Sanksi Menanti ASN Pemkot Surabaya yang Bolos Kerja Usai Libur Lebaran

Kompas.com - 17/05/2021, 09:26 WIB
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara KOMPAS.COM/GHINAN SALMANKepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Surabaya akan memberikan sanksi kepada aparatur sipil negara (ASN) yang tidak masuk kerja tepat waktu atau bolos usai libur Lebaran.

Sanksi itu menanti jika dalam hasil rekapan, ditemukan ada ASN yang bolos pada Senin (17/5/2021).

Baca juga: 3 Anggota KKB Pimpinan Lekagak Telenggen Menyerahkan Diri

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, hari ini pihaknya masih menunggu hasil rekap dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkot Surabaya terkait pegawai yang bolos.

"Nanti akan direkap laporan dari masing-masing OPD, termasuk oleh BKD sama inspektorat. Kalau sudah direkap dan ada pegawai yang tanpa keterangan (bolos), otomatis ada sanksi yang berlaku," kata Febri saat dikonfirmasi, Senin (17/5/2021).

Febri menyebut, sanksi bagi ASN yang tidak masuk kerja tepat waktu sudah disosialisaikan jauh-jauh hari, terhitung mulai 11 Mei.

"Sebenarnya ketika liburan kemarin itu, juga ada jadwal piketnya. Jadi sudah dipetakan waktu piketnya agar (ASN) tidak pergi ke luar kota," ujar Febri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Febri menjelaskan sanksi akan disesuaikan dengan bentuk pelanggaran yang dibuat ASN.

"Sanksinya macam-macam. Ibaratnya pelanggarannya karena memang disengaja, seperti pergi luar kota, tentunya sanksinya berat. Sesuai penilaiannya, berat seperti apa, sedang itu seperti apa, tergantung ketika dicek langsung atasannya seperti apa. Kalau ngomong sampai pemecatan bisa saja. Kalau seandainya alasannya tidak bisa di pertanggungjawabkan," ungkap Febri.

Namun, apabila keterangan ASN yang tidak masuk kerja tepat waktu bisa diterima secara rasional, Febri menyebut sankinya berupa teguran tertulis.

"Tapi bagi ASN, sanksi tertulis itu sudah berat, karena bisa berpengaruh pada kepangkatan," tutur Febri.

Baca juga: Perampok Sekap Pasutri di Muba, Perkosa Istri Korban, lalu Bawa Kabur Ponsel

Sementara itu, hingga pagi ini, Pemkot Surabaya masih melakukan rekap ASN yang masuk tidak tepat waktu atau bolos, mulai dari tingkat kelurahan hingga OPD tertinggi.

"Saat ini masih dilakukan rekap mulai dari keluruhan hingga OPD tertinggi. Paling nanti jam dua bisa disampaikan (hasilnya), kami masih menunggu dari BKD," ucap Febri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tragis, Pasien Covid-19 Diikat, Diseret dan Dipukuli Warga gara-gara Isoman di Rumah

Tragis, Pasien Covid-19 Diikat, Diseret dan Dipukuli Warga gara-gara Isoman di Rumah

Regional
Kronologi Pasien Covid-19 Dianiaya Warga hingga Babak Belur, Berawal Dipaksa Isoman di Hutan

Kronologi Pasien Covid-19 Dianiaya Warga hingga Babak Belur, Berawal Dipaksa Isoman di Hutan

Regional
Lagi, Solo Terima Hibah 200 Tabung Oksigen dari Singapura

Lagi, Solo Terima Hibah 200 Tabung Oksigen dari Singapura

Regional
Kisah Pilu Seorang Pria Positif Covid-19, Dianiaya Warga gara-gara Lakukan Isoman di Rumah

Kisah Pilu Seorang Pria Positif Covid-19, Dianiaya Warga gara-gara Lakukan Isoman di Rumah

Regional
Cerita Pelatih soal Windy Cantika, Peraih Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020: Sejak Kecil Sudah Beda

Cerita Pelatih soal Windy Cantika, Peraih Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020: Sejak Kecil Sudah Beda

Regional
Gempa M 5,6 Guncang Talaud Sulut, Terasa hingga Manado

Gempa M 5,6 Guncang Talaud Sulut, Terasa hingga Manado

Regional
Sales Kacang Meninggal Mendadak Saat Tawarkan Dagangannya

Sales Kacang Meninggal Mendadak Saat Tawarkan Dagangannya

Regional
Target 2.000 Per Hari, Vaksinasi di Sesko AU Bandung Barat Sasar Pemulung, Pengasong, dan Pelaku Pariwisata

Target 2.000 Per Hari, Vaksinasi di Sesko AU Bandung Barat Sasar Pemulung, Pengasong, dan Pelaku Pariwisata

Regional
Sebelum Diikat, Diseret, dan Dipukuli Pakai Kayu, Pasien Covid-19 Sempat Dipaksa Isoman di Hutan

Sebelum Diikat, Diseret, dan Dipukuli Pakai Kayu, Pasien Covid-19 Sempat Dipaksa Isoman di Hutan

Regional
Cerita Kakak Beradik di NTT yang Sama-sama Lolos Jadi Anggota Polisi: Kami Berikan yang Terbaik bagi Orangtua

Cerita Kakak Beradik di NTT yang Sama-sama Lolos Jadi Anggota Polisi: Kami Berikan yang Terbaik bagi Orangtua

Regional
Tingkatkan Imunitas Warga Isoman, Mahasiswa Solo Berikan Paket Buah-buahan

Tingkatkan Imunitas Warga Isoman, Mahasiswa Solo Berikan Paket Buah-buahan

Regional
Asrama Haji di Kota Madiun Disulap Jadi RSL, Bisa Tampung 182 Pasien Covid-19

Asrama Haji di Kota Madiun Disulap Jadi RSL, Bisa Tampung 182 Pasien Covid-19

Regional
Diguyur Hujan, Jalan di Latimojong Luwu Berubah seperti Sungai Beraliran Deras

Diguyur Hujan, Jalan di Latimojong Luwu Berubah seperti Sungai Beraliran Deras

Regional
Hendak Isoman di Rumah, Pria Ini Justru Dianiaya Warga, Keponakan: Paman Diperlakukan seperti Binatang

Hendak Isoman di Rumah, Pria Ini Justru Dianiaya Warga, Keponakan: Paman Diperlakukan seperti Binatang

Regional
Sebanyak 5 Rumah di Blora Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 550 Juta

Sebanyak 5 Rumah di Blora Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 550 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X