[POPULER NUSANTARA] Virus Corona Baru Ada di Tangsel dan Tangerang | Foto Pengirim Sate Sianida Tersebar

Kompas.com - 07/05/2021, 06:45 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19. (Shutterstock) ShutterstockIlustrasi virus corona, Covid-19. (Shutterstock)

KOMPAS.com - Dua varian baru virus corona, yakni B.1.6.1.7 strain India dan B.1.1.7 strain Inggris ditemukan di Provinsi Banten.

Virus B.1.6.1.7 strain India ditemukan di Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.
Sedangkan, B.1.1.7 strain Inggris terkonfirmasi di Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang.

Ada satu orang yang terpapar virus strain Inggris di Kabupaten Tangerang. Sementara itu, dua orang di Tangerang Selatan terkonfirmasi virus strain India.

Berita populer lainnya adalah seputar tersebarnya foto pengirim sate sianida di media sosial.

Beberapa hari terakhir ini, di media sosial tersebar foto NA, tersangka pengirim sate sianida, sewaktu berada di penjara.

Di foto itu, NA memakai daster berwarna kuning.

Tak hanya itu, Ada beberapa foto Nani lainnya yang diambil saat berada di balik jeruji besi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut adalah berita-berita yang menjadi sorotan pembaca Kompas.com

1. Penemuan virus corona strain India dan Inggris

Ilustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona.Shutterstock Ilustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona.

Temuan adanya varian baru virus corona Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang dikemukakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr. Ati Pramudji Hastuti menjelaskan, dua orang yang terkena virus B.1.6.1.7 strain India terpapar oleh anaknya di Jakarta.

Sedangkan, B.1.1.7 strain Inggris menyerang seorang warga usai pulang dari Arab Saudi.

Untuk melakukan pencegahan penyebaran virus corona varian baru, Satgas Covid-19 sudah mengambil sampel rekan dan keluarga yang memiliki kontak erat dengan pasien.

"Tindakan sudah dilakukan follow tracing pada kontak erat untuk dua strain tersebut," terangnya.

Baca juga: Virus Corona Jenis Baru Ada di Tangsel dan Kabupaten Tangerang

 

2. Foto pengirim sate sianida viral di media sosial

Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021)KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021)

Nama NA belakangan ini banyak dibicarakan lantaran mengirimkan sate sianida. Lalu, satu-dua hari kemarin, ia juga menjadi sorotan karena fotonya di penjara viral.

Di penjara, NA tidak memakai baju tahanan, melainkan daster kuning.

Kepala Polsek Bantul Kompol B Ayom mengatakan, foto tersebut diambil oleh salah satu anggotanya.

Foto itu diambil pada Sabtu (1/5/201) sewaktu NA ditahan di Polsek Bantul.

Ayom menuturkan bahwa foto itu diambil untuk mengabarkan kepada keluarga NA bahwa dia belum mendapat kiriman pakaian.

Baca juga: Viral Foto Nani Pengirim Sate Sianida Berdaster Dalam Penjara, Diambil Anggota Polsek Bantul, Jadi Status WA Isteri Polisi

 

3. Pengemudi marah, sebut polisi lakukan pungli

Pengendara mobil yang melintas di Simpang Nilakandi, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan,marah-marah lantaran mengaku diminta uang Rp 100.000 oleh oknum polisi untuk diizinkan lewat, Kamis (6/5/2021).KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Pengendara mobil yang melintas di Simpang Nilakandi, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan,marah-marah lantaran mengaku diminta uang Rp 100.000 oleh oknum polisi untuk diizinkan lewat, Kamis (6/5/2021).

Seorang pengemudi mobil yang melintas di Simpang Nilakandi, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan mendadak marah karena dihentikan oleh polisi yang melakukan penyekatan.

"Polisi ini minta duit Rp 100.000, saya ada rekamannya dia minta duit," ucap pengendara itu sembari turun dari mobil, Kamis (6/5/2021).

Hal tersebut dibantah oleh polisi yang menghentikan pengemudi tersebut.

Menanggapi adanya cekcok antara anggotanya dan pengguna jalan, Kepala Kepolisian Sektor Kertapati Ajun Komisaris Polisi (AKP) Irwan Sidik yang berada di lokasi turut turun tangan.

Irwan menyampaikan, kejadian itu diduga berawal dari miskomunikasi. Dia juga menyangkal anggotanya melakukan pungutan liar (pungli).

"Tidak beranilah kami seperti itu (pungli), tadi pengendaranya sudah bisa lewat. Mungkin karena sama-sama keras, sama anggota jadi seperti itu," sebutnya.

Baca juga: Pengemudi Mobil Marah, Sebut Polisi Minta Rp 100.000 agar Diizinkan Lewati Penyekatan, Ini Klarifikasinya

 

4. Penjualan alat rapid test antigen di Semarang

Gelar perkara ungkap kasus alat rapid test antigen ilegal di Ditreskrimsus Polda Jateng, Rabu (5/5/2021).KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Gelar perkara ungkap kasus alat rapid test antigen ilegal di Ditreskrimsus Polda Jateng, Rabu (5/5/2021).

 

Kepolisian Daerah Jawa Tengah membongkar peredaran dan penjualan alat rapid test antigen illegal di wilayahnya.

Dari pengungkapan ini, polisi menangkap SPM (34), seorang karyawan sebuah perusahaan yang diduga menyuplai alat-alat yang tak memiliki izin edar ini.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfi menjelaskan, pelaku telah menjual barang-barangnya selama lima bulan, mulai dari Oktober 2020-Maret 2021.

Dari bisnis ini, pelaku bisa meraup keuntungan sebesar Rp 2,8 miliar.

