Usai Unggah Video TikTok “Mewakili Masyarakat untuk Liburan”, Anggota DPRD Banten Kena Sanksi

Kompas.com - 21/05/2021, 14:47 WIB
ilustrasi TikTok reuters.comilustrasi TikTok

KOMPAS.com - Beberapa hari lalu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten Dede Rohana Putra mengunggah video liburannya ke akun TikTok miliknya, @dederohanaputra.

Dalam video tersebut, Dede tampak berada di kolam renang yang terletak di pinggir pantai.

Dia kemudian berkata bahwa saat itu dirinya sedang mewakili warga Banten berlibur ke Pantai Anyer.

Baca juga: Video Viral di TikTok Anggota DPRD Wisata ke Pantai Anyer, Berkata Mewakili Warga Banten Berlibur

"Buat masyarakat Banten, enggak usah liburan ke pantai ya. Sudah saya wakili sebagai anggota DPRD Provinsi Banten mewakili masyarakat untuk liburan. Kalau enggak diwakili, nanti ramai pantainya,” tuturnya di video tersebut.

Ucapan Dede di video itu menjadi perbincangan warganet. Video TikTok-nya menjadi viral di media sosial.

Video viral itu muncul saat adanya instruksi Gubernur Banten Wahidin Halim yang menyatakan bahwa semua tempat wisata ditutup pada 15-30 Mei 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penutupan tempat wisata ini untuk mencegah persebaran Covid-19 di Provinsi Banten.

Baca juga: Anggota DPRD Banten yang Liburan di Anyer dan Videonya Viral di TikTok Dapat Sanksi

 

Kena sanksi

Potongan video tiktok dari Anggota DPRD Banten dari Fraksi PAN Dede Rohana Putra yang menyebut mewakili masyarakat berliburTangkap layar Potongan video tiktok dari Anggota DPRD Banten dari Fraksi PAN Dede Rohana Putra yang menyebut mewakili masyarakat berlibur

Buntut viralnya video tersebut, Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Banten mengeluarkan sanksi teguran keras terhadap Dede.

Ketua BK DPRD Banten Sopwan menjelaskan, sesuai dengan tugas dan fungsinya, BK telah meminta klarifikasi dan pembelaan diri dari Dede pada Kamis (20/5/2021).

"Hasilnya, BK menilai tindakannya tidak etis, dan berdasarkan hasil rapat pleno, BK DPRD memutuskan memberikan sanksi berupa teguran keras lisan, dan segera menyusul teguran tertulis," terangnya melalui pesan singkat kepada Kompas.com.

Baca juga: Bikin Video TikTok Kontroversial soal Palestina, Pria Ini Mengaku Iseng, Polisi: Kasusnya Sudah Kami Tangani


Sopwan menyampaikan, omongan Dede soal mewakili warga Banten berlibur, dianggap tidak etis.

Pasalnya, saat ini sedang ada penutupan tempat wisata oleh Pemerintah Provinsi Banten.

Ia menambahkan, tindakan Dede itu juga dianggap memunculkan pandangan kurang baik terhadap DPRD Banten.

"Ya kurang baik untuk image masyarakat terhadap DPRD Banten," sebut Sopwan.

Baca juga: Fakta-fakta Video Viral “Party” di Aula Kantor Bupati, Diikuti 120 Pelajar, 1 Orang Jadi Tersangka

 

Menerima sanksi

Anggota DPRD Banten Dede Rohana Putra mendapatkan sanksi berupa teguran keras dari Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Banten.Dokumentasi BK DPRD Banten Anggota DPRD Banten Dede Rohana Putra mendapatkan sanksi berupa teguran keras dari Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Banten.

Soal sanksi teguran keras dari BK DPRD Banten, Dede Rohana mengaku menerima dan menghormati keputusan itu.

"Apa pun keputusan dari BK saya terima dengan tangan terbuka, karena itu sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang pada saya, dan saya hormati BK sebagai badan yang menjaga marwah lembaga DPRD Banten,” ujar pria yang menjabat Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Dede menyatakan, kasus ini bakal menjadi pembelajaran untuknya.

"Ke depan saya akan lebih berhati-hati lagi dalam berkreasi di medsos, tapi tidak menyurutkan kreativitas saya di medsos," tandasnya.

Baca juga: Berdandan Hantu Pocong, lalu Bikin Video Prank, 6 Remaja Dibawa ke Polsek

Buntut videonya viral, sebelumnya Dede juga telah menyampaikan permohonan maaf dan memberikan klarifikasi.

"Saya legawa kalau ada yang salah dari kata-kata saya, kalau ada masyarakat yang tersinggung, saya sampaikan permohonan maaf. Niat saya hanya memberikan imbauan," bebernya.

Menurut Dede, ia membikin video tersebut untuk menyampaikan larangan berwisata dengan cara santai.

