Cerita 4 Anak Muda Sumba Timur Buka Usaha Tahu Gila, Omzet Capai Rp 3 Juta Per Bulan

Kompas.com - 17/05/2021, 10:42 WIB
Margaretha Rangga Lota mencampurkan tepung khusus pada potongan tahu   sebelum digoreng. KOMPAS.com/IGNASIUS SARAMargaretha Rangga Lota mencampurkan tepung khusus pada potongan tahu  sebelum digoreng.

 

Kemudian tahu yang sudah dicuci tersebut dipotong menyerupai dadu.

"Setiap satu buah tahu dipotong dan dibagi menjadi delapan bagian yang menyerupai dadu," kata Margaretha.

Potongan tahu itu dicampurkan dengan tepung khusus dan digoreng sekitar 10 menit.

Setelah itu, tahu yang sudah digoreng tersebut disimpan di tempat penyaringan agar sisa minyak dapat ditiriskan.

"Kemudian dimasukkan ke dalam toples campuran. Dan, ditaburkan bumbu (penyedap rasa) sesuai pesanan pelanggan," ungkap Margaretha.

Baca juga: Halalbihalal dengan Hiburan Organ Tunggal Dibubarkan, 4 Orang Positif Narkoba

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tahu yang sudah ditaburkan bumbu itu dikocok hingga bumbunya merata.

"Lalu dimasukkan dalam kemasan, terus siap disajikan," kata Margaretha.

Menurut Margaretha, proses pembuatan Tahu Gila Waingapu hingga siap disajikan kepada pelanggan memakan waktu 15 menit.

Waktu jualan dan harga

Aditya Rambu Wini mengatakan, tempat jualan dibuka setiap Senin hingga Sabtu. Sementara pada hari Minggu, Tahu Gila Waingapu tidak beroperasi.

Awalnya tempat jualan tersebut dibuka mulai pukul 17.00 Wita dan tutup pada pukul 22.00 Wita.

Namun saat ini, Tahu Gila Waingapu beroperasi pada pukul 10.00 Wita hingga pikul 20.00 Wita. Hal tersebut karena ada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sumba Timur.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dilalap Api Selama 3 Jam, Kandang Ayam Berisi Ribuan Ekor Ludes Terbakar, Kerugian Rp 900 Juta

Dilalap Api Selama 3 Jam, Kandang Ayam Berisi Ribuan Ekor Ludes Terbakar, Kerugian Rp 900 Juta

Regional
Kronologi Pengasah Pisau Jagal Bunuh Adik Ipar di Mataram, Dipicu Sampah, Tikam Korban yang Tidur dengan Cucu

Kronologi Pengasah Pisau Jagal Bunuh Adik Ipar di Mataram, Dipicu Sampah, Tikam Korban yang Tidur dengan Cucu

Regional
3 Rute KA Lokal di Daop 7 Madiun Kembali Beroperasi, Penumpang Wajib Tunjukkan Bukti Vaksin

3 Rute KA Lokal di Daop 7 Madiun Kembali Beroperasi, Penumpang Wajib Tunjukkan Bukti Vaksin

Regional
5 Hal Soal Sekapuk, Desa Miliarder di Gresik yang Dulu Tertinggal, Kini Miliki 5 Mobil Mewah yang Dibeli Tunai

5 Hal Soal Sekapuk, Desa Miliarder di Gresik yang Dulu Tertinggal, Kini Miliki 5 Mobil Mewah yang Dibeli Tunai

Regional
Capaian Vaksinasi Rendah di Pandeglang, Ini Penjelasan Pemkab

Capaian Vaksinasi Rendah di Pandeglang, Ini Penjelasan Pemkab

Regional
Pratu Ida Bagus Putu Gugur Ditembak KKB di Papua, Sempat Bawa Ribuan Masker untuk Dibagikan

Pratu Ida Bagus Putu Gugur Ditembak KKB di Papua, Sempat Bawa Ribuan Masker untuk Dibagikan

Regional
'Saya Kira Pembunuh Saudara Saya Ini Sudah Mati, Tahu-tahunya Masih Hidup...'

"Saya Kira Pembunuh Saudara Saya Ini Sudah Mati, Tahu-tahunya Masih Hidup..."

Regional
Kades Nyentrik di Gresik Sulap Bekas Galian Tambang Batu Kapur Jadi Destinasi Wisata Setigi, Kini Jadi Desa Miliarder

Kades Nyentrik di Gresik Sulap Bekas Galian Tambang Batu Kapur Jadi Destinasi Wisata Setigi, Kini Jadi Desa Miliarder

Regional
Muncul Klaster Covid-19 di Sekolah di Jawa Tengah, Anggota DPRD Jateng: Stop Dulu PTM

Muncul Klaster Covid-19 di Sekolah di Jawa Tengah, Anggota DPRD Jateng: Stop Dulu PTM

Regional
Mengenal Nasi Boranan yang Sah Jadi Milik Kabupaten Lamongan

Mengenal Nasi Boranan yang Sah Jadi Milik Kabupaten Lamongan

Regional
Resmi Milik Kabupaten Lamongan, Apa Ciri Khas Soto Lamongan?

Resmi Milik Kabupaten Lamongan, Apa Ciri Khas Soto Lamongan?

Regional
Gubernur Viktor Usulkan Pembangunan Lab Kesehatan Hewan untuk Tangani Flu Babi Afrika di NTT

Gubernur Viktor Usulkan Pembangunan Lab Kesehatan Hewan untuk Tangani Flu Babi Afrika di NTT

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ibu di Jepara Dibunuh Anak Kandungnya | Pakaian Bekas dari Timor Leste Diselundupkan ke Indonesia

[POPULER NUSANTARA] Ibu di Jepara Dibunuh Anak Kandungnya | Pakaian Bekas dari Timor Leste Diselundupkan ke Indonesia

Regional
Ganjar Pranowo Soroti Klaster PTM Purbalingga: yang Tidak Lapor, Bubarkan!

Ganjar Pranowo Soroti Klaster PTM Purbalingga: yang Tidak Lapor, Bubarkan!

Regional
Di Balik Kasus Perusakan Batu Nisan Pemakaman Muslim di Sukoharjo, Ini Penjelasan Polisi

Di Balik Kasus Perusakan Batu Nisan Pemakaman Muslim di Sukoharjo, Ini Penjelasan Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.