KILAS DAERAH

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Kompas.com - 08/05/2021, 09:14 WIB
Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution di Jalan Agus Salim, Medan, Jumat (07/05/2021). DOK. Humas Pemkot MedanWali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution di Jalan Agus Salim, Medan, Jumat (07/05/2021).

KOMPAS.com – Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan, pihaknya kecewa kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara karena menerima informasi yang tidak benar.

Dia menyampaikan hal tersebut lantaran belum adanya koordinasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Medan dan Pemprov Sumut terkait tempat karantina warga negara Indonesia (WNI).

"Saya kan mendapatkan informasi, saya tanyakan ke provinsi waktu itu, per 1 Mei, itu tempat karantina yang ada di hotel-hotel di Medan itu sudah tidak digunakan lagi,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (8/05/2021).

Namun, ketika pihaknya menanyakan ke kecamatan, ternyata tempat karantina tersebut masih ada dan bahkan masih ada yang berdatangan.

Baca juga: Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Selain itu, beredar kabar pula bahwa Gubernur Sumut Edy Rahmayadi telah menjalin komunikasi dengan Bobby terkait tempat karantina WNI di Medan.

"Belum ada. Enggak ada komunikasi tadi malam. Tidak ada komunikasi tadi malam," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bobby pun menyesalkan sikap Pemprov Sumut yang tidak melakukan koordinasi dengan baik mengenai lokasi karantina, terlebih penggunaan beberapa hotel di Medan.

Padahal, katanya, Pemkot Medan ingin membantu menurunkan personelnya agar dapat menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara maksimal.

"Saya dapat laporan terus bahwa terjadi pergerakan dari keluarga WNI yang dikarantina. Tidak bisa dicegah karena petugas cuma berapa. Makanya, kami ingin bantu menambah personel," terangnya.

Baca juga: Usai Diprotes, Wali Kota Medan Bobby Nasution Kunjungi Markas Jurnalis

Dia juga mengatakan, Pemkot Medan secara maksimal akan terus berupaya mencegah penularan Covid-19. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus melakukan kontrol maksimal kepada WNI yang baru tiba dari luar negeri dan keluarga yang datang berkunjung.

"Kalau petugas cuma dua, mana bisa dikontrol? Ini (WNI yang) datang hingga ratusan dan berkeliaran. Saya mau pastikan bagaimana makannya di hotel, yang sahur, yang berbuka bagaimana? Tidak semua mau makan di hotel. Ada juga yang keluar bagaimana itu mengaturnya?" paparnya.

Lebih lanjut, Bobby akan terus memastikan penerapan prokes di lokasi karantina berjalan dengan baik. Untuk itu, dia akan perintahkan kepada kecamatan agar ikut membantu menerapkan prokes.

"Kami bukan menolak WNI yang datang ke Medan, memang banyak dari luar Medan. Namun, kami ingin memastikan prokes berjalan maksimal,” tegasnya.

Baca juga: Kerumunan di Kesawan City Walk Bikin Gubernur Sumut Berencana Panggil Wali Kota Bobby, Ini Penjelasan Pemkot Medan

Dia hanya mempertanyakan apa tindakan yang dilakukan pemerintah jika ada WNI yang positif di tempat karantina.

“Bagaimana penanganannya? Di hotel apakah ada ambulans? Akan dikembalikan ke daerah asal atau bagaimana? Saya ingin detailing seperti itu. Itu saja bukan ada maksud apa-apa," katanya.

Untuk diketahui, Pemprov Sumut melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Irman Oemar sebelumnya mengatakan, Edy dan Bobby telah melakukan komunikasi via telepon membahas penanganan Covid-19.

"Bahkan tadi malam, Kamis (6/4/2021), keduanya telah bertelepon, bicara, dan diskusi panjang-lebar tentang upaya penanganan Covid-19 khususnya di Kota Medan," ucap Irman, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Warga Protes Jalan Rusak dengan Portal, Pemkot Medan Janji Perbaiki Tahun 2021

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X