Kata Puan Maharani soal Pelat Nomor Kendaraan Khusus Anggota Dewan

Kompas.com - 22/05/2021, 20:51 WIB
Ketua DPP PDIP Puan Maharani saat pembukaan Pameran Foto Esai Marhaen dan Foto Bangunan Cagar Budaya di kantor DPD PDIP Jawa Tengah, Panti Marhen, Semarang, Sabtu (22/5/2021). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAKetua DPP PDIP Puan Maharani saat pembukaan Pameran Foto Esai Marhaen dan Foto Bangunan Cagar Budaya di kantor DPD PDIP Jawa Tengah, Panti Marhen, Semarang, Sabtu (22/5/2021).

SEMARANG, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani menanggapi terkait kebijakan pelat nomor khusus untuk mobil anggota dewan.

Menurutnya, penerbitan pelat nomor khusus itu merupakan fasilitas yang bisa digunakan anggota dewan untuk bertugas.

"Memang saat ini ada nomor pelat mobil khusus untuk anggota DPR. Diberikan untuk seluruh anggota DPR, bisa dipergunakan dalam dinasnya kalau yang bersangkutan sedang bertugas sebagai anggota DPR," kata Puan usai membuka Pameran Foto Esai Marhaen dan Foto Bangunan Cagar Budaya di Kantor DPD PDI-P Jawa Tengah, Panti Marhen, Semarang, Sabtu (22/5/2021).

Baca juga: Pengamat: Kebijakan Pelat Nomor Mobil Khusus Anggota DPR Dinilai Berlebihan

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan saat ini anggota DPR RI memiliki pelat mobil khusus.

Menurut Sahroni, beberapa anggota dan pimpinan komisi sudah menggunakan pelat tersebut.

Politisi Partai Nasdem itu menuturkan, penggunaan pelat nomor khusus bertujuan sebagai penanda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia berpandangan, kendaraan DPR sama seperti kendaraan kementerian dan harus memiliki pelat nomor tersendiri.

Sahroni juga membenarkan bahwa pelat nomor kendaraan khusus itu sudah berdasarkan Surat Telegram Kapolri.

Baca juga: Beribu Alasan Munculnya Pelat Kendaraan Khusus Anggota DPR, demi Identitas dan Mudah Dipantau

Sementara itu, pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai pembuatan pelat mobil khusus bagi anggota DPR RI berlebihan dan tidak memiliki urgensi.

Menurut Trubus, saat ini lembaga atau kementerian negara sudah memiliki kode pelat mobil khusus pejabat.

Ia menilai kebijakan pelat mobil khusus anggota Dewan juga tidak tepat. Pasalnya, hal itu bisa menimbulkan kecemburuan sosial.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengintip Kemegahan Pullman Mandalika, Hotel Bintang 5 dengan Nilai Investasi Rp 709 Miliar

Mengintip Kemegahan Pullman Mandalika, Hotel Bintang 5 dengan Nilai Investasi Rp 709 Miliar

Regional
Jebakan Tikus Beraliran Listrik Kembali Renggut Korban, Ini Imbauan Bupati Ngawi...

Jebakan Tikus Beraliran Listrik Kembali Renggut Korban, Ini Imbauan Bupati Ngawi...

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 September 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 September 2021

Regional
Talut Ambrol Saat Dipukul dengan Telapak Tangan, DPRD Banjarnegara: Kami Kecewa

Talut Ambrol Saat Dipukul dengan Telapak Tangan, DPRD Banjarnegara: Kami Kecewa

Regional
Cerita Warga soal Rumah Angling Dharma: Baginda seperti Pahlawan...

Cerita Warga soal Rumah Angling Dharma: Baginda seperti Pahlawan...

Regional
Inovasi Produk Unggulan Berbasis Ikan, Lamongan Luncurkan Pandu Siskamaya

Inovasi Produk Unggulan Berbasis Ikan, Lamongan Luncurkan Pandu Siskamaya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 22 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 22 September 2021

Regional
Gara-gara Giliran Minum Miras Terlewatkan, Cekcok Antar Teman Berujung Maut

Gara-gara Giliran Minum Miras Terlewatkan, Cekcok Antar Teman Berujung Maut

Regional
Gara-gara Sampah Bekas Minuman Terbang ke Pekarangannya, Pengasah Pisau Jagal Bunuh Adik Ipar secara Sadis

Gara-gara Sampah Bekas Minuman Terbang ke Pekarangannya, Pengasah Pisau Jagal Bunuh Adik Ipar secara Sadis

Regional
Pemkab Lamongan Akhirnya Kantongi Hak Paten Soto Lamongan dan Nasi Boranan

Pemkab Lamongan Akhirnya Kantongi Hak Paten Soto Lamongan dan Nasi Boranan

Regional
Nginap di Rumah Orang Rimba, Nadiem Makarim Dihadiahi Kaus Bertuliskan 'Kami Ingin Bisa Membaca dan Menulis'

Nginap di Rumah Orang Rimba, Nadiem Makarim Dihadiahi Kaus Bertuliskan "Kami Ingin Bisa Membaca dan Menulis"

Regional
Kronologi Balita Tewas Tersengat Listrik, Tarik Bola Lampu yang Menyala Saat Ibu Ganti Baju

Kronologi Balita Tewas Tersengat Listrik, Tarik Bola Lampu yang Menyala Saat Ibu Ganti Baju

Regional
Diduga akibat Korsleting Saat Isi Daya Listrik Ponsel, 10 Rumah Semi Permanen di Bandung Terbakar

Diduga akibat Korsleting Saat Isi Daya Listrik Ponsel, 10 Rumah Semi Permanen di Bandung Terbakar

Regional
Kota Blitar PPKM Level 3 di Instruksi Mendagri, Wali Kota: Sesuai Rilis Bu Gubernur, Kita di Level 2

Kota Blitar PPKM Level 3 di Instruksi Mendagri, Wali Kota: Sesuai Rilis Bu Gubernur, Kita di Level 2

Regional
Pamit Naik ke Gunung Merapi, Warga Kalitengah Lor Sleman Hilang

Pamit Naik ke Gunung Merapi, Warga Kalitengah Lor Sleman Hilang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.