Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasien OTG Covid-19 di Solo Wajib Diisolasi di Asrama Haji Donohudan

Kompas.com - 17/05/2021, 17:36 WIB
Labib Zamani,
Dony Aprian

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, mewajibkan pasien positif Covid-19 tanpa gejala (OTG) menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Warga positif OTG langsung dikirimkan ke Asrama Haji Donohudan. Isolasi mandiri sekarang sudah tidak diperkenankan lagi," kata Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo Ahyani usai rapat PPKM di Balai Kota Solo, Senin (17/5/2021).

Baca juga: Warga Satu RT di Solo Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Fasilitas MCK

Ahyani mengatakan, alasan diizinkan menjalani isolasi mandiri di rumah karena berpotensi menularkan Covid-19 terhadap anggota keluarga yang lain.

Pasalnya, penularan Covid-19 di Solo banyak terjadi karena pasien positif Covid-19 berstatus OTG yang menjalani isolasi mandiri di rumah tidak tertib.

"Kasusnya menyebar karena ketidakdisiplinan yang melaksanakan isolasi mandiri di rumah. Rata-rata kasusnya banyak," tutur Ahyani.

Guna mengantisipasi penularan Covid-19, pemkot mulai hari ini tidak memberlakukan isolasi mandiri pasien positif virus corona OTG di rumah.

"Nanti tracing kontak hasilnya positif langsung dibawa ke Asrama Haji Donohudan," kata dia.

Baca juga: Berawal dari Buka Bersama, 20 Warga Satu RT di Solo Positif Covid-19

Berdasarkan data hingga Minggu, 16 Mei 2021, warga Solo yang melaksanakan isolasi mandiri di rumah ada sebanyak 204 orang.

"Ada pengecualiaan anak di bawah 14 tahun tidak apa-apa diisolasi di rumah," ungkap pria yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Solo.

Ahyani menambahkan pengiriman pasien positif Covid-19 tanpa gejala ke Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali harus melalui rekomendasi puskesmas.

"Nanti (pasien positif OTG) atas rekomendasi puskesmas kita kirim ke sana (Asrama Haji Donohudan)," kata Ahyani.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kekecewaan Pedagang di Pasar Apung 3 Mardika, Sudah Bayar Rp 30 Juta tapi Dibongkar

Kekecewaan Pedagang di Pasar Apung 3 Mardika, Sudah Bayar Rp 30 Juta tapi Dibongkar

Regional
El Nino Geser Pola Tanam, Bupati Blora Apresiasi Bantuan 164 Pompa Air dari Kementan

El Nino Geser Pola Tanam, Bupati Blora Apresiasi Bantuan 164 Pompa Air dari Kementan

Regional
Pabrik Narkoba di Rumah Elit Surabaya Ternyata Jaringan Malaysia, Produksi 6,87 Juta Butir Obat Terlarang

Pabrik Narkoba di Rumah Elit Surabaya Ternyata Jaringan Malaysia, Produksi 6,87 Juta Butir Obat Terlarang

Regional
Tiga Kader dan Seorang Kades Berebut Rekomendasi PDI-P Maju Pilkada Serentak 2024 di Sukoharjo, Siapa Saja Mereka?

Tiga Kader dan Seorang Kades Berebut Rekomendasi PDI-P Maju Pilkada Serentak 2024 di Sukoharjo, Siapa Saja Mereka?

Regional
Nabung Bertahun-tahun, Penjual Air Galon Isi Ulang Ini Akhirnya Bisa Naik Haji

Nabung Bertahun-tahun, Penjual Air Galon Isi Ulang Ini Akhirnya Bisa Naik Haji

Regional
Di Workshop International WWF 2024, Danny Pomanto Bahas Sombere' dan Smart City

Di Workshop International WWF 2024, Danny Pomanto Bahas Sombere' dan Smart City

Regional
Eks Pimpinan Bank Pelat Merah di Riau Ditangkap, Diduga Korupsi Dana KUR Rp 46,6 M

Eks Pimpinan Bank Pelat Merah di Riau Ditangkap, Diduga Korupsi Dana KUR Rp 46,6 M

Regional
Eks Dirut BUMD Sumsel Dituntut 4,5 Tahun Penjara Terkait Dugaan Korupsi 18 M

Eks Dirut BUMD Sumsel Dituntut 4,5 Tahun Penjara Terkait Dugaan Korupsi 18 M

Regional
Eks Wakil Ganjar Pranowo Jadi Orang Pertama yang Daftar Penjaringan Pilkada Jateng di PDI-P

Eks Wakil Ganjar Pranowo Jadi Orang Pertama yang Daftar Penjaringan Pilkada Jateng di PDI-P

Regional
Pantura Sayung Demak Terancam Tenggelam jika Banjir Rob Tidak Segera Tertangani

Pantura Sayung Demak Terancam Tenggelam jika Banjir Rob Tidak Segera Tertangani

Regional
Sakit Hati, Pria di Magelang Otaki Pembakaran Motor dan Pencurian Mobil

Sakit Hati, Pria di Magelang Otaki Pembakaran Motor dan Pencurian Mobil

Regional
Kronologi Pria Bunuh Kakek dan Cucu di Situbondo, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Kronologi Pria Bunuh Kakek dan Cucu di Situbondo, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Regional
Harimau Diduga Penerkam Petani di Lampung Tertangkap di Kandang Jebak

Harimau Diduga Penerkam Petani di Lampung Tertangkap di Kandang Jebak

Regional
Berpelukan Mesra di Tengah Isu Maju Pilkada Jateng, Hendi dan Luthfi Sempat Bahas Politik

Berpelukan Mesra di Tengah Isu Maju Pilkada Jateng, Hendi dan Luthfi Sempat Bahas Politik

Regional
6 Kios Terbakar di Kampar, Karyawan Penjual Bakso Tewas

6 Kios Terbakar di Kampar, Karyawan Penjual Bakso Tewas

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com