Hari Pertama Larangan Mudik, 3.169 Kendaraan yang Hendak Masuk Jatim Disuruh Putar Balik

Kompas.com - 07/05/2021, 12:31 WIB
Petugas gabungan lakukan pemeriksaan terhadap bus yang melewati Jalur Pantura di Rembang, Kamis (6/5/2021) DOK. POLDA JATIMPetugas gabungan lakukan pemeriksaan terhadap bus yang melewati Jalur Pantura di Rembang, Kamis (6/5/2021)

SURABAYA, KOMPAS.com - Ribuan kendaraan yang akan memasuki sejumlah titik pos penyekatan di Provinsi Jawa Timur (Jatim) telah diputarbalikkan pada hari pertama larangan mudik, Kamis (6/5/2021).

Di hari pertama larangan mudik di Jatim, total sekitar 3.169 kendaraan yang hendak memasuki Jatim disuruh putar balik.

Dirlantas Polda Jatim Kombes Latif Usman menyebutkan, ribuan kendaraan itu diputar balik petugas gabungan dari TNI, Polri, hingga Dishub, ketika hendak melintasi sembilan titik perbatasan di Provinsi Jatim pada hari pertama penyekatan mudik.

Menurutnya, kendaraan yang keluar masuk Provinsi Jatim wajib diperiksa di pos screening.

'Bilamana terindikasi mudik, akan diputar balik sesuai ketentuan yang berlaku," kata Latif saat dikonfirmasi, Jumat (7/5/2021).

Latif mengungkapkan, di delapan titik perbatasan antara Jateng dengan Jatim, ada beragam jenis kendaraan yang telah diputarbalikkan, di antaranya,  971 sepeda motor, 1.386 mobil penumpang, 188 bus, 287 mobil barang, dan 35 kendaraan khusus.

Baca juga: Tangis Pemudik yang Sembunyi di Bak Truk dan Diminta Putar Balik di Pelabuhan Gilimanuk: Anak Saya Sakit

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun untuk penyekatan di area perbatasan antara Bali dengan Jatim, seperti di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, juga ada ratusan kendaraan yang diputar balik, di antaranya 152 sepeda motor, 130 mobil penumpang, dan 20 bus.

Latif menegaskan, pengendara yang telah diputarbalikkan itu terbukti tak bisa menunjukkan atau membawa sejumlah persyaratan yang telah ditentukan, seperti surat bebas Covid-19, surat izin dari perusahaan, hingga Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

"Banyak masyarakat yang berasumsi untuk bekerja pada lokasi yang dituju, tapi tidak adanya surat izin dari perusahaan tempat kerja atau surat izin dari kelurahan atau kecamatan," tutur dia.

Masyarakat berasumsi akan diizinkan melintas untuk bekerja tanpa membawa dokumen perjalanan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Semarang Melonjak, Rumah Sakit Jiwa Ikut Jadi Tempat Isolasi

Kasus Covid-19 di Semarang Melonjak, Rumah Sakit Jiwa Ikut Jadi Tempat Isolasi

Regional
Sambut Hari Anti Narkotika Internasional, 15 Ton Ganja di Kaki Gunung Seulawah Dimusnahkan

Sambut Hari Anti Narkotika Internasional, 15 Ton Ganja di Kaki Gunung Seulawah Dimusnahkan

Regional
Fenomena Waterspout di Banyuwangi, Terjadi 2 Menit dan Viral di Medsos, Berikut Penjelasan Ahli

Fenomena Waterspout di Banyuwangi, Terjadi 2 Menit dan Viral di Medsos, Berikut Penjelasan Ahli

Regional
Setelah Gempa M 6,1, 16 Gempa Susulan Guncang Maluku Tengah

Setelah Gempa M 6,1, 16 Gempa Susulan Guncang Maluku Tengah

Regional
Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Overload, Pemkab Semarang Pinjam Gedung Pemprov Jateng

Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Overload, Pemkab Semarang Pinjam Gedung Pemprov Jateng

Regional
4 Polisi Dilarikan ke RS Usai Santap Bakso, Ini yang Ditemukan pada Makanan

4 Polisi Dilarikan ke RS Usai Santap Bakso, Ini yang Ditemukan pada Makanan

Regional
Gempa Maluku Tengah, Warga Tehoru Panik Melihat Kondisi Air di Laut

Gempa Maluku Tengah, Warga Tehoru Panik Melihat Kondisi Air di Laut

Regional
Bupati Maluku Tengah: Kami Sudah Perintahkan Warga yang Tinggal di Pinggir Pantai Mengungsi

Bupati Maluku Tengah: Kami Sudah Perintahkan Warga yang Tinggal di Pinggir Pantai Mengungsi

Regional
Rawat Pasien Covid-19 Tanpa Izin, Sebuah Klinik di Karawang Disegel

Rawat Pasien Covid-19 Tanpa Izin, Sebuah Klinik di Karawang Disegel

Regional
Pabrik Pupuk Iskandar Muda Sebulan Berhenti Beroperasi, Manajemen Jamin Pasokan ke Petani Aman

Pabrik Pupuk Iskandar Muda Sebulan Berhenti Beroperasi, Manajemen Jamin Pasokan ke Petani Aman

Regional
46 CPNS Tulungagung dan Satu Awak Bus Rombongan Reaktif Usai Latsar di Surabaya

46 CPNS Tulungagung dan Satu Awak Bus Rombongan Reaktif Usai Latsar di Surabaya

Regional
Kasus Masjid Sriwijaya Mangkrak, Mantan Sekda dan Kabiro Kesra Sumsel Ditahan

Kasus Masjid Sriwijaya Mangkrak, Mantan Sekda dan Kabiro Kesra Sumsel Ditahan

Regional
Satgas Covid-19 Lamongan Sebut Klaster Sidodowo Sudah Melandai

Satgas Covid-19 Lamongan Sebut Klaster Sidodowo Sudah Melandai

Regional
Cerita Humas Gugus Tugas Terpapar Covid-19: Ada yang Lapor Meninggal, Saya Merasa Tak Berguna...

Cerita Humas Gugus Tugas Terpapar Covid-19: Ada yang Lapor Meninggal, Saya Merasa Tak Berguna...

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Suami Bunuh Istri dan Anaknya yang Balita

Polisi Masih Dalami Motif Suami Bunuh Istri dan Anaknya yang Balita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X