Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER NUSANTARA] Aksi Heroik Aipda Joel Selamatkan Siswa SD | 2 Prajurit TNI Gugur Dianiaya OTK

Kompas.com - 19/05/2021, 06:15 WIB
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Aipda Joel Bolang, anggota Polair Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil menyelamatkan siswa Sekolah Dasar (SD) bernama Leonard Lemeheriwa (11).

Bocah tersebut sehari sebelumnya dilaporkan tenggelam dan hilang di Sungai Baleno, Desa Fatukanutu, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kupang.

Saat ditemukan Aipda Joel, korban diketahui tersangkut di akar pohon dengan kondisi selamat.

Sementara di Yahukimo, Papua, dua prajurit TNI bernama Prada Aryudi dan Praka M Alif Nur gugur setelah dikeroyok sekelompok orang tak dikenal.

Para pelaku yang diduga dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) itu selain membunuh korban juga merampas senjatanya.

Untuk mengusut kasus tersebut, saat ini aparat gabungan telah diterjunkan memburu pelaku.

Dua berita tersebut menjadi perhatian pembaca di Kompas.com.

Berikut ini lima berita populer nusantara selengkapnya.

1. Aksi heroik Aipda Joel

IlustrasiTHINKSTOCK.COM Ilustrasi

Seorang bocah Sekolah Dasar (SD) bernama Leonard Lemeheriwa di Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kupang, ditemukan selamat setelah sehari dilaporkan hilang terseret arus sungai di Desa Fatukanutu, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kupang.

Korban pertama kali ditemukan oleh Aipda Joel Bolang, anggota Polair Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Setelah melakukan penyelaman sekitar 20 menit, Joel menemukan korban tersangkut akar pohon dengan kondisi selamat.

"Penyelaman pencarian kedua dilaksanakan dengan hasil nihil dikarenakan derasnya arus dan jarak pandang terbatas. Namun pada pukul 10.40 WITA, penyelaman pencarian ketiga dilaksanakan dan hasil korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat," ujar Direktur Polair Polda NTT, Kombes Pol Andreas Susi Darto.

Baca juga: Menyelam 20 Menit, Aksi Heroik Aipda Joel Selamatkan Siswa SD yang Tenggelam dan Hilang Sehari di Sungai

2. Dua prajurit TNI gugur

Ilustrasi tewasSHUTTERSTOCK Ilustrasi tewas

Dua prajurit TNI bernama Prada Aryudi dan Praka M Alif Nur gugur dikeroyok orang tak dikenal di Distrik Dekai, Yahukimo, Papua.

Pelaku yang berjumlah sekitar 20 orang itu membacok korban dengan senjata tajam.

Selain membunuh kedua korban, para pelaku juga merampas senjata api milik prajurit TNI tersebut.

"Iya benar (dua anggota gugur). Kita belum tahu pasti (siapa pelakunya)," ujar Danrem 172/PWY Brigjen Izak Pangemanan, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (18/5/2021).

Untuk mengusut kasus tersebut, saat ini petugas gabungan telah diterjunkan di lokasi kejadian. Adapun pelaku diduga kuat kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Baca juga: 2 Prajurit TNI Gugur Dianiaya 20 OTK di Yahukimo

3. Anak gugat ibu kandung

suasana di PN Praya saat kedatangan Senah dalam rangka mediasi, Senin (17/5/2021)KOMPAS.COM/IDHAM KHALID suasana di PN Praya saat kedatangan Senah dalam rangka mediasi, Senin (17/5/2021)

Seorang ibu bernama Senah (70), di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mengaku kecewa dengan anaknya.

Pasalnya, hanya gara-gara warisan ia digugat di Pengadilan Negeri (PN) Praya.

Kekecewaan Senah memuncak saat momentum Lebaran lalu. Pasalnya, momentum itu bukannya dijadikan untuk saling memaafkan tapi justru sebaliknya.

Anaknya yang tinggal dekat dengan rumah Senah diketahui tetap mengacuhkannya.

"Pas Lebaran kemarin dia (Yusriadi) tidak datang ke rumah untuk salaman atau sapa saya," kata Senah saat akan menghadiri mediasi di PN Praya, Senin (18/5/2021).

"Padahal, rumah saya dengan dia (Yusriadi), hanya dua meter, kok, jaraknya," kata Senah dengan nada rendah.

Baca juga: Cerita Ibu Senah Digugat Anak Kandungnya, Tak Dikunjungi Saat Lebaran, padahal Jarak Rumah Hanya 2 Meter

4. Guru TK diteror debt collector pinjol

Ilustrasi uang Dok. Kredivo Ilustrasi uang

Seorang guru taman kanak-kanak di Kota Malang, Jawa Timur, berinisial S (40) mengaku stres hingga hendak bunuh diri.

Pasalnya, ia tidak kuat diteror oleh debt collector dari aplikasi pinjaman online (pinjol).

Hal itu terjadi karena terjerat utang di 24 aplikasi pinjol dengan nominal mencapai Rp 40 juta.

Ia terlilit utang hingga puluhan juta rupiah itu karena kebutuhan untuk membayar kuliah.

"Awal cerita saya pinjam online adalah karena kebutuhan untuk membayar biaya kuliah di salah satu universitas di Kota Malang sebesar Rp 2.500.000 karena memang dari tuntutan lembaga tempat saya mengajar harus punya ijazah S1," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (17/5/2021) malam.

