Viral, Video Sopir Truk Bunuh Atasannya karena Tak Terima Dimarahi, Ini Penjelasan Polisi

Kompas.com - 23/05/2021, 18:37 WIB
Ilustrasi tewas SHUTTERSTOCKIlustrasi tewas
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Rekaman video dan foto yang memperlihatkan seorang pria duduk menatap jenazah dengan masih membawa sebilah pisau viral di media sosial.

Dari keterangan pihak kepolisian, pria tersebut diketahui seorang sopir truk perusahaan tambang nikel di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, berinisial SD (29).

Sedangkan jenazah seorang pria tersebut diketahui adalah atasannya berinisial SJ (43).

SD nekat membunuh SJ karena tak terima dimarahi. Kejadian itu terjadi pada Jumat (22/5/2021).

Baca juga: Tak Terima Dimarahi, Sopir Truk Perusahaan Tambang Tikam Atasannya hingga Tewas

Penjelasan polisi

Kasat Reskrim Polres Konawe AKP Mochammad Jacub Kamaru mengatakan, pelaku saat ini sudah diamankan untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, kata Jacub, pelaku membunuh korban dengan sebilah pisau.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alasannya, pelaku tak terima dimarahi korban karena menggunakan truk dari unit lain tanpa melakukan koordinasi.

"Karena di dalam aturan internal perusahaan, hal demikian tidak dibenarkan," kata Jacub melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (22/5/2021) sore.

Baca juga: Detik-detik Sopir Truk Bunuh Atasannya, Tatap Jasad Korban Sambil Minum

Usai menikam korban hingga tewas, pelaku tidak kabur. Tapi justru duduk menatap wajahnya sambil minum air.

Karyawan lain yang mengetahui hal itu langsung melaporkannya kepada polisi.

 

Pelaku diamankan di lokasi kejadian saat itu juga tanpa melakukan perlawanan.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis dan terancam hukuman seumur hidup.

“Sementara kami sangkakan pasal 351 dan kami sangkakan juga pasal 338 tindak pidana pembunuhan,” kata Jacub.

Sementara itu, dokter forensik RS Bhayangkara Kendari Raja Al Fath menjelaskan, tewasnya korban akibat mengalami sejumlah luka tusuk di tubuhnya.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Penembakan di Bangkalan, Korban Tewas dan Anggota DPRD Jadi Tersangka

"Korban meninggal karena mengalami pendarahan hebat akibat luka tusuk senjata tajam pada kepala belakang. Kemudian di leher dan wajah," ujar Raja.

Setelah dilakukan pemeriksaan itu jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Penulis : Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief, Candra Setia Budi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kakek di Kalsel Cabuli Anak Tetangga, Modusnya Pinjamkan Ponsel dan Beri Uang Jajan

Kakek di Kalsel Cabuli Anak Tetangga, Modusnya Pinjamkan Ponsel dan Beri Uang Jajan

Regional
BPBD Banyuwangi Janjikan Penyeberangan Darurat di Lokasi Jembatan Putus, Siswa dan Guru Menunggu

BPBD Banyuwangi Janjikan Penyeberangan Darurat di Lokasi Jembatan Putus, Siswa dan Guru Menunggu

Regional
Nekat, Perampok Satroni Bank Swasta di Karawang Siang Bolong Saat Banyak Nasabah, Uang Rp 300 Juta Raib

Nekat, Perampok Satroni Bank Swasta di Karawang Siang Bolong Saat Banyak Nasabah, Uang Rp 300 Juta Raib

Regional
Jalur Evakuasi Merapi Sepanjang 1,5 Km di Klaten Rusak Parah

Jalur Evakuasi Merapi Sepanjang 1,5 Km di Klaten Rusak Parah

Regional
Harapan 3 Kakak Adik Siswa SD di Tarakan Penganut Saksi Yehuwa: Kami Ingin Naik Kelas

Harapan 3 Kakak Adik Siswa SD di Tarakan Penganut Saksi Yehuwa: Kami Ingin Naik Kelas

Regional
Kisah Bocah Autis di Musi Banyuasin, Tewas Dibunuh Ayah dan Ibunya

Kisah Bocah Autis di Musi Banyuasin, Tewas Dibunuh Ayah dan Ibunya

Regional
Pemilik Arisan Online di Jambi Dituntut 3 Tahun Penjara dan Denda Rp 200 Juta

Pemilik Arisan Online di Jambi Dituntut 3 Tahun Penjara dan Denda Rp 200 Juta

Regional
Ganjar: Kita Ingin Menjaga Marwah Borobudur Marathon 2021

Ganjar: Kita Ingin Menjaga Marwah Borobudur Marathon 2021

Regional
Detik-detik Uang Rp 70 Juta Koin Rp 500 Jatuh dari Bagasi Bus, Dipunguti Warga, lalu Dikembalikan ke Pemiliknya

Detik-detik Uang Rp 70 Juta Koin Rp 500 Jatuh dari Bagasi Bus, Dipunguti Warga, lalu Dikembalikan ke Pemiliknya

Regional
Danu, Saksi Kunci Kasus Subang, Juga Kembali Diperiksa, Dicecar soal Puntung Rokok, tapi Tak Singgung Banpol

Danu, Saksi Kunci Kasus Subang, Juga Kembali Diperiksa, Dicecar soal Puntung Rokok, tapi Tak Singgung Banpol

Regional
Praktik Kawin Kontrak di Balik Kasus Penyiraman Air Keras di Cianjur yang Tewaskan Sarah

Praktik Kawin Kontrak di Balik Kasus Penyiraman Air Keras di Cianjur yang Tewaskan Sarah

Regional
Tampung Usulan UMK SPSI Surabaya, Eri Cahyadi: Mugi-mugi Diparingi Kelancaran

Tampung Usulan UMK SPSI Surabaya, Eri Cahyadi: Mugi-mugi Diparingi Kelancaran

Regional
Duduk Perkara 'Hujan Duit' di Jalan Raya Ciamis, Uang Rp 70 Juta Pecahan Koin Rp 500 Berserakan, Terjatuh dari Bus

Duduk Perkara "Hujan Duit" di Jalan Raya Ciamis, Uang Rp 70 Juta Pecahan Koin Rp 500 Berserakan, Terjatuh dari Bus

Regional
Tangis Ibu Kandung Peluk Peti Jenazah Anak dan Cucunya yang Tewas di Kantong Plastik: Kenapa Kamu Berdua Pergi seperti Ini?

Tangis Ibu Kandung Peluk Peti Jenazah Anak dan Cucunya yang Tewas di Kantong Plastik: Kenapa Kamu Berdua Pergi seperti Ini?

Regional
Cegah Covid-19, 42 Pelari Elite Race Borobudur Marathon 2021 Wajib Masuk 'Bubble'

Cegah Covid-19, 42 Pelari Elite Race Borobudur Marathon 2021 Wajib Masuk "Bubble"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.