Kompas.com - 07/05/2021, 19:27 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAWali Kota Semarang Hendrar Prihadi

SEMARANG, KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) mengimbau masyarakat untuk melaksanakan shalat Idul Fitri berjemaah di mushala atau masjid terdekat dengan tempat tinggal.

Bukan tak beralasan, Hendi menyebut dengan pilihan lokasi sholat Ied yang banyak di sekitar tempat tinggal warga diharapkan akan mencegah potensi kerumunan di satu atau dua titik shalat di tempat terbuka.

"Semua mushala dan masjid yang ada di kampung, saya minta untuk mengadakan shalat Id, supaya pilihannya yang dekat rumah itu banyak, sehingga tidak terjadi lintas orang yang cukup banyak yang berpotensi penularan virus," ungkap Hendi di kantornya, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Mudik Aglomerasi Dilarang, Pegawai Pemkot dari Luar Kota Tak Boleh Tinggalkan Semarang

Hendi sudah berkomunikasi dengan Ketua MUI Jawa Tengah Ahmad Darodji terkait pelaksanaan shalat Id dilakukan di dalam masjid.

"Jadi tidak mengadakan sholat di area yang luas dan terbuka seperti lapangan atau Simpang Lima. Saya sudah matur ke Pak Daroji nanti sholatnya di dalam masjid saja," jelasnya.

Hendi juga mengantisipasi adanya kerumunan dengan meminta warganya tidak melakukan takbir keliling.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, situasi pandemi masih belum pulih sehingga warga diminta saling mengingatkan dan menjaga satu sama lain.

"Kalau takbirnya di mushola atau masjid ya udah disitu aja tidak usah keliling-keliling," sebut Hendi.

Baca juga: Nekat Angkut Pemudik ke Semarang, 3 Travel Gelap Dikandangkan

Selain itu, masyarakat juga tidak diperbolehkan menyalakan kembang api atau petasan karena akan mengundang kerumunan.

"Kalau udah tidak boleh ya tidak usah dicoba-coba. Kalau peraturannya polisi bilang tidak boleh ya kita ikuti saja," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pawang Diserang Gajah dan Tertusuk Gading, Berawal Saat Lepas Rantai Ikatan

Kronologi Pawang Diserang Gajah dan Tertusuk Gading, Berawal Saat Lepas Rantai Ikatan

Regional
Cerita Pembuat Sayembara 'Rp 150 Juta', Tak Berniat Cari Istri Baru, Anak-anak Rindu Ibunya

Cerita Pembuat Sayembara 'Rp 150 Juta', Tak Berniat Cari Istri Baru, Anak-anak Rindu Ibunya

Regional
3 Klaster Pemicu Lonjakan Kasus Covid-19 di Sumedang

3 Klaster Pemicu Lonjakan Kasus Covid-19 di Sumedang

Regional
Gibran Persilakan Warga Solo Gelar Hajatan dengan Prokes Ketat, Durasi Hanya 2 Jam

Gibran Persilakan Warga Solo Gelar Hajatan dengan Prokes Ketat, Durasi Hanya 2 Jam

Regional
Dua Bulan Terakhir, BPBD Evakuasi 50 Ekor Ular dari Rumah Warga, Paling Banyak Kobra dan Sanca

Dua Bulan Terakhir, BPBD Evakuasi 50 Ekor Ular dari Rumah Warga, Paling Banyak Kobra dan Sanca

Regional
Buntut 21 Napi Minum Disinfektan, Petugas Lapas Terancam Dipecat jika...

Buntut 21 Napi Minum Disinfektan, Petugas Lapas Terancam Dipecat jika...

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak di Tegal, Puluhan Nakes Positif Virus Corona, Dinkes: Kami Butuh Tenaga Kesehatan

Kasus Covid-19 Melonjak di Tegal, Puluhan Nakes Positif Virus Corona, Dinkes: Kami Butuh Tenaga Kesehatan

Regional
Kronologi Seorang Mertua Bacok Menantunya, Ini Penyebabnya

Kronologi Seorang Mertua Bacok Menantunya, Ini Penyebabnya

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Semarang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Ketua DPRD Kabupaten Semarang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Kapal Nelayan Dibakar Massa di Lampung, Polisi Ungkap Dugaan Pemicunya

Kapal Nelayan Dibakar Massa di Lampung, Polisi Ungkap Dugaan Pemicunya

Regional
50 Warga Positif Covid-19, 2 Gang Permukiman Penduduk di Mojokerto Lockdown

50 Warga Positif Covid-19, 2 Gang Permukiman Penduduk di Mojokerto Lockdown

Regional
Klaster Hajatan di Banyuwangi, Total 36 Warga Positif Covid-19, 1 di Antaranya Meninggal

Klaster Hajatan di Banyuwangi, Total 36 Warga Positif Covid-19, 1 di Antaranya Meninggal

Regional
Usai Bunuh Istri dan Anaknya, Pria Ini Serang Orang di Rumah Ibadah

Usai Bunuh Istri dan Anaknya, Pria Ini Serang Orang di Rumah Ibadah

Regional
Rumah Pemilik Anjing Telah Kosong di Hari yang Sama Saat Bocah 10 Tahun Meninggal

Rumah Pemilik Anjing Telah Kosong di Hari yang Sama Saat Bocah 10 Tahun Meninggal

Regional
Modus Baru Perampasan Ponsel, Korban Dituduh Pelaku Pemukulan

Modus Baru Perampasan Ponsel, Korban Dituduh Pelaku Pemukulan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X