Cerita 4 Anak Muda Sumba Timur Buka Usaha Tahu Gila, Omzet Capai Rp 3 Juta Per Bulan

Kompas.com - 17/05/2021, 10:42 WIB
Foto dari kiri ke kanan: Margaretha Rangga Lota (24), Katarina Solot Payon Bon Yunior (27), Maksimilianus Dodi Rau (27), dan Aditya Rambu Wini (27). KOMPAS.com/IGNASIUS SARAFoto dari kiri ke kanan: Margaretha Rangga Lota (24), Katarina Solot Payon Bon Yunior (27), Maksimilianus Dodi Rau (27), dan Aditya Rambu Wini (27).

WAINGAPU, KOMPAS.com - Seorang wanita muda tampak sibuk memotong tahu dengan bentuk menyerupai dadu. Sementara tiga orang lainnya melayani pelanggan.

Mereka adalah Margaretha Rangga Lota (24), Aditya Rambu Wini (27), Katarina Solot Payon Bon Yunior (27), dan Maksimilianus Dodi Rau (27). Mereka melayani setiap pembeli dengan ramah.

Keempatnya membuka usaha Tahu Gila Waingapu di Jalan Ikan Paus, Kelurahan Kambajawa, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Katarina Solot Payon Bon Yunior menuturkan, dirinya yang pertama kali memiliki ide untuk membuka usaha tahu gila tersebut.

Ide tersebut muncul setelah Katarina membaca informasi terkait usaha tahu gila di beberapa wilayah di Indonesia melalui Instagram. Kemudian ide itu disampaikan kepada ketiga temannya.

"Sering lihat Instagram. Searching-searching saja. Cari makanan yang paling mudah didapatkan di NTT. Kalau tahu, kebetulan segala umat (beragama) boleh (makan). Bahannya juga gampang didapatkan. Kebetulan pusat pabriknya banyak di sini (Kota Waingapu)," kata Katarina kepada Kompas.com di Waingapu, Sabtu (15/5/2021) malam.

Baca juga: Perampok Sekap Pasutri di Muba, Perkosa Istri Korban, lalu Bawa Kabur Ponsel

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menambahkan, awalnya mereka masih ragu dengan usaha di bidang kuliner. Hal itu lantaran keempatnya bukan dari latar belakang pendidikan di jurusan tata boga.

Adapun Margaretha menamatkan Sekolah Menengah Kejuruan dengan mengambil jurusan tata niaga dan Katarina merupakan lulusan kuliah dengan jurusan arsitektur.

Sementara Aditya dan Maksimilianus adalah lulusan sarjana dengan program studi teknik sipil.

Katarina mengungkapkan, keempatnya membuka usaha tersebut dengan modal nekat dan percaya diri.

Mereka mengumpulkan modal awal sebanyak Rp 12 juta. Modal tersebut digunakan membeli perlengkapan yang dibutuhkan untuk usaha penjualan tahu gila. Mereka pun mulai berjualan pada 4 Maret 2020.

18 varian rasa

Maksimilianus Dodi Rau menyebutkan, ada 18 varian rasa Tahu Gila Waingapu, seperti kari ayam, barbeque, asin, keju, pizza, jagung manis, cabe pedas level 1, cabe pedas level 2, dan cabe pedas level 3.

Ada juga rasa sapi panggang, ayam bawang, jagung bakar, balado, rumput laut, black pepper, saus keju, saus barbeque, dan saus black pepper.

Tahu yang telah digoreng disimpan pada tempat penyaringan agar sisa minyak dapat ditiriskan.KOMPAS.com/IGNASIUS SARA Tahu yang telah digoreng disimpan pada tempat penyaringan agar sisa minyak dapat ditiriskan.

"Saat ini, saus (saus keju, saus barbeque, dan saus black pepper) tidak disediakan karena kurang peminat dan cepat rusak," ujar Maksimilianus.