"Diedarkan di wilayah Jateng, di masyarakat umum biasa, klinik dan rumah sakit. Ini sudah merugikan tatanan kesehatan," jelas Lutfhi.

Baca juga: Polisi Bongkar Penjualan Rapid Test Antigen Ilegal di Semarang, Beromzet Miliaran Rupiah

 

5. Pemudik disuruh putar balik

Petugas tengah melakukan penyekatan di Pos Penyekatan Tanjungpura, Karawang Barat, Karawang, Kamis (6/5/2021) dini hari.KOMPAS.COM/FARIDA Petugas tengah melakukan penyekatan di Pos Penyekatan Tanjungpura, Karawang Barat, Karawang, Kamis (6/5/2021) dini hari.

Memasuki hari-hari larangan mudik, petugas melakukan penyekatan di sejumlah lokasi. Salah satunya di Tanjungpura, Karawang.

Kepala Pos Penyekatan Tanjungpura, Karawang, Kompol Suparno menjelaskan ada puluhan pemudik motor dan mobil yang diminta putar balik.

Alasannya adalah mereka tidak bisa menunjukkan persyaratan untuk mudik.

"Yang melakukan pelanggaran mudik kita putarbalikkan ke tempat semula," ujarnya.

Salah satu yang terkena operasi penyekatan ini adalah Uju Sunarya (39). Dia melintas di tempat tersebut pada Kamis dini hari.

Dia diminta putar balik karena masa berlaku surat bebas Covid-19 yang ia bawa telah kedaluwarsa.

Baca juga: Cerita Pemudik Motor Pasrah Diputar Balik di Karawang, Dua Minggu 2 Kali Antigen, Duit dari Mana?

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Serang, Rasyid Ridho; Kontributor Palembang, Aji YK Putra; Kontributor Semarang, Riska Farasonalia Kontributor Karawang, Farida Farhan | Editor: Abba Gabrillin, Rachmawati, David Oliver Purba, Teuku Muhammad Valdy Arief, Aprillia Ika)

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketagihan Nyabu dan Main Game Online, 3 Pemuda Nekat Gasak Gelang Emas di Rumah Warga

Ketagihan Nyabu dan Main Game Online, 3 Pemuda Nekat Gasak Gelang Emas di Rumah Warga

Regional
10 Terdakwa Kasus Bola Sabu Lolos dari Hukuman Mati, Jaksa Ajukan Kasasi

10 Terdakwa Kasus Bola Sabu Lolos dari Hukuman Mati, Jaksa Ajukan Kasasi

Regional
Kreativitas Lurah di Kediri Tangani Covid-19, Bangun Kesadaran Masyarakat dengan Lomba Berhadiah

Kreativitas Lurah di Kediri Tangani Covid-19, Bangun Kesadaran Masyarakat dengan Lomba Berhadiah

Regional
Duduk Perkara Polsek Nimboran Dibakar Massa, Berawal dari Anggota Polisi Lumpuhkan Pelaku Pemalakan

Duduk Perkara Polsek Nimboran Dibakar Massa, Berawal dari Anggota Polisi Lumpuhkan Pelaku Pemalakan

Regional
Dihubungi Menteri via Video Call, Penjual Cilok: Saya Sangat Terharu dan Bahagia

Dihubungi Menteri via Video Call, Penjual Cilok: Saya Sangat Terharu dan Bahagia

Regional
Pita Hitam Tersemat di Lengan Kanan Saat Melepas Sang Pejuang Garda Terdepan

Pita Hitam Tersemat di Lengan Kanan Saat Melepas Sang Pejuang Garda Terdepan

Regional
Terkejut Anaknya Gigit Wafer Pemberian Bercampur Potongan Silet, Orangtua Lapor Polisi

Terkejut Anaknya Gigit Wafer Pemberian Bercampur Potongan Silet, Orangtua Lapor Polisi

Regional
Polemik Sumbangan Rp 2 Triliun dari Anak Akidi Tio hingga Polisi Beda Pernyataan

Polemik Sumbangan Rp 2 Triliun dari Anak Akidi Tio hingga Polisi Beda Pernyataan

Regional
Sekolah yang Nekat Gelar Tatap Muka Akan Dibubarkan dan Diberi Sanksi

Sekolah yang Nekat Gelar Tatap Muka Akan Dibubarkan dan Diberi Sanksi

Regional
Masuk ke Indonesia Melalui 'Jalur Tikus', Warga Timor Leste Diamankan

Masuk ke Indonesia Melalui "Jalur Tikus", Warga Timor Leste Diamankan

Regional
Jaya di Olimpiade, Greysia/Apriyani Dapat Hadiah di Kampung Halamannya

Jaya di Olimpiade, Greysia/Apriyani Dapat Hadiah di Kampung Halamannya

Regional
Pembunuh Plt Kepala BPBD Merangin Terancam Hukuman Seumur Hidup

Pembunuh Plt Kepala BPBD Merangin Terancam Hukuman Seumur Hidup

Regional
Sosok Apriyani Rahayu di Mata Teman Sesama Atlet Bulu Tangkis Sultra

Sosok Apriyani Rahayu di Mata Teman Sesama Atlet Bulu Tangkis Sultra

Regional
Didenda Rp 10 Juta Usai Warungnya Jadi Lokasi Pernikahan, Dendik: Kalau Tidak Kuat Bayar, Saya Dikurung Saja

Didenda Rp 10 Juta Usai Warungnya Jadi Lokasi Pernikahan, Dendik: Kalau Tidak Kuat Bayar, Saya Dikurung Saja

Regional
Rumah Kalapas Kotapinang Dibakar oleh Napi dan Pegawainya Sendiri

Rumah Kalapas Kotapinang Dibakar oleh Napi dan Pegawainya Sendiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X