Libur Lebaran, Warga Luar Karawang yang Berwisata Bakal Diputar Balik

Kompas.com - 15/05/2021, 08:25 WIB
Wisatawan memadati Pantai Tanjung Pakis, Pakisjaya, Karawang, Jawa Barat, Senin (1/6/2020).  Meski penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kabupaten Karawang masih diperpanjang hingga 14 Juni 2020, namun masyarakat sudah memadati lokasi wisata yang berada di Pantai Tanjung Pakis Karawang. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/pras. ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu ChazarWisatawan memadati Pantai Tanjung Pakis, Pakisjaya, Karawang, Jawa Barat, Senin (1/6/2020). Meski penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kabupaten Karawang masih diperpanjang hingga 14 Juni 2020, namun masyarakat sudah memadati lokasi wisata yang berada di Pantai Tanjung Pakis Karawang. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/pras.

KARAWANG, KOMPAS.com - Warga luar Karawang yang berwisata ke kabupaten berjuluk Kota Lumbung Padi bakal diputar balik.

Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang membuka tempat wisata saat libur Lebaran 2021 hanya bagi warganya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karawang Yudi Yudiawan mengatakan Bupati Karawang mengambil kebijakan destinasi wisata hanya diperuntukkan bagi warga ber-KTP Karawang atau tinggal di wilayahnya.

"Kalau dari luar, akan kita tolak dan putar balik," kata Yudi melalui sambungan telepon, Jumat (14/5/2021).

Baca juga: Positif Antigen, Pemudik dari Karawang Terpaksa Berlebaran di Rusunawa Tegalsari untuk Isolasi

Pihaknya, ujar Yudi, telah mensosialisasikan kebijakan tersebut keada para pengelola wisata di Karawang.

Mereka diminta memastikan protokol kesehatan Covid-19 di terapkan. Termasuk mengatur kapasitas kunjungan sesuai yang disyaratkan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memberikan bantuan 1.000 alat swab antigen untuk dilakukan secara acak kepada pengunjung.

Ia menyebut diperkirakan pengunjung wisata di seluruh destinasi wisata Karawang selama libur Lebaran sekitar satu juta orang. Termasuk kunjungan di hotel-hotel.

"Hari ini memang sudah ada yang wisata. Tetapi kemungkinan besok yang bakal lebih ramai," ungkap Yudi.

Baca juga: Terjadi Penumpukan, Pemudik Diloloskan Sementara di Perbatasan Bekasi-Karawang



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

86 Persen dari 72 Sampel Covid-19 di Kudus Terpapar Varian India

86 Persen dari 72 Sampel Covid-19 di Kudus Terpapar Varian India

Regional
Polisi Minta Pembunuh Sopir Taksi Online di Aceh Serahkan Diri: Kalau Tidak Kami Uber Sampai Ketemu

Polisi Minta Pembunuh Sopir Taksi Online di Aceh Serahkan Diri: Kalau Tidak Kami Uber Sampai Ketemu

Regional
Wali Kota Salatiga Sekeluarga Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Wali Kota Salatiga Sekeluarga Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Regional
Rumah Kontrakan Jadi Pabrik Narkoba, Petugas Temukan 700.000 Pil Trihexyphenidyl

Rumah Kontrakan Jadi Pabrik Narkoba, Petugas Temukan 700.000 Pil Trihexyphenidyl

Regional
Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus, Ganjar Minta Ada Gerakan 5 Hari di Rumah Saja

Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus, Ganjar Minta Ada Gerakan 5 Hari di Rumah Saja

Regional
Kaltara Catat Ratusan Ekor Babi Mati, Diduga Kena Virus ASF dari Malaysia

Kaltara Catat Ratusan Ekor Babi Mati, Diduga Kena Virus ASF dari Malaysia

Regional
Ganjar Sebut Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus

Ganjar Sebut Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus

Regional
Ada Instruksi dari Kapolri, Ratusan Terduga Preman di Semarang Ditangkap

Ada Instruksi dari Kapolri, Ratusan Terduga Preman di Semarang Ditangkap

Regional
Detik-detik Pohon Mahoni Roboh Timpa Avanza, Warga Berteriak, Sopir Kaget Injak Gas

Detik-detik Pohon Mahoni Roboh Timpa Avanza, Warga Berteriak, Sopir Kaget Injak Gas

Regional
Padang Pariaman Zona Merah Covid-19, Sekolah Kembali Ditutup

Padang Pariaman Zona Merah Covid-19, Sekolah Kembali Ditutup

Regional
Piring Keramik dari Era Kolonial Belanda Ditemukan Saat Warga Gali Liang Lahad

Piring Keramik dari Era Kolonial Belanda Ditemukan Saat Warga Gali Liang Lahad

Regional
Sebelum Tewas Dibunuh Anaknya, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Sebelum Tewas Dibunuh Anaknya, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Regional
Harga Tak Wajar di Curug Bidadari, HTM Rp 45.000 dan Titip Barang Bayar Rp 30.000, Ada di Lahan Sengketa

Harga Tak Wajar di Curug Bidadari, HTM Rp 45.000 dan Titip Barang Bayar Rp 30.000, Ada di Lahan Sengketa

Regional
Soal Biaya Tak Wajar di Curug Bidadari, Warganet: Pas Hujan Ikut Berteduh pun Disuruh Bayar

Soal Biaya Tak Wajar di Curug Bidadari, Warganet: Pas Hujan Ikut Berteduh pun Disuruh Bayar

Regional
Tiga Koperasi Bongkar Muat Nunukan Berselisih, KSOP Khawatirkan Banyak Buruh akan Menganggur

Tiga Koperasi Bongkar Muat Nunukan Berselisih, KSOP Khawatirkan Banyak Buruh akan Menganggur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X