4 Fakta Ledakan Petasan di Kebumen, 3 Orang Tewas, Tembok dan Plafon Rumah Hancur

Kompas.com - 13/05/2021, 07:40 WIB
Polisi melakukan oleh tempat kejadian perkara ledakan mercon yang menewaskan 3 orang di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (12/5/2021). KOMPAS.COM/Dok Humas Polres KebumenPolisi melakukan oleh tempat kejadian perkara ledakan mercon yang menewaskan 3 orang di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (12/5/2021).

KOMPAS.com - Setidaknya tiga orang tewas dan lima lainnya luka-luka saat terjadi ledakan petasan di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (12/5/2021), sekitar pukul 17.30 WIB.

Menurut polisi, ledakan terjadi saat para korban meracik petasan di rumah milik warga bernama Untung (55).

Sejumlah warga mengatakan, kondisi para korban luka parah dan bergelimpangan di lokasi kejadian.

Baca juga: Dikira Bangkai Kucing, Warga di Magelang Gempar Temukan Jasad Bayi di Selokan

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Plafon dan tembok rumah hancur

Tangkapan layar video tragedi ledakan petasan di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (12/5/2021).KOMPAS.COM/MOHAMAD IQBAL FAHMI Tangkapan layar video tragedi ledakan petasan di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (12/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akibat ledakan itu, tembok dan plafon rumah Untung hancur. Dari keterangan polisi, ledakan terjadi di tengah-tengah para korban meracik petasan.

"Ledakan berawal dari aktivitas meracik mercon oleh sekelompok warga," kata AKBP Piter saat memimpin langsung jalannya olah TKP.

Saat ini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut untuk melacak asal usul bahan petasan yang diracik para korban.

Baca juga: Anak Beli Voucher Game Rp 800.000, Seorang Ayah Marahi Kasir Indomaret: Ini Masih di Bawah Umur

 

2. Kondisi korban mengenaskan

Untung menjelaskan, saat ledakan itu terjadi dirinya sedang berada di belakang rumah. Setelah terjadi ledakan, dirinya segera berlari menuju ke lokasi sumber ledakan.

Saat itu dia melihat tubuh para korban bergelimpangan, salah satunya anaknya sendiri, Muhammad Taufik Hidayat (27).

"Sudah pada tergeletak. Tidak bergerak. Darah di mana-mana. Sampai saya tidak bisa mengenali wajah anak saya," ungkap dia.

Baca juga: Rumah Peracik Petasan Meledak, 3 Orang Tewas, 5 Luka-luka

3. Daftar korban tewas dan luka

Piter menjelaskan, para korban meninggal dan luka telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prembun.

Untuk daftar korban adalah, Muhammad Taufik Hidayat (27), Rizky (19) dan Sugiyanto (23).

Untuk korban luka adalah Bambang Priyono (29), Rio Dwi Pangestu (22), Alib (24), Irwan (25) dan Ratna.

Baca juga: Detik-detik Ledakan Petasan yang Tewaskan 3 Orang, Tubuh Bergelimpangan, Wajah Korban Tak Bisa Dikenali

4. Lacak asal usul bahan petasan

Piter mengatakan, polisi tengah melakukan pendalam terkait asal usul bahan petasan itu.

Hal senada juga diungkapkan Untung. Dirinya bahkan sudah mengingatkan putranya untuk tidak meracik petasan.

Alasannya, warga setempat merasa tak nyaman dengan suara petasan.

Seperti diberitakan sebelumnya, kerasnya suara ledakan di rumah Untung itu membuat gempar warga desa yang sedang bersiap menyamut lebaran.

(Penulis: Kontributor Banyumas, M Iqbal Fahmi | Editor: Robertus Belarminus)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat Perempuan yang Ditemukan Terkubur di Sleman Dipastikan Korban Pembunuhan

Mayat Perempuan yang Ditemukan Terkubur di Sleman Dipastikan Korban Pembunuhan

Regional
Kekerasan Seksual Anak di Ambon Meningkat Selama Pandemi, Polisi: Umumnya, Pelaku Orang Dekat

Kekerasan Seksual Anak di Ambon Meningkat Selama Pandemi, Polisi: Umumnya, Pelaku Orang Dekat

Regional
Perluas Tracing di Desa dan Kelurahan, Pemkab Banyuwangi Rekrut 669 Relawan

Perluas Tracing di Desa dan Kelurahan, Pemkab Banyuwangi Rekrut 669 Relawan

Regional
Warga Sekitar GOR Soekarno-Hatta Blitar Akhirnya Menerima Rencana Pendirian RS Darurat

Warga Sekitar GOR Soekarno-Hatta Blitar Akhirnya Menerima Rencana Pendirian RS Darurat

Regional
Kata Polisi soal Foto Viral Kerumunan Pendaftaran Vaksinasi di Mapolresta Banyumas

Kata Polisi soal Foto Viral Kerumunan Pendaftaran Vaksinasi di Mapolresta Banyumas

Regional
Sebuah Jembatan di Pulau Seram Ambruk Setelah Dilewati Truk Bermuatan Kayu

Sebuah Jembatan di Pulau Seram Ambruk Setelah Dilewati Truk Bermuatan Kayu

Regional
Mobil Penabrak Lari Pesepeda di Makassar Ternyata Milik Pemkab Takalar, Wakil Bupati Minta Maaf

Mobil Penabrak Lari Pesepeda di Makassar Ternyata Milik Pemkab Takalar, Wakil Bupati Minta Maaf

Regional
Ada Yayasan Komunitas Difabel di Tegal, Bisa Kembangkan Potensi 12.000 Anggotanya

Ada Yayasan Komunitas Difabel di Tegal, Bisa Kembangkan Potensi 12.000 Anggotanya

Regional
KAI Sumut Wajibkan Penumpang Bawa Dokumen Vaksinasi

KAI Sumut Wajibkan Penumpang Bawa Dokumen Vaksinasi

Regional
43 Dokter Gugur Selama Penanganan Covid-19 di Jawa Tengah

43 Dokter Gugur Selama Penanganan Covid-19 di Jawa Tengah

Regional
Terpapar Covid-19, Anggota DPRD Kota Probolinggo Hamid Rusdi Meninggal

Terpapar Covid-19, Anggota DPRD Kota Probolinggo Hamid Rusdi Meninggal

Regional
Nuryani, Perempuan Tangguh Pengubur Jenazah Pasien Covid-19

Nuryani, Perempuan Tangguh Pengubur Jenazah Pasien Covid-19

Regional
Siswa SMP di Sleman Tewas Dalam Rumah, Diduga Dibunuh Kenalannya

Siswa SMP di Sleman Tewas Dalam Rumah, Diduga Dibunuh Kenalannya

Regional
Pria Asal Surabaya Ditemukan Tewas di Hotel, Polisi: Korban Hampir Seminggu Menginap

Pria Asal Surabaya Ditemukan Tewas di Hotel, Polisi: Korban Hampir Seminggu Menginap

Regional
Diperingatkan Luhut, Pemerintah DI Yogyakarta Rencanakan Tambah Bed di Rumah Sakit Rujukan

Diperingatkan Luhut, Pemerintah DI Yogyakarta Rencanakan Tambah Bed di Rumah Sakit Rujukan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X