Fakta Anggota Ormas Lakukan Aksi Premanisme ke Pedagang, Viral di Medsos, Ini Klarifikasi Ketuanya

Kompas.com - 07/05/2021, 14:35 WIB
4 oknum pelaku premanisme di Pasar Jepon, ditangkap jajaran Satreskrim Polres Blora, Kamis (6/5/2021) KOMPAS.com/ARIA RUSTA YULI PRADANA4 oknum pelaku premanisme di Pasar Jepon, ditangkap jajaran Satreskrim Polres Blora, Kamis (6/5/2021)
Editor Setyo Puji

 

Lapor ke polisi

Masrindo mengatakan, selama puluhan tahun berjualan di pasar tersebut baru kali ini ada aksi premanisme. Terlebih lagi pelakunya dari anggota ormas.

Menyikapi hal itu, dirinya menolak pasrah dan memilih melaporkannya kejadian itu ke aparat kepolisian.

"(Berjualan) sudah lama sekitar 1997, kejadian ini baru pertama kali, mungkin mereka mencoba karena dikira kita akan menyerah," jelasnya.

Terkait kasus tersebut, saat ini sudah ditangani pihak kepolisian dan pelaku sudah diamankan untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Baca juga: Anggota Polisi Diduga Melakukan Pungli kepada Pengendara di Pos Penyekatan Mudik, Kapolsek Membantah

Bantahan ketua ormas

Terpisah, ketua Pemuda Pancasila (PP) Blora Munaji membantah anggotanya melakukan aksi premanisme.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait dengan kejadian yang terjadi di Pasar Jepon, ia mengatakan semata-mata sebagai respons atas banyaknya aksi rentenir yang meresahkan.

"Cuman konteksnya adalah kejadian di Pasar Jepon itu kaitannya dengan merajalelanya rentenir di wilayah Pasar Jepon," ujar, Kamis (6/5/2021).

Menurutnya, aksi yang dilakukan rentenir di pasar itu tak bisa dibiarkan karena dapat merugikan para pedagang.

"Karena bagi kita itu juga termasuk kejahatan ekonomi, karena notabenenya izin enggak ada, apalagi ada Covid yang menyebabkan ekonomi melemah, jangan sampai itu dimanfaatkan oleh segelintir oknum rentenir ini," katanya.

Baca juga: Polres Puncak Diberondong Tembakan KKB, Tak Ada Korban Jiwa dan Aparat Memilih Diam

Ancam tuntut balik

Adapun video viral terkait dugaan aksi premanisme itu, Munaji mengatakan belum benar terjadi unsur pemerasan dari anggotanya.

Pasalnya, anggotanya yang terlibat dalam kasus itu mengaku belum mendapatkan uang dari para rentenir tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya siap menghadapi proses hukum yang dilaporkan oleh para rentenir tersebut.

"Kalau laporan itu benar, silakan laporan secara hukum, kita hormati hukum. Tapi kalau laporan itu tidak benar dan tindak pidana pemerasan itu belum dilakukan, awas kita akan tuntut balik nanti, ini negara hukum," jelasnya.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Sate Beracun yang Tewaskan Anak Pengemudi Ojol, Pelaku Ditangkap dan Target Awalnya Polisi

Penulis : Kontributor Blora, Aria Rusta Yuli Pradana | Editor : Dony Aprian

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jabar Siapkan Strategi Lacak Covid-19 Berbasis RT, Begini Caranya

Jabar Siapkan Strategi Lacak Covid-19 Berbasis RT, Begini Caranya

Regional
Armuji Minta Metode Telemedisin Disederhanakan agar Bisa Diakses Warga Kampung

Armuji Minta Metode Telemedisin Disederhanakan agar Bisa Diakses Warga Kampung

Regional
31 Warga NTT Terpapar Covid-19 Varian Delta, Satgas Covid-19: 25 Orang dari Kota Kupang

31 Warga NTT Terpapar Covid-19 Varian Delta, Satgas Covid-19: 25 Orang dari Kota Kupang

Regional
Gara-gara Tawarkan Promo Kecuali Presiden, Pemilik Warung Diperiksa Polisi

Gara-gara Tawarkan Promo Kecuali Presiden, Pemilik Warung Diperiksa Polisi

Regional
Sejumlah RW di Surabaya Sudah Siapkan Rumah Isolasi Mandiri, Ini Alasannya...

Sejumlah RW di Surabaya Sudah Siapkan Rumah Isolasi Mandiri, Ini Alasannya...

Regional
Cerita Rizqa Pasang Banner Promo Beli 1 Gratis 1 Kecuali Presiden, Murni Promosi Ramen, Sempat Diperiksa Polisi

Cerita Rizqa Pasang Banner Promo Beli 1 Gratis 1 Kecuali Presiden, Murni Promosi Ramen, Sempat Diperiksa Polisi

Regional
Detik-detik Pasar Mingguan di NTT Terbakar, Terdengar Ledakan dan Kerugian Ratusan Juta

Detik-detik Pasar Mingguan di NTT Terbakar, Terdengar Ledakan dan Kerugian Ratusan Juta

Regional
Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bandung Tembus 8.000 Orang

Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bandung Tembus 8.000 Orang

Regional
Keluar dari Zona Merah, Pemkot Pontianak Tetap Terapkan PPKM Level 4

Keluar dari Zona Merah, Pemkot Pontianak Tetap Terapkan PPKM Level 4

Regional
Kades yang Gelar Hajatan Didenda Rp 48.000, PN Banyuwangi: Efek Jera Bukan dari Nilainya, tapi...

Kades yang Gelar Hajatan Didenda Rp 48.000, PN Banyuwangi: Efek Jera Bukan dari Nilainya, tapi...

Regional
RSUD Rasidin Padang Butuh Tambahan Nakes untuk Pasien Covid-19

RSUD Rasidin Padang Butuh Tambahan Nakes untuk Pasien Covid-19

Regional
Terdengar Ledakan, Pasar Mingguan Malanuza Bajawa Terbakar, 10 Warung Ludes

Terdengar Ledakan, Pasar Mingguan Malanuza Bajawa Terbakar, 10 Warung Ludes

Regional
Pemkot Cilegon Akan Sebar Paket Obat Herbal untuk Warga yang Isoman

Pemkot Cilegon Akan Sebar Paket Obat Herbal untuk Warga yang Isoman

Regional
PT HM Sampoerna Kena Sanksi Satgas Covid-19, Berjanji Patuhi Aturan Pemerintah

PT HM Sampoerna Kena Sanksi Satgas Covid-19, Berjanji Patuhi Aturan Pemerintah

Regional
Fakta Baru Kasus Vandalisme Baliho Puan Maharani, Pelaku Ditangkap

Fakta Baru Kasus Vandalisme Baliho Puan Maharani, Pelaku Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X