Baca juga: Guru TK di Malang Diteror Debt Collector 24 Pinjol, Utang Rp 40 Juta, Nyaris Bunuh Diri

5. Polisi tetapkan 2 tersangka insiden perahu terbalik

Kepolres Boyolali AKBP Morry Ermond didampingi Kasat Reskrim AKP Edi Marudin dalam konferensi pers di Mapolres Boyolali, Jateng, Selasa (18/5/2021).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Kepolres Boyolali AKBP Morry Ermond didampingi Kasat Reskrim AKP Edi Marudin dalam konferensi pers di Mapolres Boyolali, Jateng, Selasa (18/5/2021).

Polisi menetapkan dua orang orang tersangka dalam insiden perahu terbalik di waduk Kedung Ombo, Boyolali, Jawa Tengah.

Kedua tersangka tersebut adalah pengemudi perahu motor berinisial GTS (13) dan Kardiyo (52) pemilik warung apung.

"Dari kemarin kita sudah lakukan gelar perkara untuk naik sidik. Kemudian kita sudah sepakat antara penyidik Satreskrim dengan dibantu penyidik dari Direktorat Krimum dan Direktorat Polisi Air Polda Jateng untuk penetapan tersangka ada dua, GTS dan Kardiyo," kata Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond dalam konferensi pers di Mapolres Boyolali, Jateng, Selasa (18/5/2021).

Dalam kasus tersebut untuk GTS disangkakan Pasal 359 KUHP, sedangkan Kardiyo disangkakan Pasal 76 I UU No 35 Tahun 2014 dan juga Pasal 359 KUHP.

"Jadi untuk saudara Kardiyo ada dua ancaman pasal yang disangkakan," ungkap dia.

Baca juga: Polisi Tetapkan 2 Tersangka Insiden Perahu Terbalik di Waduk Kedung Ombo Boyolali, Salah Satunya Berusia 13 Tahun

Sumber: Kompas.com (Penulis : Labib Zamani, Andi Hartik, Idham Khalid, Dhias Suwandi, Sigiranus Marutho Bere | Editor : Pythag Kurniati, Khairina, Dheri Agriesta).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Dikasih Uang untuk Judi Slot dan Sabu, Anak Aniaya Ibu Kandung di Lubuklinggau

Tak Dikasih Uang untuk Judi Slot dan Sabu, Anak Aniaya Ibu Kandung di Lubuklinggau

Regional
Bubarnya Relawan GP Mania Dinilai Tak Pengaruhi Elektabilitas Ganjar Pranowo

Bubarnya Relawan GP Mania Dinilai Tak Pengaruhi Elektabilitas Ganjar Pranowo

Regional
Hendak Petik Sayur di Kebun, IRT di NTT Temukan Jenazah Bayi Terbungkus Tas

Hendak Petik Sayur di Kebun, IRT di NTT Temukan Jenazah Bayi Terbungkus Tas

Regional
Ditreskrimsus Polda Jateng Temukan Gudang yang Menahan Minyak Goreng Minyakita untuk Beredar di Masyarakat

Ditreskrimsus Polda Jateng Temukan Gudang yang Menahan Minyak Goreng Minyakita untuk Beredar di Masyarakat

Regional
Gempa M 5,4 Guncang Kota Jayapura, Papua

Gempa M 5,4 Guncang Kota Jayapura, Papua

Regional
Ayah di Ambon 3 Kali Perkosa Putri Kandung, Kerap Ancam Bunuh Korban

Ayah di Ambon 3 Kali Perkosa Putri Kandung, Kerap Ancam Bunuh Korban

Regional
Kronologi Pedagang Sayur Dihipnotis, Cincin Diganti Plat Ring, Gelang Emas Ditukar Karet Gelang

Kronologi Pedagang Sayur Dihipnotis, Cincin Diganti Plat Ring, Gelang Emas Ditukar Karet Gelang

Regional
Kronologi Ayah Aniaya Bayi Berusia 6 Bulan hingga Tewas di Manado, Terganggu Saat Main Game Online

Kronologi Ayah Aniaya Bayi Berusia 6 Bulan hingga Tewas di Manado, Terganggu Saat Main Game Online

Regional
Pedagang di Lampung Tengah Dihipnotis, Perhiasan Emas 20 Gram Diganti Uang Palsu

Pedagang di Lampung Tengah Dihipnotis, Perhiasan Emas 20 Gram Diganti Uang Palsu

Regional
Ngaku Tak Tahu Penitipan Mahasiswa, Kabiro Akademik Unila Ternyata Diminta 'Bantu' Keponakan Pegawai Kemendikbud

Ngaku Tak Tahu Penitipan Mahasiswa, Kabiro Akademik Unila Ternyata Diminta "Bantu" Keponakan Pegawai Kemendikbud

Regional
Ayah Perkosa Anak Tiri Usia 6 Tahun di Bengkulu, Beraksi 5 Hari Berturut-turut Disertai Kekerasan

Ayah Perkosa Anak Tiri Usia 6 Tahun di Bengkulu, Beraksi 5 Hari Berturut-turut Disertai Kekerasan

Regional
Tolak Buka Masker Saat Singgah Minta Minum, Pria Ini Disabet Parang oleh Tuan Rumah

Tolak Buka Masker Saat Singgah Minta Minum, Pria Ini Disabet Parang oleh Tuan Rumah

Regional
Kronologi Perempuan di Pandeglang Dibunuh Mantan Pacar karena Cemburu

Kronologi Perempuan di Pandeglang Dibunuh Mantan Pacar karena Cemburu

Regional
Viral Oknum Kepsek di Semarang Diduga Melakukan Perbuatan Asusila di Sekolah

Viral Oknum Kepsek di Semarang Diduga Melakukan Perbuatan Asusila di Sekolah

Regional
Siang Ini, Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke 6 Sungai

Siang Ini, Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke 6 Sungai

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.