Dua RT Zona Oranye di Gunungkidul Dilarang Gelar Shalat Id Berjemaah

Kompas.com - 11/05/2021, 17:10 WIB
Ilustrasi shalat Idul Fitri: Umat Muslim melaksanakan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriah di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (15/6/2018). Umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri setelah sebulan lamanya menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi shalat Idul Fitri: Umat Muslim melaksanakan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriah di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (15/6/2018). Umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri setelah sebulan lamanya menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dinas kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menginformasikan peta zonasi kerawanan Covid-19 tingkat RT terbaru pada Selasa (11/5/2021) ini.

Ada dua RT masuk zona oranye, dan dilarang menggelar shalat Idul Fitri secara berjemaah.

"Keduanya berada di Kapanewon Patuk dan Saptosari," kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty di Kantor Pemkab Gunungkidul  Selasa (11/5/2021)

Dikatakan Dewi, kedua RT ini lebih dianjurkan untuk ibadah di rumah masing-masing bersama keluarga inti.

"Beda kalau zona merah, perlu ada lockdown lokal di RT tersebut," kata Dewi

Baca juga: Mudik Dilarang, Warga Beramai-ramai Kirim Paket ke Gunungkidul

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dewi menjelaskan, terdapat 6.777 RT masuk zona hijau dan 75 RT masuk zona kuning.

Panitia hingga pemerintah kalurahan setempat mengawasi aktivitas ibadah warga nantinya. Terutama dalam hal kepatuhan pada prokes dasar.

"Saat beribadah harus menjaga jarak satu sama lain, kemudian wajib membawa perlengkapan shalat sendiri," ucap Dewi.

Kepala Kemenag Gunungkidul Arif Gunadi mengatakan, untuk memaksimalkan penerapan protokol kesehatan di area shalat Idul FItri butuh pengawasan dari Satgas Covid-19 didukung dari Satpol PP, TNI, dan Polri.

Pihaknya juga menyiapkan tim penyuluh sebanyak 160 orang tenaga, untuk sosialisasi dan pengawasan.

Baca juga: Pemudik yang Lolos Masuk Gunungkidul Tak Perlu Dikarantina 14 Hari

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkantor di Balai RW, Eri Cahyadi: kalau Ada Warga yang Mau Mengadu, Monggo

Berkantor di Balai RW, Eri Cahyadi: kalau Ada Warga yang Mau Mengadu, Monggo

Regional
4 Fakta Satpam Perempuan dan Pensiunan TNI Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak di Kamar Kos

4 Fakta Satpam Perempuan dan Pensiunan TNI Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak di Kamar Kos

Regional
Korban Pinjol Ilegal yang Depresi Mulai Pulih Setelah Polisi Bertindak

Korban Pinjol Ilegal yang Depresi Mulai Pulih Setelah Polisi Bertindak

Regional
5 Orang Sopir hingga Kernet Truk Ditangkap, Diduga Bawa Kayu Ilegal Berasal dari Hutan Lindung di Riau

5 Orang Sopir hingga Kernet Truk Ditangkap, Diduga Bawa Kayu Ilegal Berasal dari Hutan Lindung di Riau

Regional
Gempa M 5,3 Guncang Keerom, Getarannya Terasa hingga Jayapura

Gempa M 5,3 Guncang Keerom, Getarannya Terasa hingga Jayapura

Regional
Kasus Aktif Covid-19 di Kulon Progo Tersisa 23 Orang

Kasus Aktif Covid-19 di Kulon Progo Tersisa 23 Orang

Regional
Meninggal Saat Diklatsar Menwa UNS, Jenazah Gilang Diotopsi

Meninggal Saat Diklatsar Menwa UNS, Jenazah Gilang Diotopsi

Regional
Kunjungi Guru yang Tinggal bersama Kambing, Wabup Ngawi Rencanakan Bantu Pembangunan Rumah

Kunjungi Guru yang Tinggal bersama Kambing, Wabup Ngawi Rencanakan Bantu Pembangunan Rumah

Regional
Tagih Utang Rp 500.000, Pria Ini Malah Dibakar

Tagih Utang Rp 500.000, Pria Ini Malah Dibakar

Regional
Mahasiswa yang Meninggal Saat Diklat Menwa UNS Sempat Keluhkan Keram Kaki

Mahasiswa yang Meninggal Saat Diklat Menwa UNS Sempat Keluhkan Keram Kaki

Regional
2 Perusahaan Penyedia 'Debt Collector' yang Digerebek di Surabaya Kerja Sama dengan 36 Pinjol, Hanya 1 yang Legal

2 Perusahaan Penyedia "Debt Collector" yang Digerebek di Surabaya Kerja Sama dengan 36 Pinjol, Hanya 1 yang Legal

Regional
Seorang Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa UNS, Panitia Acara Diperiksa Polisi

Seorang Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa UNS, Panitia Acara Diperiksa Polisi

Regional
Cerita Dimas, Peraih Medali Emas PON Asal Lamongan, Terinspirasi Perjuangan Sang Ibu sebagai Orangtua Tunggal

Cerita Dimas, Peraih Medali Emas PON Asal Lamongan, Terinspirasi Perjuangan Sang Ibu sebagai Orangtua Tunggal

Regional
Seorang Ustaz di Lampung Pura-pura Dibegal demi Konten YouTube

Seorang Ustaz di Lampung Pura-pura Dibegal demi Konten YouTube

Regional
Gaya Kasual Menteri Nadiem Saat Meninjau PTM Terbatas di Medan

Gaya Kasual Menteri Nadiem Saat Meninjau PTM Terbatas di Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.