Buruh Tani Ini Perkosa Gadis Berusia 15 Tahun Tetangganya Sendiri

Kompas.com - 08/05/2021, 11:48 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

NGANJUK, KOMPAS.com – Aksi bejat dilakukan YNS (53), buruh tani asal Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Ia nekat memerkosa CIN (15), pelajar putri yang tak lain ialah anak tetangganya sendiri.

Kasus perkosaan ini terjadi pada Rabu (5/5/2021) pagi. Modusnya, YNS meminta korban untuk membelikan bubuk kaldu penyedap rasa ke sebuah warung kelontong.

Korban diberi uang oleh YNS sebesar Rp 20.000.

“Lalu korban membeli (bubuk kaldu penyedap rasa) Rp 3.000, dan sisa uang Rp 17.000. Setelahnya korban kembali ke rumah YNS,” kata Kasubag Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto, Sabtu (8/5/2021).

Baca juga: Ancam Sebar Foto Porno, Pria Ini Peras Jutaan Rupiah dan Minta Tidur dengan Ibu Korban

Sesampainya di rumah YNS, lanjut Supriyanto, korban diberi uang Rp 10.000.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian YNS mengajak korban masuk ke dalam kamar, jelas saja permintaan itu ditolak, sementara korban dalam kondisi ketakutan.

“Korban takut atau tidak mau, lalu saudara YNS menarik tangan kanan korban ke kamar. Lalu korban disuruh tidur di tempat tidur,” papar dia.

Di kamar tempat tinggal YNS itulah korban diperkosa.

Seusai memerkosa, YNS meminta korban untuk tak mengadu ke orangtuanya. Setelahnya korban pergi bermain.

 

“Sekitar jam 09.00 WIB saudari SNK atau ibu korban pulang dari sawah, lalu korban pulang ke rumah,” ujar Supriyanto.

Kasus perkosaan itu terbongkar setelah SNK dan korban mandi.

Nah, kala itu korban mengeluhkan alat kelaminnya yang sakit. Penasaran, SNK lantas mengintrogasi putrinya tersebut.

“Setelah ditanya, ternyata korban telah disetubuhi oleh saudara YNS. Atas kejadian tersebut ibu korban tidak terima dan melaporkan ke perangkat desa, lalu laporan ke Polsek Gondang,” sebut Supriyanto.

Baca juga: Cerita Dokter yang Kliniknya Dijadikan Tempat COD Alat Rapid Test Antigen Ilegal

Kini, YNS telah ditetapkan sebagai tersangka. Oleh pihak Polsek Gondang kasus ini dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Nganjuk pada Kamis (6/5/2021) lalu.

Adapun dalam kasus ini YNS terancam Pasal 81 Ayat 2 dan atau Pasal 82 Ayat 1 UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

YNS juga disangkakan melanggar UU No 17 Tahun 2016 atas perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Walhi NTT Minta UNESCO Turun Langsung ke TN Komodo Terkait Penghentian Pembangunan Proyek

Walhi NTT Minta UNESCO Turun Langsung ke TN Komodo Terkait Penghentian Pembangunan Proyek

Regional
Tindakan Ketua Akar Jabar Melukai Diri Diduga Terkait Aksi Bendera Putih

Tindakan Ketua Akar Jabar Melukai Diri Diduga Terkait Aksi Bendera Putih

Regional
Mengenang Gempa Lombok 2018, Ratusan Orang Meninggal dan Ribuan Bangunan Rusak Berat

Mengenang Gempa Lombok 2018, Ratusan Orang Meninggal dan Ribuan Bangunan Rusak Berat

Regional
Kegembiraan Difabel Tuli di Wonogiri Saat Divaksinasi Covid-19

Kegembiraan Difabel Tuli di Wonogiri Saat Divaksinasi Covid-19

Regional
5 Hari Dirawat, Pelajar Korban Penganiayaan Oknum TNI Pulang dari RS

5 Hari Dirawat, Pelajar Korban Penganiayaan Oknum TNI Pulang dari RS

Regional
Kisah Lurah di Denpasar Tangani Covid-19, Tak Ragu Ambil Keputusan Lockdown di Awal Pandemi

Kisah Lurah di Denpasar Tangani Covid-19, Tak Ragu Ambil Keputusan Lockdown di Awal Pandemi

Regional
Diduga Tersesat, 3 Pendaki Hilang di Gunung Ungaran

Diduga Tersesat, 3 Pendaki Hilang di Gunung Ungaran

Regional
Waktu Tunggu Bongkar Muat di Terminal Teluk Lamong 20 Jam, Dermaga Akan Diperpanjang

Waktu Tunggu Bongkar Muat di Terminal Teluk Lamong 20 Jam, Dermaga Akan Diperpanjang

Regional
Jadi Dokter dari Jualan Nasi, Wahyu Kini Bangun Panti dan Klinik Tanpa Tarif

Jadi Dokter dari Jualan Nasi, Wahyu Kini Bangun Panti dan Klinik Tanpa Tarif

Regional
Polda Jateng Gelar Vaksinasi Merdeka Candi, Setiap Hari Ada 150.000 Dosis Vaksin Covid-19

Polda Jateng Gelar Vaksinasi Merdeka Candi, Setiap Hari Ada 150.000 Dosis Vaksin Covid-19

Regional
3 Mayat Ditemukan di Kebun Sawit dalam 2 Hari, Korban Merupakan Satu Keluarga

3 Mayat Ditemukan di Kebun Sawit dalam 2 Hari, Korban Merupakan Satu Keluarga

Regional
2 Bocah Diduga Dianiaya Anak Pemilik Panti Asuhan, Dititipkan karena Orangtua Bercerai, Ini Ceritanya

2 Bocah Diduga Dianiaya Anak Pemilik Panti Asuhan, Dititipkan karena Orangtua Bercerai, Ini Ceritanya

Regional
Banyak Lansia di Blora Enggan Divaksin Covid-19 karena Termakan Hoaks

Banyak Lansia di Blora Enggan Divaksin Covid-19 karena Termakan Hoaks

Regional
'2 Kali Tes PCR, Pasien yang Meninggal Itu Positif Covid-19, tapi Mereka Tidak Percaya'

"2 Kali Tes PCR, Pasien yang Meninggal Itu Positif Covid-19, tapi Mereka Tidak Percaya"

Regional
Duduk Perkara Kapolda Sumsel Dipercaya untuk Bantuan Rp 2 Triliun Akidi Tio, Berawal dari Kabar Kadinkes

Duduk Perkara Kapolda Sumsel Dipercaya untuk Bantuan Rp 2 Triliun Akidi Tio, Berawal dari Kabar Kadinkes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X