

Regional
Pelaku Tabrak Lari di Sleman Ditangkap, Sempat Tinggalkan Mobil di SPBU

Pelaku Tabrak Lari di Sleman Ditangkap, Sempat Tinggalkan Mobil di SPBU

Regional
Kasus Pinjol Ilegal di Yogyakarta, Satu Pegawai Ditarget Dapat 15-20 Nasabah Sehari

Kasus Pinjol Ilegal di Yogyakarta, Satu Pegawai Ditarget Dapat 15-20 Nasabah Sehari

Regional
Admin Instagramnya Panggil Warganet lewat DM, Polda Kalteng Minta Maaf

Admin Instagramnya Panggil Warganet lewat DM, Polda Kalteng Minta Maaf

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Oktober 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Oktober 2021

Regional
Video Pengendara Motor Masturbasi Sambil Buntuti Wanita di Jalan Viral di Medsos

Video Pengendara Motor Masturbasi Sambil Buntuti Wanita di Jalan Viral di Medsos

Regional
Sepeda Motor Tabrak Pohon di Ponorogo, Satu Pelajar Tewas dan 1 Luka-Luka

Sepeda Motor Tabrak Pohon di Ponorogo, Satu Pelajar Tewas dan 1 Luka-Luka

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 20 Oktober 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Oktober 2021

Regional
Gempa M 4,7 Guncang Lombok Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 4,7 Guncang Lombok Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Polisi yang Rampok Mobil di Lampung Ditangkap, Kapolda Pastikan Pelaku Dihukum: Tak Ada Pilih Kasih

Polisi yang Rampok Mobil di Lampung Ditangkap, Kapolda Pastikan Pelaku Dihukum: Tak Ada Pilih Kasih

Regional
Lika-liku Upaya Menghapus Budaya Kekerasan terhadap Anak di Kampung Laut Cilacap

Lika-liku Upaya Menghapus Budaya Kekerasan terhadap Anak di Kampung Laut Cilacap

Regional
Air Perumahan di Batam Mati, Warga Mandikan Jenazah dengan Air Galon, Ini Ceritanya

Air Perumahan di Batam Mati, Warga Mandikan Jenazah dengan Air Galon, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.