Warga Temanggung di Zona Merah dan Oranye Diminta Shalat Id di Rumah

Kompas.com - 10/05/2021, 12:40 WIB
Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Temanggung Djoko Prasetyono, Senin (10/5/2021) KOMPAS.COM/IKA FITRIANASekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Temanggung Djoko Prasetyono, Senin (10/5/2021)

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, meminta masyarakat yang ada di wilayah zona oranye dan merah untuk menjalani shalat Idul Fitri di rumah masing-masing.

Ketentuan ini telah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Temanggung Nomor 451.1/008 Tahun 2001 tentang pedoman shalat Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021.

Baca juga: Mengacu PPKM Mikro, Wali Kota Eri Izinkan Warga Surabaya Shalat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan

Dalam SE tersebut mengatur tentang berbagai hal berkaitan dengan Idul Fitri, mulai malam takbir, shalat Idul Fitri hingga tradisi ujung-ujungan (silaturahmi).

"Masjid dan lapangan terbuka yang berada di zonasi oranye dan merah dilarang menyelenggarakan shalat Idul Fitri," kata Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Temanggung, Djoko Prasetyono, dalam keterangan pers, Senin (10/5/2021).

Sedangkan di daerah zona kuning dan hijau, shalat Idul Fitri diselenggarakan dengan pembatasan jumlah jemaah maksimal 50 persen dari kapasitas masjid/lapangan terbuka.

Djoko menyebut takmir masjid diwajibkan menunjuk petugas guna memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fasilitas prokes juga wajib dipenuhi antara lain penyemprotan disinfektan sebelum dan sesudah sholat Idul Fitri, sarana cuci tangan, mengukur suhu dan jika ditemukan ada di atas 37,5 derajat celcius tidak diperkenankan masuk. Serta menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai minimal jarak 1 meter.

"Shalat Idul Fitri hanya boleh dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka di RT yang diatur dalam PPKM Mikro berada di zonasi hijau dan kuning," imbuh Djoko.

Baca juga: Surabaya Masih Zona Oranye Covid-19, Wali Kota Imbau Warga Shalat Idul Fitri di Rumah

Kemudian, takmir harus memasang imbauan berupa spanduk dan pamflet tentang penerapan prokes di area shalat dan tempat strategis.

Sebaliknya para jemaah pun harus dalam kondisi sehat, menggunakan masker, menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan, termasuk membawah sajadah dan mukena sendiri.

Demikian pula untuk tradisi ujung-ujungan atau silaturahmi tidak boleh dilakukan di wilayah zona oranye dan merah, sebagaimana diatur dalam ketentuan PPKM berskala mikro.

Sedangkan di wilayah Rukun Tetangga zonasi hijau dan kuning diperbolehkan dengan syarat silaturahmi hanya dilakukan dalam satu desa.

"Ujung-ujungan atau silaturahmi di zona kuning dan hijau boleh, itupun tidak boleh bersalam-salaman. Kalau antar desa dilarang, termasuk tidak boleh mengadakan open house, hala bihalal, ataupun pengajian akbar dalam rangka Idul Fitri 1442H/Tahun 2021," terangnya.

Pemerintah Kabupaten Temanggung juga tegas melarang pelaksanaan takbir keliling. Takbir dan tahmid pada malam Lebaran boleh digemakan di masjid oleh takmir masing-masing atau jamaat dengan jumlah terbatas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan Orangtua yang Anaknya Terima Wafer Berisi Silet, Sempat Digigit Lalu Dimuntahkan

Pengakuan Orangtua yang Anaknya Terima Wafer Berisi Silet, Sempat Digigit Lalu Dimuntahkan

Regional
Kabar Baik, BOR Isolasi RS di Banten Turun Signifikan Jadi 55 Persen

Kabar Baik, BOR Isolasi RS di Banten Turun Signifikan Jadi 55 Persen

Regional
Warga Diduga Tertembak, Massa di Papua Mengamuk dan Bakar Kantor Polsek Nimboran

Warga Diduga Tertembak, Massa di Papua Mengamuk dan Bakar Kantor Polsek Nimboran

Regional
Tingkat Kematian akibat Covid-19 Tinggi, Kabupaten Garut Jadi Level 4

Tingkat Kematian akibat Covid-19 Tinggi, Kabupaten Garut Jadi Level 4

Regional
Pria Tak Dikenal Beri Wafer Berisi Silet dan Paku ke Anak-anak, Begini Modusnya

Pria Tak Dikenal Beri Wafer Berisi Silet dan Paku ke Anak-anak, Begini Modusnya

Regional
Bupati Yasin Payapo Meninggal, Warga Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Bupati Yasin Payapo Meninggal, Warga Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Regional
Pesepeda Korban Tabrak Lari Mobil Rescue di Makassar Terima Bantuan dari Mensos Risma

Pesepeda Korban Tabrak Lari Mobil Rescue di Makassar Terima Bantuan dari Mensos Risma

Regional
Capaian Vaksinasi Rendah, Bupati Sumedang: Pemerintah Pusat Prioritaskan Vaksin ke Daerah Zona Merah

Capaian Vaksinasi Rendah, Bupati Sumedang: Pemerintah Pusat Prioritaskan Vaksin ke Daerah Zona Merah

Regional
Pekan Depan, 26.761 Nakes di Kalbar Bakal Divaksin Dosis Ketiga dengan Moderna

Pekan Depan, 26.761 Nakes di Kalbar Bakal Divaksin Dosis Ketiga dengan Moderna

Regional
Tak Punya Uang Berobat, Seorang Perempuan di Denpasar Meninggal di Tempat Indekos, Sempat Sesak Napas

Tak Punya Uang Berobat, Seorang Perempuan di Denpasar Meninggal di Tempat Indekos, Sempat Sesak Napas

Regional
Heboh, Wafer Berisi Silet hingga Staples Diberikan pada Anak-anak di Jember, Polisi Buru Pelaku

Heboh, Wafer Berisi Silet hingga Staples Diberikan pada Anak-anak di Jember, Polisi Buru Pelaku

Regional
Viral, Video Mobil Tabrak Penyekatan PPKM hingga Barier Beterbangan

Viral, Video Mobil Tabrak Penyekatan PPKM hingga Barier Beterbangan

Regional
Warga: Ada Surat Bebas Covid-19 tapi Belum Vaksinasi, Batal Berangkat ke Luar Daerah

Warga: Ada Surat Bebas Covid-19 tapi Belum Vaksinasi, Batal Berangkat ke Luar Daerah

Regional
Masuk Mal hingga Pasar Tradisional di Tegal Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

Masuk Mal hingga Pasar Tradisional di Tegal Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Wilayah Kaimana Papua Barat, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Wilayah Kaimana Papua Barat, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X