Eks Kabiro Kesra Banten Tersangka Kasus Hibah Ponpes, Nama Gubernur Wahidin Diseret

Kompas.com - 21/05/2021, 21:56 WIB

SERANG, KOMPAS.com - Mantan Kepala Biro Kesejahtraan Rakyat (Kesra) Irvan Santoso merasa dirinya dikorbankan dalam kasus dugaan korupsi dana hibah pondok pesantren (Ponpes) tahun anggaran 2018 dan 2020.

Irvan melalui pengacaranya Alloy Ferdinan menerangkan, bahwa Irvan terpaksa tetap mengalokasikan dana hibah untuk Ponpes karena ada perintah dari atasannya.

"Sebenarnya pak Irfan itu korban karena jabatannya," ujar Alloy kepada wartawan di kantor Kejati Banten. Jumat (21/5/2021).

Baca juga: Gubernur Banten Laporkan Dugaan Korupsi Pemotongan Dana Bantuan Ponpes

Disebut jadi korban perintah Gubernur Banten

Dikatakan Alloy, saat itu kliennya sudah merekomendasi agar pemberian hibah kepada Ponpes ditunda pada anggaran tahun berikutnya karena waktunya sudah melampaui batas.

"Namun ini karena perintah atasannya (Gubernur Banten) dana hibah itu tetap dianggarkan di tahun 2018 maupun 2020," kata Alloy.

Saat pertemuan di rumah dinas Gubernur Banten, kliennya tidak memiliki kemampuan menolak permintaan Gubernur Banten Wahidin Halim untuk menyalurkan bantuan dana hibah ke Ponpes.

"Bahkan dia (Irvan) dianggap mempersulit, akhirnya dia berusaha meminimaslisir sehingga dana itu tetap keluar," ujar dia.

Baca juga: Dana Bantuan Ponpes Rp 117 M Dikorupsi, Kejati Banten Tetapkan Satu Tersangka

Jubir Gubernur Banten bantah tuduhan pengacara

Dihubungi secara terpisah, Juru Bicara (Jubir) Gubernur Banten, Ujang Giri yang biasa disapa Ugi membantah pernyataan dari kuasa hukum tersangka IS yang menyatakan bahwa gubernur mendesak agar segera mencairkan dana hibah walaupun melaggar aturan.

Dikatakan Ugi, yang dimaksud diperintah Gubernur Banten Wahidin Halim bukan dilakukan dengan cara-cara yang melanggar aturan.

"Perintah Gubernur bukan perintah untuk melakukan perbuatan melawan hukum. Tapi, perintah untuk mengimplementasikan program sesuai dengan peraturan yang berlaku," kata Ugi kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp. Jumat (21/05/2021).

Ugi menegaskan, perintah untuk mencairkan dana hibah Ponpes berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub).

"Peraturan Gubernur tentang pedoman pemberian dana hibah dan bansos yang bersumber dari APBD Provinsi Banten merupakan pedoman pelaksanan yang harus diimplementasikan, itu yang diperintahkan gubernur soal program hibah," ujarnya.

Sebelumnya, Kejakasaan Tinggi Banten menetapkan dan menahan mantan Kepala Biro Kesejahtraan Rakyat (Kesra) Provinsi Banten IS dalam kasus dugaan korupsi dana hibah pondok pesantren tahun anggaran 2018 dan 2020.

Tak hanya IS, penyidik juga menahan dan menetapkan tersangka lainnya yakni inisial TS selaku tim evaluasi penganggaran hibah Ponpes.

"Ada tambahan dua tersangka kasus hibah Ponpes inisial TS dan IS. IS berperan sebagai Kepala Biro Kesra dan TS ketua tim evaluasi," kata Asisten Intelejen Kejaksaan Tinggi Banten Adhiyaksa Dharma Yuliano kepada wartawan di kantornya. Jumat (21/5/2021).

Keduanya dilakukan penahan di Rumah Tahanan Pandeglang setelah penyidik menaikan status keduanya dari saksi menjadi tersangka.

