Tempat Wisata di Kabupaten Bogor Buka Hanya untuk Warga Lokal

Kompas.com - 11/05/2021, 07:11 WIB
Sejumlah petugas sedang memeriksa surat rapid antigen sebagai syarat untuk ke Puncak Bogor di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/2/2021) KOMPAS.com/AFDHALUL IKHSANSejumlah petugas sedang memeriksa surat rapid antigen sebagai syarat untuk ke Puncak Bogor di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/2/2021)

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Bupati Bogor Ade Yasin meminta masyarakat menahan diri untuk tidak berwisata ke wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Hal itu ia sampaikan bertepatan dengan kebijakan larangan mudik, termasuk aglomerasi (mudik lokal) pada libur Idul Fitri atau Lebaran 2021.

"Khusus masyarakat dari luar Bogor ya, percuma juga masuk ke sini pada tanggal larangan mudik itu, pasti kita putarbalikkan," kata Ade dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (10/5/2021).

Baca juga: Ketua DPRD Kota Bogor Sebut Larangan Mudik Lokal Jabodetabek Timbulkan Kebingungan di Masyarakat

Ade Yasin menjelaskan bahwa pada masa larangan mudik 6-17 Mei 2021 itu, destinasi wisata di Kabupaten Bogor tetap dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat.

Meski demikian, mereka yang datang dari luar kota pasti akan terjaring penyekatan di batas wilayah, termasuk perbatasan dengan Jakarta.

Sebab, menurut Ade, sudah ada 8 titik lokasi penyekatan yang dijaga petugas gabungan selama 24 jam dan dibagi secara 3 sif.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Secara otomatis mereka tidak akan bisa masuk, lantaran penyekatan begitu ketat bagi kendaraan selain pelat F.

“Tetapi wisata boleh dilakukan pada zona non-merah, itu pun hanya bagi warga lokal saja, dengan protokol kesehatan yang ketat dan diawasi oleh Satgas Covid-19. Jadi untuk masuk tempat wisata harus ada surat hasil rapid test antigen yang berlaku satu hari dan swab test yang berlaku tiga hari,” kata Ade.

Ade yang juga sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor mengatakan bahwa setelah masa larangan mudik, pihaknya tetap melakukan pembatasan dan pengetatan.

Dengan begitu, warga yang mau menginap di hotel juga wajib mempersiapkan surat-surat.

"Nanti selama libur Lebaran ini, tim gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Dinkes termasuk Dinas Pariwisata dan lain-lain akan terus memantau kondisi di lapangan," kata Ade.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulama Kharismatik KH Nawawi Abdul Jalil Tutup Usia, Khofifah: Umat Muslim Indonesia Berduka

Ulama Kharismatik KH Nawawi Abdul Jalil Tutup Usia, Khofifah: Umat Muslim Indonesia Berduka

Regional
Pengasuh Ponpes Sidogiri KH Nawawi Wafat, Sosok Ulama Rendah Hati yang Diterima Semua Golongan

Pengasuh Ponpes Sidogiri KH Nawawi Wafat, Sosok Ulama Rendah Hati yang Diterima Semua Golongan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Juni 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Juni 2021

Regional
Swab Perantau yang Pulang dari Madura, Kades Temukan 18 Warganya Positif Covid-19

Swab Perantau yang Pulang dari Madura, Kades Temukan 18 Warganya Positif Covid-19

Regional
Curhatan Ojol yang Ditangkap karena Antar Paket Miras Viral, Ini Kata Polisi

Curhatan Ojol yang Ditangkap karena Antar Paket Miras Viral, Ini Kata Polisi

Regional
Sering Palak Warga, 79 Preman di Pekanbaru Diamankan, Polisi Sita Senjata Tajam hingga Pistol Mainan

Sering Palak Warga, 79 Preman di Pekanbaru Diamankan, Polisi Sita Senjata Tajam hingga Pistol Mainan

Regional
Kronologi Tabrakan Beruntun di Gunungkidul, Berawal dari Pecah Ban hingga 1 Orang Tewas

Kronologi Tabrakan Beruntun di Gunungkidul, Berawal dari Pecah Ban hingga 1 Orang Tewas

Regional
Tangkap dan Simpan Kukang di Rumah, Warga Riau Ditangkap Polisi

Tangkap dan Simpan Kukang di Rumah, Warga Riau Ditangkap Polisi

Regional
2 Restoran Disegel karena Langgar Prokes, Satpol PP: Kami Tak Segan Menindak Tegas

2 Restoran Disegel karena Langgar Prokes, Satpol PP: Kami Tak Segan Menindak Tegas

Regional
Hibur Pasien Covid-19, Kapolres dan Ketua DPRD Tegal Bernyanyi di Halaman Gedung Isolasi

Hibur Pasien Covid-19, Kapolres dan Ketua DPRD Tegal Bernyanyi di Halaman Gedung Isolasi

Regional
Picu Kerumunan, Holywings dan Bowery Semarang Disegel

Picu Kerumunan, Holywings dan Bowery Semarang Disegel

Regional
Pajero Pecah Ban Tabrak 3 Motor di Gunungkidul, 1 Orang Tewas

Pajero Pecah Ban Tabrak 3 Motor di Gunungkidul, 1 Orang Tewas

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 13 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 13 Juni 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 13 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 13 Juni 2021

Regional
Lakukan Operasi Selama 4 Jam, Polisi Tangkap 281 Orang Diduga Preman di Semarang

Lakukan Operasi Selama 4 Jam, Polisi Tangkap 281 Orang Diduga Preman di Semarang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X