Margaretha Rangga Lota menjelaskan, langkah pertama membuat tahu gila adalah mencuci tahu mentah sampai bersih.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sempat Kabur Usai Tipu Petani, Oknum Polisi di NTT Akhirnya Tertangkap

Sempat Kabur Usai Tipu Petani, Oknum Polisi di NTT Akhirnya Tertangkap

Regional
Tembak Mati Ali Kalora, Satgas Madago Raya Buru 4 DPO, Siapa Saja?

Tembak Mati Ali Kalora, Satgas Madago Raya Buru 4 DPO, Siapa Saja?

Regional
Heboh Napi Tanjung Gusta Diduga Dianiaya Sipir gara-gara Tak Setor Uang, Kalapas: Jelas Tidak Benar

Heboh Napi Tanjung Gusta Diduga Dianiaya Sipir gara-gara Tak Setor Uang, Kalapas: Jelas Tidak Benar

Regional
PTM Terbatas di Banjarmasin Dimulai Besok, Jumlah Siswa di Kelas Maksimal 50 Persen

PTM Terbatas di Banjarmasin Dimulai Besok, Jumlah Siswa di Kelas Maksimal 50 Persen

Regional
3,8 Ton Sampah Diangkut dari 2 Sungai di Semarang

3,8 Ton Sampah Diangkut dari 2 Sungai di Semarang

Regional
Penjelasan RSUD Semarang soal Bus Rombongan Pegawai yang Terguling Usai Wisata di Gunungkidul

Penjelasan RSUD Semarang soal Bus Rombongan Pegawai yang Terguling Usai Wisata di Gunungkidul

Regional
Ali Kalora Tewas, Berikut Ini Daftar Nama dan Foto 4 Anggota Teroris Poso yang Masih Buron

Ali Kalora Tewas, Berikut Ini Daftar Nama dan Foto 4 Anggota Teroris Poso yang Masih Buron

Regional
Soal Video Viral Napi Mengaku Alami Kekerasan di Lapas, Kontras Sumut: Sudah Masuk Kategori Penyiksaan

Soal Video Viral Napi Mengaku Alami Kekerasan di Lapas, Kontras Sumut: Sudah Masuk Kategori Penyiksaan

Regional
Detik-detik Bus Pariwisata Berpenumpang 27 Orang Terguling di Gunungkidul, Ini Imbauan Polisi

Detik-detik Bus Pariwisata Berpenumpang 27 Orang Terguling di Gunungkidul, Ini Imbauan Polisi

Regional
Napi yang Diduga Dianiaya Petugas Tanjung Gusta Medan Baru Sehari Masuk Lapas

Napi yang Diduga Dianiaya Petugas Tanjung Gusta Medan Baru Sehari Masuk Lapas

Regional
Beredar Video Anggotanya Cekcok dengan Pedagang Saat Penertiban, Kasatpol PP Bogor: Tak Ada Pemukulan

Beredar Video Anggotanya Cekcok dengan Pedagang Saat Penertiban, Kasatpol PP Bogor: Tak Ada Pemukulan

Regional
Perjuangan Jumali, Kakek Penjual Gedek Bambu di Banyuwangi, Istri Sakit dan Dagangan Sulit Laku

Perjuangan Jumali, Kakek Penjual Gedek Bambu di Banyuwangi, Istri Sakit dan Dagangan Sulit Laku

Regional
3 Penumpang Mobil yang Tenggelam di Sungai Konaweha Ditemukan Meninggal

3 Penumpang Mobil yang Tenggelam di Sungai Konaweha Ditemukan Meninggal

Regional
Ini Alasan Banyak Kapal Asing Bebas Mondar-mandir di Laut Natuna Utara

Ini Alasan Banyak Kapal Asing Bebas Mondar-mandir di Laut Natuna Utara

Regional
Bebas dari Penjara, WN Rusia yang Terlibat Kasus Narkotika di Bali Dideportasi

Bebas dari Penjara, WN Rusia yang Terlibat Kasus Narkotika di Bali Dideportasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.