Diketahui, Diketahui, Pada APBD tahun 2018 Pemprov Banten mengucurkan dana hibah Rp66.228 Miliar yang diperuntukan untuk 3.364 Ponpes. Masing-masing Ponpes mendapatkan sebesar Rp20 juta.

Kemudian pada APBD 2020, Pemprov Banten kembali mengucurkan dana hibah untuk 4.042 Ponpes sebesar Rp117,780 miliar. Masing-masing Ponpes dianggarkan Rp30 juta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Wilayah di NTT Alami Hari Tanpa Hujan Ekstrem Panjang, Mana Saja?

6 Wilayah di NTT Alami Hari Tanpa Hujan Ekstrem Panjang, Mana Saja?

Regional
Warga Desa Waibao di Flores Timur Hibahkan 3,5 Hektar Lahan untuk Pangkalan TNI AL

Warga Desa Waibao di Flores Timur Hibahkan 3,5 Hektar Lahan untuk Pangkalan TNI AL

Regional
Kamis, Wapres Ma'ruf Amin Bakal Melakukan Kunker ke Banjarbaru, Ini Agenda Kegiatannya

Kamis, Wapres Ma'ruf Amin Bakal Melakukan Kunker ke Banjarbaru, Ini Agenda Kegiatannya

Regional
Bobol Kartu Kredit Orang Jatim, 2 Warga Lubuk Linggau Bangun Rumah Mewah hingga Beli 3 Mobil

Bobol Kartu Kredit Orang Jatim, 2 Warga Lubuk Linggau Bangun Rumah Mewah hingga Beli 3 Mobil

Regional
317 Produk Kosmetik Bermasalah Ditemukan di 4 Wilayah NTT

317 Produk Kosmetik Bermasalah Ditemukan di 4 Wilayah NTT

Regional
Kabel Optik Bawah Laut Putus karena Gempa, Layanan Perbankan di Simeulue Terganggu

Kabel Optik Bawah Laut Putus karena Gempa, Layanan Perbankan di Simeulue Terganggu

Regional
PSHT dan Warga yang Cekcok di Yogyakarta Berakhir Damai di Kantor Polisi

PSHT dan Warga yang Cekcok di Yogyakarta Berakhir Damai di Kantor Polisi

Regional
Begini Kronologi Pembunuhan Mayat Penuh Luka di Purworejo

Begini Kronologi Pembunuhan Mayat Penuh Luka di Purworejo

Regional
Hendak ke Malaysia, 58 Pekerja Migran Ilegal Asal Indonesia, Bangladesh dan Myanmar Diamankan di Riau

Hendak ke Malaysia, 58 Pekerja Migran Ilegal Asal Indonesia, Bangladesh dan Myanmar Diamankan di Riau

Regional
Profil Kota Semarang, Ibu Kota Jawa Tengah

Profil Kota Semarang, Ibu Kota Jawa Tengah

Regional
Sultan HB X Beri Pilihan untuk Siswi yang Dipaksa Pakai Jilbab, Orangtua dan Sekolah Berdamai

Sultan HB X Beri Pilihan untuk Siswi yang Dipaksa Pakai Jilbab, Orangtua dan Sekolah Berdamai

Regional
Diintimidasi Sopir Truk Batu Bara, 4 SPBU di Bengkulu Berhenti Jual Biosolar

Diintimidasi Sopir Truk Batu Bara, 4 SPBU di Bengkulu Berhenti Jual Biosolar

Regional
Kasus PMK Melonjak, Pemkab Bima Bentuk Satgas

Kasus PMK Melonjak, Pemkab Bima Bentuk Satgas

Regional
Konser Dream Theater di Solo, Perjuangan Fans: Izin Istri Dulu

Konser Dream Theater di Solo, Perjuangan Fans: Izin Istri Dulu

Regional
Kabur, Polisi Sebar Foto Pria Diduga Bunuh Istri di Maluku

Kabur, Polisi Sebar Foto Pria Diduga Bunuh Istri di Maluku

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.