Sebelum Ditutup, Objek Wisata Pariaman Hasilkan PAD Rp 60 Juta dalam Dua Hari Libur Lebaran

Kompas.com - 16/05/2021, 12:09 WIB
Perahu nelayan di Pantai Kata, Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (7/6/2011). Pantai Kata merupakan salah satu daya tarik wisata pantai di kota Pariaman, Sumatera Barat.  KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESPerahu nelayan di Pantai Kata, Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (7/6/2011). Pantai Kata merupakan salah satu daya tarik wisata pantai di kota Pariaman, Sumatera Barat.

PADANG, KOMPAS.com - Sebelum resmi ditutup hari ini, objek wisata di Pariaman, Sumatera Barat telah menerima kunjungan 11.335 wisatawan selama dua hari libur Lebaran 2021.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pariaman, tercatat ada 3.128 wisatawan yang masuk ke Pariaman pada Jumat (14/5/2021).

Kemudian meningkat menjadi 8.207 wisatawan pada Sabtu (15/5/2021), dengan destinasi unggulan Pantai Gandoriah, Pantai Kata dan Pulau Angso Duo.

"Dari dua hari kunjungan wisatawan itu, kita berhasil mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp 60 juta," kata Wali Kota Pariaman, Genius Umar, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (16/5/2021).

Baca juga: Sempat Dibuka, Seluruh Objek Wisata di Pariaman Mendadak Ditutup Mulai Hari Ini

Genius memprediksi pengunjung akan membludak jika objek wisat masih dibuka hari ini, sehingga protokol kesehatan sulit diterapkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai antisipasi, Pemkot Pariaman menutup seluruh objek wisata terhitung hari ini hingga Senin (17/5/2021).

Keputusan ini diambil Genius dalam rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah setempat, Minggu dini hari.

"Dengan berat hati kita tutup setelah sempat kita buka. Ini keputusan bersama mengingat membludaknya pengunjung," kata Genius.

Baca juga: Resmikan Pasar Rakyat Kota Pariaman, Wapres Harap Jadi Motor Penggerak UMKM

Ia menuturkan, awalnya Pariaman berstatus zona kuning dan diperbolehkan membuka objek wisata dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Pembukaan objek wisata itu ternyata disambut antusias pengunjung yang mayoritas berasal dari Sumbar.

"Kita tidak ingin terjadinya penularan Covid-19 di objek wisata. Daerah tetangga masih ada yang berada di zona oranye sehingga kita takut terjadi penularan," tutur dia.

Genius mengatakan, pemkot bekerja sama dengan TNI dan Polri terkait penutupan objek wisata.

"Selain itu kita kerahkan juga Dishub dan Satpol PP," kata Genius.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ruangan Kelas dan Lab Komputer SMKN 7 Ende Rusak Diterjang Longsor

Ruangan Kelas dan Lab Komputer SMKN 7 Ende Rusak Diterjang Longsor

Regional
Sepeda Motor Tabrak Mobil dan Pejalan Kaki, Satu Orang Tewas, 2 Lainnya Luka-luka

Sepeda Motor Tabrak Mobil dan Pejalan Kaki, Satu Orang Tewas, 2 Lainnya Luka-luka

Regional
Sisir Gunung Botak, Polisi Musnahkan Puluhan Bak Rendaman dan Tenda Penambang Liar

Sisir Gunung Botak, Polisi Musnahkan Puluhan Bak Rendaman dan Tenda Penambang Liar

Regional
PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Mataram Siapkan Bantuan JPS

PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Mataram Siapkan Bantuan JPS

Regional
Klaim Angka Covid-19 Terus Turun, Gibran Optimistis Solo Masuk Level 3 dalam Sepekan

Klaim Angka Covid-19 Terus Turun, Gibran Optimistis Solo Masuk Level 3 dalam Sepekan

Regional
Cerita 2 Pelajar di Malang Jadi Relawan Covid-19, Berawal dari Rasa Prihatin Kasus Corona Meningkat

Cerita 2 Pelajar di Malang Jadi Relawan Covid-19, Berawal dari Rasa Prihatin Kasus Corona Meningkat

Regional
8 Bulan Insentif Nakes di Maluku Tengah Belum Dibayar, Ketua DPRD: Mereka Bertaruh Nyawa...

8 Bulan Insentif Nakes di Maluku Tengah Belum Dibayar, Ketua DPRD: Mereka Bertaruh Nyawa...

Regional
45 Tahun Berkarya, PT Timah Diminta Lebih Ramah Lingkungan dan Berpihak ke Rakyat

45 Tahun Berkarya, PT Timah Diminta Lebih Ramah Lingkungan dan Berpihak ke Rakyat

Regional
Buat Status WhatsApp Tuding RSUD Memperjualbelikan Oksigen, Pria di Probolinggo Ditangkap

Buat Status WhatsApp Tuding RSUD Memperjualbelikan Oksigen, Pria di Probolinggo Ditangkap

Regional
Kekurangan Tabung Oksigen, Pemprov Jambi akan Datangkan dari Malaysia

Kekurangan Tabung Oksigen, Pemprov Jambi akan Datangkan dari Malaysia

Regional
Seluruh Ruas Jalan yang Sempat Ditutup di Kota Semarang Dibuka Serentak Selasa Sore

Seluruh Ruas Jalan yang Sempat Ditutup di Kota Semarang Dibuka Serentak Selasa Sore

Regional
Perpanjangan PPKM Level 4 di Medan, Walkot Bobby: Penyekatan Dalam Kota Dikurangi

Perpanjangan PPKM Level 4 di Medan, Walkot Bobby: Penyekatan Dalam Kota Dikurangi

Regional
Cerita Warga Rela Antre Vaksinasi Massal, Berdesakan, hingga Pingsan: Demi Sertifikat Vaksin, agar Bisa ke Luar Kota

Cerita Warga Rela Antre Vaksinasi Massal, Berdesakan, hingga Pingsan: Demi Sertifikat Vaksin, agar Bisa ke Luar Kota

Regional
Penyebaran Covid-19 Belum Terkendali, Ini Daerah Berstatus Zona Merah di Provinsi Lampung

Penyebaran Covid-19 Belum Terkendali, Ini Daerah Berstatus Zona Merah di Provinsi Lampung

Regional
Wali Kota Malang: Vaksin Covid-19 Tersisa 30.000 Dosis, 3 Hari Lagi Habis

Wali Kota Malang: Vaksin Covid-19 Tersisa 30.000 Dosis, 3 Hari Lagi Habis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X