"Video yang saya sampaikan itu imbauan, dari awal sampai akhir tujuannya mengimbau masyarakat untuk tidak ke tempat wisata, khususnya ke pantai, dan saya mengimbau masyarakat di luar Banten untuk tidak ke Banten karena jalan banyak yang ditutup," kata dia.

Warning bagi anggota DPRD Banten

Sopwan meminta kepada seluruh anggota DPRD Banten agar menjadikan kasus ini sebagai pembelajaran.

Baca juga: Video Viral Mobil Damkar Dihalangi Mercy, Ternyata Ini Faktanya

"Ini warning untuk semua anggota DPRD Provinsi Banten agar menjunjung tinggi sikap, akhlak, adab dalam tindak tanduk perbuatan kehidupan di masyarakat maupun di media sosial," jelasnya.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Serang, Rasyid Ridho | Editor: Aprillia Ika, Abba Gabrillin)

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Sopir Terkunci di Yalimo, Kapolda Papua: Kami Upayakan Pembukaan Akses

Ratusan Sopir Terkunci di Yalimo, Kapolda Papua: Kami Upayakan Pembukaan Akses

Regional
Pengusaha Ayam Sumbang 1,05 Ton Telur untuk Nakes di Magelang

Pengusaha Ayam Sumbang 1,05 Ton Telur untuk Nakes di Magelang

Regional
Wagub Banten: Saya Kehilangan 4 Anggota Keluarga karena Covid, Virus Ini Jangan Dianggap Sepele

Wagub Banten: Saya Kehilangan 4 Anggota Keluarga karena Covid, Virus Ini Jangan Dianggap Sepele

Regional
Pembagian BST Rp 600.000 Timbulkan Kerumunan, Camat: Keinginan Dapat Bansos Kalahkan Rasa Takut Covid-19

Pembagian BST Rp 600.000 Timbulkan Kerumunan, Camat: Keinginan Dapat Bansos Kalahkan Rasa Takut Covid-19

Regional
92 Persen Pasien Covid-19 di Gunungkidul Meninggal karena Belum Divaksin

92 Persen Pasien Covid-19 di Gunungkidul Meninggal karena Belum Divaksin

Regional
Kronologi 26 Penumpang Kapal Tepergok Bawa Sertifikasi Vaksin Palsu Senilai Rp 1,3 Juta

Kronologi 26 Penumpang Kapal Tepergok Bawa Sertifikasi Vaksin Palsu Senilai Rp 1,3 Juta

Regional
Alumni SMP di Pasuruan Bentuk Satgas Bantu Pasien Isoman, Sediakan Ambulans hingga Oksigen

Alumni SMP di Pasuruan Bentuk Satgas Bantu Pasien Isoman, Sediakan Ambulans hingga Oksigen

Regional
Uang Rp 2 Triliun Akidi Tio, Tabungan Semasa Hidupnya, Wasiat ke Anak Disumbangkan Bantu Masyarakat Sumsel

Uang Rp 2 Triliun Akidi Tio, Tabungan Semasa Hidupnya, Wasiat ke Anak Disumbangkan Bantu Masyarakat Sumsel

Regional
Kronologi Suami Siram Seember Air Panas ke Istrinya yang Tidur, Emosi karena Korban Acuh Tak Acuh

Kronologi Suami Siram Seember Air Panas ke Istrinya yang Tidur, Emosi karena Korban Acuh Tak Acuh

Regional
RSUD Kotapinang Diduga Beri Infus Kedaluwarsa pada Balita, Ini Tanggapan Dinkes

RSUD Kotapinang Diduga Beri Infus Kedaluwarsa pada Balita, Ini Tanggapan Dinkes

Regional
5.656 Warga Binaan Rutan dan Lapas di Jatim Sudah Divaksin Covid-19

5.656 Warga Binaan Rutan dan Lapas di Jatim Sudah Divaksin Covid-19

Regional
Kematian Akibat Covid-19 Solo Tinggi, Gibran: Pasiennya Bukan dari Solo Semua

Kematian Akibat Covid-19 Solo Tinggi, Gibran: Pasiennya Bukan dari Solo Semua

Regional
Curhat Seniman Topeng Banjet Karawang: 2 Tahun Tak Pentas Sejak Pandemi, Jual Peralatan Buat Sambung Hidup

Curhat Seniman Topeng Banjet Karawang: 2 Tahun Tak Pentas Sejak Pandemi, Jual Peralatan Buat Sambung Hidup

Regional
Bupati Banyumas Ingin Bangun Instalasi Oksigen Generator, tapi Khawatir Tersandung Masalah Hukum

Bupati Banyumas Ingin Bangun Instalasi Oksigen Generator, tapi Khawatir Tersandung Masalah Hukum

Regional
Batam Distribusikan 203 Ton Oksigen untuk Jateng, Jabar dan Kalbar

Batam Distribusikan 203 Ton Oksigen untuk Jateng, Jabar dan Kalbar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X