Fakta Remaja Pengemudi VW Kuning Terobos dan Tabrak Polisi di Prambanan, Tak Punya SIM, Dijerat Pasal Melawan Petugas

Kompas.com - 10/05/2021, 16:16 WIB
Pengendara mobil VW kuning menolak berhenti dan menabrak polisi hingga melarikan diri. Foto tangkap layar videoPengendara mobil VW kuning menolak berhenti dan menabrak polisi hingga melarikan diri.

KOMPAS.com - Aksi nekat seorang remaja pengemudi mobil Volkswagen (VW) kuning menerobos razia di pos penyekatan mudik di Prambanan, Sleman, menjadi viral di media sosial, Sabtu (8/5/2021).

Dalam video yang diunggah warganet di Instragram tampak mobil VW berplat nomor B atau Jakarta itu sempat menepi untuk diperiksa.

Lalu, saat diminta membuka jendela, pengemudi mobil justru tancap gas dan kabur.

Baca juga: Di Balik Munculnya Klaster Baru di Jateng, Nekat Mudik hingga Tak Terapkan Prokes

Seorang polisi tampak menggebrak kaca mobil, namun pengemudi tak mempedulikannya.

"Itu di Klaten, bukan di Yogyakarta," kata Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto saat dikonfirmasi Tribun Jogja, Minggu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengemudi mobil berusia 16 tahun

Tangkapan layar video mobil VW kuning kabur dari pos penyekatan mudik dan menabrak polisi yang bertugas di Prambanan, Klaten pada Minggu (9/5/2021)Akun Instagram @merapi_uncover Tangkapan layar video mobil VW kuning kabur dari pos penyekatan mudik dan menabrak polisi yang bertugas di Prambanan, Klaten pada Minggu (9/5/2021)

Setelah viral, polisi segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pengemudi VW Beetle itu.

Tercatat, pengemudi mobil yang ugal-ugalan itu adalah remaja berinisial AAD (16), warga Gergunung, Klaten Utara.

Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Kombes M Rudy Syafiruddin membenarkan bahwa pengemudi VW sudah tertangkap.

Baca juga: Viral Video Pengendara VW Menerobos Pos Penyekatan dan Menabrak Polisi di Prambanan

"Pengemudinya sekarang sudah tertangkap," ujarnya saat dihubungi TribunJateng, Minggu (9/5/2021).

Tak punya SIM

Sementara itu, menurut Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan, polisi tak menahan AAD dengan alasan usia yang masih tergolong anak-anak.

Namun, polisi tetap melakukan tindakan berupa penilangan terhadap AAD, lantaran tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) saat berkendara.

Baca juga: Detik-detik Ratusan Pemudik Motor Terobos Pos Penyekatan di Karawang, Ini Videonya

Selain itu, AKBP Edy Suranta Sitepu juga menuturkan proses pidana juga akan dilakukan terhadap pengemudi VW kuning tersebut.

"Terhadap perbuatannya kita proses juga, pidananya yaitu pasal 212 terkait upaya melawan petugas dan pasal 335," tegas Kapolres. (Abba Gabrillin).

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul: BREAKING NEWS : Pengemudi VW Kuning Penerobos Pos Penyekatan Prambanan Tak Ditahan, Ini Alasannya



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa M 5,2 Guncang Pacitan, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,2 Guncang Pacitan, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Masuk Zona Merah, Pemkab Ketapang Diminta Tambah Tempat Tidur RS

Masuk Zona Merah, Pemkab Ketapang Diminta Tambah Tempat Tidur RS

Regional
Ketakutan Diisolasi di RS Jadi Sebab Tingginya Kematian akibat Covid-19  di Wonogiri

Ketakutan Diisolasi di RS Jadi Sebab Tingginya Kematian akibat Covid-19 di Wonogiri

Regional
2 Oknum Prajurit TNI AU Lakukan Kekerasan pada Pemuda di Merauke,  Danlanud: Saya Minta Maaf

2 Oknum Prajurit TNI AU Lakukan Kekerasan pada Pemuda di Merauke, Danlanud: Saya Minta Maaf

Regional
Jokowi Berikan Sepeda Lipat untuk Vino, Bocah yang Yatim Piatu karena Covid-19

Jokowi Berikan Sepeda Lipat untuk Vino, Bocah yang Yatim Piatu karena Covid-19

Regional
Penganiaya Anak di Parkiran Mal Karawang Ditangkap, Ini Motif Pelaku

Penganiaya Anak di Parkiran Mal Karawang Ditangkap, Ini Motif Pelaku

Regional
Ruang ICU di Semua RS Rujukan Covid-19 Pekanbaru Sudah Penuh

Ruang ICU di Semua RS Rujukan Covid-19 Pekanbaru Sudah Penuh

Regional
Wali Kota Ambon dan Istri Diduga Tertular Covid-19 dari Sopir

Wali Kota Ambon dan Istri Diduga Tertular Covid-19 dari Sopir

Regional
Untuk Masyarakat Umum, Ini Cara Pendaftaran Vaksinasi di Kabupaten Garut

Untuk Masyarakat Umum, Ini Cara Pendaftaran Vaksinasi di Kabupaten Garut

Regional
Wali Kota Ambon, Istri, Anak dan ART-nya Positif Covid-19

Wali Kota Ambon, Istri, Anak dan ART-nya Positif Covid-19

Regional
Pos Penyekatan Diperketat, Sejumlah Kendaraan dari Luar Kota Kupang Harus Putar Balik

Pos Penyekatan Diperketat, Sejumlah Kendaraan dari Luar Kota Kupang Harus Putar Balik

Regional
Ketua MUI Labura Tewas Dibacok, Jenazah Ditemukan di Drainase

Ketua MUI Labura Tewas Dibacok, Jenazah Ditemukan di Drainase

Regional
Pemprov Babel Akan Setop Penerimaan Tenaga Honorer

Pemprov Babel Akan Setop Penerimaan Tenaga Honorer

Regional
Menyamar Jadi Pembeli, Tim Kejaksaan Tangkap Penjual Tabung Oksigen yang Patok Harga Tinggi di Surabaya

Menyamar Jadi Pembeli, Tim Kejaksaan Tangkap Penjual Tabung Oksigen yang Patok Harga Tinggi di Surabaya

Regional
Kakak yang Cekoki Adiknya Berusia 2 Tahun dengan Miras Minta Maaf

Kakak yang Cekoki Adiknya Berusia 2 Tahun dengan Miras Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X