"Tahun Lalu Tidak Pulang. Kita Kangen Orangtua"

Kompas.com - 09/05/2021, 16:10 WIB
Pemudik yang diduga membawa surat antigen palsu diminta putar balik  ke Jakarta saat terjaring operasi penyekatan di Exit Tol Kalimati, Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (8/5/2021).  (Istimewa) Tresno Setiadi/kompas.comPemudik yang diduga membawa surat antigen palsu diminta putar balik ke Jakarta saat terjaring operasi penyekatan di Exit Tol Kalimati, Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (8/5/2021). (Istimewa)

KOMPAS.com - Gagal mudik ke Tegal dan Pemalang karena bawa surat hasil rapid test palsu, empat gadis menangis saat terjaring razia di Pos Penyekatan di Exit Tol Kalimati, Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (8/5/2021).

"Tahun lalu kita tidak pulang. Kita kangen orangtua," kata Elok, salah satu dari keempat gadis itu.

Elok menceritakan, surat hasil rapid test yang mereka bawa dibeli dari seorang calo di Jakarta seharga Rp 175.000 per surat.

Baca juga: Diduga Peras Pedagang, 4 Oknum Anggota Ormas di Blora Diamankan, Polisi: Jangan Takut

Saat itu dirinya mengaku hanya menunjukkan hasil rapid test antigen di bulan Maret. 

Namun demikian, dirinya dan tiga rekannya sebetulnya pernah menjalani tes cepat antigen dengan hasil negatif pada bulan Maret.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita memang tidak datang ke klinik. Hanya menunjukkan hasil rapid antigen Maret saja," tambah Elok.

Diminta putar balik

Menurut Kepala Pos Pengamanan Mudik Exit Tol Tegal AKP Sehroni kepada wartawan, Sabtu (8/5/2021), keempat penumpang Toyota Agya bernomor polisi G 8417 BZ itu dari Jakarta dan mengaku hendak pulang kampung ke Tegal dan Pemalang.

Namun, karena ada indikasi surat hasil rapid test palsu, maka petugas meminta mereka putar balik.

 

"Kita tetap ambil tindakan tegas untuk putar balik. Karena ada indikasi pelanggaran," kata Sehroni.

Sementara itu, Sehroni menjelaskan, surat hasil rapid test yang dibawa keempat gadis tersebut dikeluarkan oleh medical center di Jakarta.

Baca juga: Kedapatan Bawa Surat Antigen Diduga Palsu, 4 Pemudik dari Jakarta Menangis Minta Diloloskan Petugas

Namun, di surat itu tidak ada tanda tangan petugas medis, hanya ada cap stempel. Petugas pun segera menyita surat tersebut. Saat ini surat tersebut telah disita petugas.

(Penulis: Kontributor Tegal, Tresno Setiadi | Editor: Dony Aprian)

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BOR Turun, RS di Solo Dilarang Alihkan Tempat Tidur Pasien Covid-19 untuk Pasien Umum

BOR Turun, RS di Solo Dilarang Alihkan Tempat Tidur Pasien Covid-19 untuk Pasien Umum

Regional
Kabupaten Simalungan Masih Menunggu Kedatangan Vaksin dari Pemprov Sumut

Kabupaten Simalungan Masih Menunggu Kedatangan Vaksin dari Pemprov Sumut

Regional
Dugaan Pungli Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di Semarang Sampai Rp 16 Juta, Relawan: Tega Sekali

Dugaan Pungli Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di Semarang Sampai Rp 16 Juta, Relawan: Tega Sekali

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 5 Agustus 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 5 Agustus 2021

Regional
Honor Bupati Lembata Rp 400 Juta Sebulan, Plh Bupati Thomas Menolak dan Ingatkan Pentingnya Pengabdian

Honor Bupati Lembata Rp 400 Juta Sebulan, Plh Bupati Thomas Menolak dan Ingatkan Pentingnya Pengabdian

Regional
Kapolda Sumsel Diperiksa Mabes Polri gara-gara Janji Bantuan Rp 2 Triliun Akidi Tio, Kabid Humas: 'No Comment...'

Kapolda Sumsel Diperiksa Mabes Polri gara-gara Janji Bantuan Rp 2 Triliun Akidi Tio, Kabid Humas: "No Comment..."

Regional
Tak Diperhatikan Saat Isoman di Rumah, Buruh di Brebes Tuntut Tempat Isolasi Terpusat

Tak Diperhatikan Saat Isoman di Rumah, Buruh di Brebes Tuntut Tempat Isolasi Terpusat

Regional
Mangkir Penyidikan Korupsi Rp 5,8 M, Eks Bupati Kuantan Singingi Ditahan agar Tak Lari

Mangkir Penyidikan Korupsi Rp 5,8 M, Eks Bupati Kuantan Singingi Ditahan agar Tak Lari

Regional
Tak Bawa Dokumen Legal, 9 WNA Pakistan Dicegat Saat akan Masuk Batam

Tak Bawa Dokumen Legal, 9 WNA Pakistan Dicegat Saat akan Masuk Batam

Regional
Istri yang Siram Minyak Panas ke Suami Jadi Tersangka, Terancam 10 Tahun Penjara

Istri yang Siram Minyak Panas ke Suami Jadi Tersangka, Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
Awalnya Tak Percaya Covid-19, Bambang Akhirnya Ikut Vaksinasi Karena Tak Mau Isolasi

Awalnya Tak Percaya Covid-19, Bambang Akhirnya Ikut Vaksinasi Karena Tak Mau Isolasi

Regional
Berani Potong BST Rp 300.000, Alasan Kades: Data Kemensos Carut Marut, Bantuan Tak Tepat Sasaran

Berani Potong BST Rp 300.000, Alasan Kades: Data Kemensos Carut Marut, Bantuan Tak Tepat Sasaran

Regional
Warga Kembali Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Masohi, Bupati: Mereka Banyak Sekali...

Warga Kembali Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Masohi, Bupati: Mereka Banyak Sekali...

Regional
Kisah Aiptu Palewari, Jual Motor Antik Rp 4 Juta Bantu Anak Putus Sekolah

Kisah Aiptu Palewari, Jual Motor Antik Rp 4 Juta Bantu Anak Putus Sekolah

Regional
Ambil Bansos di Probolinggo Wajib Divaksin, yang Belum Kena Sanksi

Ambil Bansos di Probolinggo Wajib Divaksin, yang Belum Kena Sanksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X