Tragedi dari Ledakan Petasan, Sebuah Teguran yang Berakhir 4 Nyawa Melayang...

Kompas.com - 14/05/2021, 05:16 WIB
Tangkapan layar video tragedi ledakan petasan di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (12/5/2021). KOMPAS.COM/MOHAMAD IQBAL FAHMITangkapan layar video tragedi ledakan petasan di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (12/5/2021).

KOMPAS.com - Menjelang waktu puasa berakhir, Rabu (12/5/2021) pukul 17.30 WIB, Muhammad Taufiq Hidayat (27) dan beberapa pemuda sengaja merakit petasan untuk memeriahkan momen Lebaran.

Mereka membuat sendiri selongsong petasan dari kertas bekas hanya berdasarkan pengalaman.

Namun, kemeriahan yang direncanakan berubah menjadi petaka.

Suara ledakan tiba-tiba menggelegar, memecah kedamaian senja di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah.

Untung (55), ayah Taufiq Hidayat, yang sedang berada di belakang rumah terkesiap.

Baca juga: Dari 7 Orang Peracik Petasan, Waktu Memasukkan Bubuk ke Selongsong, Separuhnya Merokok

Darahnya berdesir, firasat buruk memenuhi hatinya saat sadar suara tersebut berasal dari arah rumahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lintang pukang Untung berlari ke arah suara. Pemandangan mengerikan menyambut Untung yang tiba di lokasi.

Tubuh para korban sudah bergelimpangan. Darah ada di mana-mana.

Bahkan, beberapa korban tak dapat dikenali wajahnya.

Taufiq, putra dari Untung, bersama dengan tujuh pemuda lainnya menjadi korban ledakan petasan.

"Sudah pada tergeletak. Tidak bergerak. Darah di mana-mana. Sampai saya tidak bisa mengenali wajah anak saya," ungkap Untung.

 

Sempat menegur 

Untung tidak pernah tahu putranya yang baru saja pulang dari perantauan mendapatkan serbuk petasan dari mana. 

Beberapa hari sebelumnya, Untung sempat menegur anaknya untuk tidak membuat petasan.

Sebab, lingkungan sekitarnya disebut tidak semuanya suka dengan suara petasan.

Selain Taufik Hidayat anaknya, korban tewas lain dari kejadian ini yakni Rizky Efendi (21), Rio Dwi Pangestu (22) dan Sugiyanto (23).

Baca juga: Detik-detik Ledakan Petasan yang Tewaskan 3 Orang, Tubuh Bergelimpangan, Wajah Korban Tak Bisa Dikenali

Sugiyanto mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Prembun.

"Jadi totalnya ada empat korban meninggal," kata Kapolres Kebumen, AKBP Piter Yanottama saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (13/5/2021).

Korban luka-luka dari kejadian ini yakni Bambang Priyono (29), Alib (24), Irwan (25), dan Ratna.

Tiga orang korban luka telah kembali ke rumah. Sementara satu korban lagi kondisinya kian membaik setelah sempat kritis pada malam sebelumnya.

"Tinggal satu yang masih di rumah sakit, semuanya luka bakar, tapi yang sudah pulang ke rumah rata-rata luka ringan," ujar dia.

 

Ledakan dahsyat

Ledakan yang terjadi begitu dahsyat. Kuatnya ledakan membuat tembok dan plafon rumah Untung hancur.

Bangunan fasad rumah rusak parah.

Terkait tragedi tersebut, jajaran Polres Kebumen sepekan lalu telah melakukan antisipasi dengan menggelar razia dan berhasil menyita 215 kilogram serbuk petasan.

Baca juga: Bertambah, Total Korban Meninggal Tragedi Ledakan Petasan Jadi 4 Orang

Bahkan, untuk memusnahkan barang berbahaya tersebut, Kapolres melibatkan Tim Gegana Brimob Polda Jateng di kawasan Puslitbang TNI AD atau di bibir Pantai Setrojenar Buluspesantren.

"Kasus ini masih didalami oleh Tim Labfor, tapi diperkirakan bahan bubuk yang ada di lokasi sekitar 2-3 kilogram," ujar dia.

Polisi mengaku tengah mencari tahu dari mana asal usul bahan untuk petasan yang diracik para korban.

(KOMPAS.COM/M IQBAL FAHMI)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksin Ibu Hamil di Banyumas Gunakan Moderna, Dimulai Akhir Agustus

Vaksin Ibu Hamil di Banyumas Gunakan Moderna, Dimulai Akhir Agustus

Regional
Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran Jabar Diduga Coba Bunuh Diri, Kirim Rekaman Singgung PPKM

Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran Jabar Diduga Coba Bunuh Diri, Kirim Rekaman Singgung PPKM

Regional
Gerak Cepat Penanganan Covid-19 di Desa Runut, Sikka, Disiplin Lakukan Pencegahan hingga Dipuji Satgas

Gerak Cepat Penanganan Covid-19 di Desa Runut, Sikka, Disiplin Lakukan Pencegahan hingga Dipuji Satgas

Regional
Tempat Isolasi Terpusat Ditolak Warga, Pasien Covid-19 di Nusa Penida Bali Terpaksa Isoman

Tempat Isolasi Terpusat Ditolak Warga, Pasien Covid-19 di Nusa Penida Bali Terpaksa Isoman

Regional
Rumah Sakit di Magelang Ini Gelar Vaksinasi Covid-19 Drive-Thru, Sasar Keluarga Serumah

Rumah Sakit di Magelang Ini Gelar Vaksinasi Covid-19 Drive-Thru, Sasar Keluarga Serumah

Regional
Rahasia Warga Sembir Salatiga yang Nihil Kasus Covid-19

Rahasia Warga Sembir Salatiga yang Nihil Kasus Covid-19

Regional
Kabar Baik, Karawang Akan Dapat 200.000 Dosis untuk Program Vaksinasi Keluarga

Kabar Baik, Karawang Akan Dapat 200.000 Dosis untuk Program Vaksinasi Keluarga

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 4 Agustus 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 4 Agustus 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 4 Agustus 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 4 Agustus 2021

Regional
Sempat Menipis, Kabupaten Tegal Dapat Tambahan 23.448 Dosis Vaksin dari Provinsi

Sempat Menipis, Kabupaten Tegal Dapat Tambahan 23.448 Dosis Vaksin dari Provinsi

Regional
Warga Datangi Kantor Kepala Daerah, Protes Tak Kunjung Dapat Suntikan Vaksin Kedua

Warga Datangi Kantor Kepala Daerah, Protes Tak Kunjung Dapat Suntikan Vaksin Kedua

Regional
Gara-gara Cekcok Soal Selingkuh, 30 Rumah Warga Ludes Terbakar, Ini Ceritanya

Gara-gara Cekcok Soal Selingkuh, 30 Rumah Warga Ludes Terbakar, Ini Ceritanya

Regional
7 Pegawai Terkonfirmasi Positif Covid-19, Kantor BKD Kota Blitar Ditutup

7 Pegawai Terkonfirmasi Positif Covid-19, Kantor BKD Kota Blitar Ditutup

Regional
PPKM Level 4 Diperpanjang, 36 Ruas Jalan di Kota Tegal Kembali Ditutup Barikade Beton

PPKM Level 4 Diperpanjang, 36 Ruas Jalan di Kota Tegal Kembali Ditutup Barikade Beton

Regional
Pengantin Baru Buang Bayi ke Sumur Tetangga, Ini Faktanya

Pengantin Baru Buang Bayi ke Sumur Tetangga, Ini Faktanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X