20 Petasan Meledak Tewaskan 2 Orang, Polisi Amankan Barang Bukti 4 Kilogram Bubuk Mesiu

Kompas.com - 11/05/2021, 17:11 WIB
Ilustrasi ledakan. ShutterstockIlustrasi ledakan.

 

Periksa saksi-saksi

Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi yang berada di lokasi kejadian saat terjadi ledakan.

Sedangkan, para korban lain masih belum bisa dimintai keterangan, lantaran masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kami lakukan pemeriksaan terhadap dua saksi korban, yang mengalami luka ringan. Saksi lain yang berada di lokasi belum bisa kami mintai keterangan, sebab masih menjalani perawatan medis,” ujar AKP Heri Purwanto.

Baca juga: Bebas dari Penjara, Mantan Petinggi Sunda Empire Ingin Diangkat Jadi Duta Bangsa dan Selesaikan Konflik KKB

Diduga, petasan meledak pada saat korban memasukkan sumbu kedalam gulungan kertas yang sudah berisi bubuk mesiu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

“Diduga, ledakan dipicu ketika korban memasukkan sumbu kedalam gulungan petasan. Apa karena terlalu kuat memasukkannya, sehingga timbul percikan dan meledak,” ujar AKP Heri Purwanto.

Saat olah tempat kejadian, polisi juga menemukan titik pusat ledakan yakni lantai semen berlubang sedalam sekitar 5 sentimeter, dengan diameter 40 sentimeter.

Baca juga: 2 Orang Tewas, 7 Luka-luka akibat Ledakan Saat Meracik Petasan di Tulungagung

Sentra petasan

Polisi menyebut, desa Sukorejowetan menjadi salah satu sentra bermain petasan saat Lebaran.

Menurut pengakuan saksi, rumah tempat kejadian telah dua kali digunakan untuk memproduksi petasan setiap menjelang Hari Raya.

“Dari keterangan, rumah tersebut sudah dua kali membuat petasan. Yakni jelang lebaran tahun 2020, dan jelang lebaran tahun ini 2021,” ujar AKP Heri Purwanto.

Sebelumnya, sekitar pukul 23.00 Wib, Senin (10/05/2021) terjadi ledakan besar di sebuah rumah kosong di desa Sukorejo Wetan, kecamatan Rejotangan Tulungagung.

Ledakan yang berasal dari petasan mengakibatkan dua korban meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka.

Selain mengakibatkan korban meninggal dan luka, atap rumah tempat membuat petasan porak-poranda.

Sedangkan bagian dalam rumah berserakan, dipenuhi sobekan kertas serta benda lainnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Remaja 14 Tahun Tewas di Tangan Kekasihnya, Mengaku Hamil, Dibujuk Minum Jamu Beracun oleh Pelaku

Kisah Remaja 14 Tahun Tewas di Tangan Kekasihnya, Mengaku Hamil, Dibujuk Minum Jamu Beracun oleh Pelaku

Regional
Kantor Bank Sinarmas Pontianak Ditembaki OTK, Polisi Pastikan Bukan dari Senpi

Kantor Bank Sinarmas Pontianak Ditembaki OTK, Polisi Pastikan Bukan dari Senpi

Regional
Puluhan Prajurit Kodam Pattimura Latihan Bersama Militer AS, Pangdam: Jaga Nama Baik TNI AD

Puluhan Prajurit Kodam Pattimura Latihan Bersama Militer AS, Pangdam: Jaga Nama Baik TNI AD

Regional
Menahan Tangis, Bupati Non-aktif Muara Enim Minta Rekening Keluarganya Dibuka, Merasa Dizalimi KPK

Menahan Tangis, Bupati Non-aktif Muara Enim Minta Rekening Keluarganya Dibuka, Merasa Dizalimi KPK

Regional
Heboh Pelecehan Seksual Mahasiswi Unsri yang Diduga Dilakukan Dosen Pembimbing Skripsi, Ini Kata Pihak Kampus

Heboh Pelecehan Seksual Mahasiswi Unsri yang Diduga Dilakukan Dosen Pembimbing Skripsi, Ini Kata Pihak Kampus

Regional
Investasi Fiktif Guru Madrasah di Bogor Tipu Korbannya hingga Rp 23 Miliar, Polisi: Rekening Tersangka Tinggal Rp 200 Ribu

Investasi Fiktif Guru Madrasah di Bogor Tipu Korbannya hingga Rp 23 Miliar, Polisi: Rekening Tersangka Tinggal Rp 200 Ribu

Regional
Kawah Lumpur Kesongo Blora Meletus, Ini Kronologinya

Kawah Lumpur Kesongo Blora Meletus, Ini Kronologinya

Regional
Cerita Raju, Atlet Selancar yang Ditolak Masuk Tim PON NTT, Berhasil Raih 2 Medali di Papua

Cerita Raju, Atlet Selancar yang Ditolak Masuk Tim PON NTT, Berhasil Raih 2 Medali di Papua

Regional
Mobil Terios Terbalik, Pengemudi dan Penumpang Malah Kabur, Polisi: Sopirnya Mabuk

Mobil Terios Terbalik, Pengemudi dan Penumpang Malah Kabur, Polisi: Sopirnya Mabuk

Regional
Ayah Tega Perkosa Anak Kandung hingga Hamil 7 Bulan, Ketahuan Sang Ibu Saat Periksa ke Bidan

Ayah Tega Perkosa Anak Kandung hingga Hamil 7 Bulan, Ketahuan Sang Ibu Saat Periksa ke Bidan

Regional
Data Aplikasi Tidak Sinkron, Pemkab Landak Kalbar Mengaku Tak Dapat Jatah Vaksin Covid-19

Data Aplikasi Tidak Sinkron, Pemkab Landak Kalbar Mengaku Tak Dapat Jatah Vaksin Covid-19

Regional
Guru Honorer di Krayan Kaltara Bunuh Macan Tutul dan Unggah Fotonya di Medsos, Ini Alasannya

Guru Honorer di Krayan Kaltara Bunuh Macan Tutul dan Unggah Fotonya di Medsos, Ini Alasannya

Regional
Penembakan Kantor Bank Sinarmas Pontianak Sudah Terjadi Dua Kali

Penembakan Kantor Bank Sinarmas Pontianak Sudah Terjadi Dua Kali

Regional
Polisi Tangkap Kades di Sultra yang Perintahkan Warganya Bawa Bom Saat Demo

Polisi Tangkap Kades di Sultra yang Perintahkan Warganya Bawa Bom Saat Demo

Regional
Anak di Bawah 12 Tahun di Karawang Tak Boleh Masuk Tempat Wisata, Pengunjung Dibatasi 25 Persen

Anak di Bawah 12 Tahun di Karawang Tak Boleh Masuk Tempat Wisata, Pengunjung Dibatasi 25 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.