5 Tahanan BNN Sumut Kabur, Ombudsman: Ada Kelalaian dan SDM Kurang

Kompas.com - 18/05/2021, 18:50 WIB
Ilustrasi melarikan diri. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi melarikan diri.

Abyadi juga menyoroti tugas ganda yang dijalani petugas BNN Sumut.

Sebab, yang menjaga tahanan seharusnya bukan tugas utama mereka. Tugas ini seharusnya bagian dari Kemenkumham.

Apalagi, karena pandemi Covid-19,‎ tahanan sudah divonis tetap berada di rumahan tahanan tersebut dan belum dipindahkan ke Rutan atau Lapas.

"Itu Cabang Rutan (Klas I Medan). Harusnya petugasnya, petugas sipir dari Kemekumham. Tapi, ternyata dari mereka. Di sini yang menjaga tahanan bukan sipir, tapi penyidik dari BNN. Ini menjadi tugas tambahan. Ini menjadi evaluasi bagi Kemenkuham seluruh Indonesia untuk menjaga tahanan di BNN yang ada, terutama di Sumut. Berangkat dari kasus ini," jelasnya.

Baca juga: Menyelam 20 Menit, Aksi Heroik Aipda Joel Selamatkan Siswa SD yang Tenggelam dan Hilang Sehari di Sungai

Akui kurang personel

Kepala Bidang Pemberantasan Narkotika BNNP Sumut Kombes Pol Sempana Sitepu mengakui, pihaknya memang kekurangan personel untuk menjaga para tahanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk menjaga tahanan Narkotika itu, setiap hari hanya tiga petugas dibagi dua sif," ungkapnya.

Dia menyebut, tugas menjaga tahanan di sana, pihak BNN Sumut terpaksa menggunakan personel internal dari bidang pemberantas, intel, penyidik, hingga petugas lapangan yang diperbantukan dari Brimob Polda Sumut.

"Pagi yang jaga, anggota penyidik ASN, kalau malam, anggota Polri dan BKO. 24 jam dibagi dua, ya ada dua sif," tutur Sempana.

Baca juga: Sosok GTS, Bocah yang Jadi Tersangka Perahu Terbalik Waduk Kedung Ombo, Baru Setahun Kerja, Terima Upah Rp 100.000 Sehari

Siram petugas dengan cairan cabai

Sebelumnya, dalam kasus ini, lima tahanan kabur dari sel BNN Sumut pada Minggu dini hari kemarin. Mereka berhasil kabur setelah menyiram petugas dengan air cabai. Saat itu, hanya ada dua petugas yang piket jaga.

Dari lima tahanan kabur, satu tahanan bernama Muhammad Junaidi telah menyerahkan diri pada Senin (17/5/2021) kemarin.

Saat ini, kata Sempana, pihaknya masih mengejar empat tahanan lain, Rahmat Hidayatulloh alias Muhammad Isbandi, Zulfikar, Irwanda, dan Marzuki Ahmad.

BNN Sumut telah berkoordinasi dengan Polda Sumut, Polda Aceh, dan BNN di tingkat kota atau kabupaten. BNN Sumut juga menghubungi keluarga narapidana untuk membantu pengejaran tersebut. Pihak keluarga diminta memberi informasi keberadaan para tahanan dan membujuk mereka menyerahkan diri.

Sempana meminta para tahanan segera menyerahkan diri. Pihaknya tak segan memberikan tindakan tegas kepada empat tahanan yang masih kabur. "Bila tidak, akan kita berikan tindakan tegas terukur," tegasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Balik Geliat Bisnis Jasa Cetak Sertifikat Vaksin, Dinkes Minta Warga Hati-hati

Di Balik Geliat Bisnis Jasa Cetak Sertifikat Vaksin, Dinkes Minta Warga Hati-hati

Regional
Resmi, Pemprov Papua Tutup Pelabuhan dan Perketat Bandara

Resmi, Pemprov Papua Tutup Pelabuhan dan Perketat Bandara

Regional
Banyak Orang Tua Meninggal karena Covid-19, Pemkab Wonogiri Percepat Vaksinasi Lansia

Banyak Orang Tua Meninggal karena Covid-19, Pemkab Wonogiri Percepat Vaksinasi Lansia

Regional
Cerita Kadinkes Banten, Terpaksa Menyetujui Harga Masker yang Mahal

Cerita Kadinkes Banten, Terpaksa Menyetujui Harga Masker yang Mahal

Regional
Polda Jateng Gelar Vaksinasi Merdeka Candi, Ada 1.348.000 Vaksin Covid-19 untuk Warga

Polda Jateng Gelar Vaksinasi Merdeka Candi, Ada 1.348.000 Vaksin Covid-19 untuk Warga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bonus Keluarga Apriyani Rahayu | Bisnis Cetak Kartu Vaksin Menuai Untung

[POPULER NUSANTARA] Bonus Keluarga Apriyani Rahayu | Bisnis Cetak Kartu Vaksin Menuai Untung

Regional
Korupsi Dana Bos Selama 4 Tahun, Kepsek dan Bendahara di Manggarai Ditahan

Korupsi Dana Bos Selama 4 Tahun, Kepsek dan Bendahara di Manggarai Ditahan

Regional
Sebelum Meninggal karena Covid-19 Bersama Sang Istri, Ayah Vino Menitipkan Bocah Itu kepada Pamannya

Sebelum Meninggal karena Covid-19 Bersama Sang Istri, Ayah Vino Menitipkan Bocah Itu kepada Pamannya

Regional
Tak Masuk Gudang, 1.000 Vaksin yang Datang ke Madiun Langsung Digunakan untuk Siswa SMA

Tak Masuk Gudang, 1.000 Vaksin yang Datang ke Madiun Langsung Digunakan untuk Siswa SMA

Regional
Cerita Sedih di Balik Semangkuk Soto Gratis di Sorong, Adik Ipar Meninggal karena Covid-19

Cerita Sedih di Balik Semangkuk Soto Gratis di Sorong, Adik Ipar Meninggal karena Covid-19

Regional
Dituduh Tak Becus Gelar Vaksinasi Massal, Ini Klarifikasi Bobby Nasution

Dituduh Tak Becus Gelar Vaksinasi Massal, Ini Klarifikasi Bobby Nasution

Regional
Mahasiswi UMG Ramu Semprotan Aroma Terapi Pelega Napas Saat Kenakan Masker

Mahasiswi UMG Ramu Semprotan Aroma Terapi Pelega Napas Saat Kenakan Masker

Regional
Video Viral Warga Mengarak Pelaku Penganiayaan Menuju Mobil Polisi, Begini Penjelasannya...

Video Viral Warga Mengarak Pelaku Penganiayaan Menuju Mobil Polisi, Begini Penjelasannya...

Regional
Vaksinasi Dosis Kedua Terlambat, Bobby Nasution Minta Masyarakat Tenang

Vaksinasi Dosis Kedua Terlambat, Bobby Nasution Minta Masyarakat Tenang

Regional
Istri Sah Tikam Perempuan Diduga Selingkuhan Suami di Tempat Umum di Makassar, Videonya Viral

Istri Sah Tikam Perempuan Diduga Selingkuhan Suami di Tempat Umum di Makassar, Videonya Viral

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X