Tekan Covid-19, Satgas Pamtas Siapkan Tes Swab Antigen di Perbatasan RI-Malaysia

Kompas.com - 10/05/2021, 21:07 WIB
Pemeriksaan pelintas batas di pos jaga Satgas Pamtas RI Malaysia Yonarhanud 16/SBC. Baik WNI atau WNA yang keluar masuk lewat Nunukan akan menjalani pemeriksaan swab oleh tim medis Dok.Penerangan 16/SBC/3/KostradPemeriksaan pelintas batas di pos jaga Satgas Pamtas RI Malaysia Yonarhanud 16/SBC. Baik WNI atau WNA yang keluar masuk lewat Nunukan akan menjalani pemeriksaan swab oleh tim medis

NUNUKAN, KOMPAS.com – Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Malaysia Batalyon Pertahanan Udara (Yonarhanud) 16/SBC (Sula Bhuana Cakti) menyiapkan sekitar 4.000 antigen untuk para pelintas batas menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021.

Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad Mayor Arh Drian Priyambodo mengatakan, alat tes swab antigen disiapkan sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19 di perbatasan.

"Kita sebisa mungkin mengantisipasi munculnya varian baru serta gelombang tsunami Covid-19 sebagaimana yang terjadi di India. Jangan sampai itu masuk Indonesia," ujarnya kepada wartawan, Senin (10/5/2021).

Baca juga: 447 Narapidana Lapas Nunukan Dapat Remisi Khusus Idul Fitri

Menurut dia, pemeriksaan terhadap pelintas batas menjadi tugas rutin dan menjadi tanggung jawab Satgas Pamtas RI-Malaysia sebagai garda terdepan di perbatasan.

Untuk menangkal kasus Covid-19 sekaligus memberi rasa aman bagi warga perbatasan, Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad telah menerima dukungan alat swab antigen dari Mabes TNI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita mendapat bantuan dari Komando Atas sebanyak 4.000 alat swab antigen. Kita sudah drop ke sejumlah pos penjagaan, sebanyak 2000 pcs untuk pos SSK 1, pos SSK 2 sebanyak 700 pcs, pos SSK 3 dan 4 masing masing 300 pcs, pos SSK 5 sebanyak 700 pcs," ujarnya.

Pemeriksaan swab antigen dilaksanakan dengan melibatkan tim kesehatan dari unsur Satgas Percepatan Penanganan Covid-19.

Nantinya, setiap pelintas batas yang keluar atau masuk Indonesia akan di-swab antigen di setiap pos jaga Satgas Pamtas yang mereka lewati.

Baca juga: 4 WNI yang Dipulangkan dari Malaysia ke Nunukan Positif Covid-19

Apabila hasil positif, jika orang tersebut WNI akan dikarantina di bawah Satgas Covid-19 Nunukan. Untuk WNA tidak diperkenankan masuk wilayah Indonesia.

"Sampai hari ini ada sekitar 22 pelintas batas yang kita antigen, semua WNI. Mereka melalui jalur perlintasan di Long Midang dataran tinggi Krayan dan Desa Aji Kuning Pulau Sebatik. Kedua wilayah ini memang merupakan jalur yang paling banyak dilalui para pelintas batas," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas Covid-19 Jatim: Pekan Lalu Hanya Bangkalan, Kini Tambah Ponorogo dan Ngawi Jadi Zona Merah

Satgas Covid-19 Jatim: Pekan Lalu Hanya Bangkalan, Kini Tambah Ponorogo dan Ngawi Jadi Zona Merah

Regional
Diusung PKS di Pilpres 2024, Gubernur NTB: Wajar karena Saya Gubernur, tapi Bukan Berarti GR Pasti Jadi Capres

Diusung PKS di Pilpres 2024, Gubernur NTB: Wajar karena Saya Gubernur, tapi Bukan Berarti GR Pasti Jadi Capres

Regional
Penjelasan Gibran soal Tinggalkan Mobil Dinas di Lokasi Perusakan Makam

Penjelasan Gibran soal Tinggalkan Mobil Dinas di Lokasi Perusakan Makam

Regional
Fakta KKB Serang Pekerja Bangunan di Yahukimo, 5 Orang Tewas dan 4 Warga Disandera

Fakta KKB Serang Pekerja Bangunan di Yahukimo, 5 Orang Tewas dan 4 Warga Disandera

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Wisata Keraton Yogyakarta Ditutup Sementara

Kasus Covid-19 Meningkat, Wisata Keraton Yogyakarta Ditutup Sementara

Regional
92 Siswa TNI AL di Makassar Terkonfirmasi Covid-19, Semua Isolasi Mandiri

92 Siswa TNI AL di Makassar Terkonfirmasi Covid-19, Semua Isolasi Mandiri

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 25 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 25 Juni 2021

Regional
Cegah Lonjakan Kasus, Asrama Haji Palembang Akan Disiapkan untuk Pasien Covid-19

Cegah Lonjakan Kasus, Asrama Haji Palembang Akan Disiapkan untuk Pasien Covid-19

Regional
Uang Nasabah Hilang Rp 3,2 Miliar, Ternyata Dicuri Mantan Manajer Bank, Begini Modusnya

Uang Nasabah Hilang Rp 3,2 Miliar, Ternyata Dicuri Mantan Manajer Bank, Begini Modusnya

Regional
Kapal Pengangkut Sembako dan Elpiji Terbakar di Pelabuhan Bajoe Bone, 2 ABK Kritis

Kapal Pengangkut Sembako dan Elpiji Terbakar di Pelabuhan Bajoe Bone, 2 ABK Kritis

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Juni 2021

Regional
BOR RS Rujukan Covid-19 di Kota Malang Hampir Penuh, 4 Hari Lalu Masih Tersisa Separuh

BOR RS Rujukan Covid-19 di Kota Malang Hampir Penuh, 4 Hari Lalu Masih Tersisa Separuh

Regional
Panti Asuhan di Padang Jadi Sasaran Preman, Bantuan Habis dan Tak Lapor Polisi

Panti Asuhan di Padang Jadi Sasaran Preman, Bantuan Habis dan Tak Lapor Polisi

Regional
Polisi Tangkap Provokator Aksi Penyerangan di Pos Penyekatan Suramadu

Polisi Tangkap Provokator Aksi Penyerangan di Pos Penyekatan Suramadu

Regional
'Gugur Bunga' Berkumandang, Iringi Kepergian Nakes RSUP Sardjito Yogyakarta yang Meninggal karena Covid-19

"Gugur Bunga" Berkumandang, Iringi Kepergian Nakes RSUP Sardjito Yogyakarta yang Meninggal karena Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X