Berusia 2 Abad Lebih, Masjid Agung di Solo Gelar Shalat Tarawih 11 dan 23 Rakaat Sekaligus

Kompas.com - 07/05/2021, 06:07 WIB
Petugas membersihkan serambi Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Solo, Jawa Tengah, Minggu (11/4/2021). Kegiatan tersebut untuk memberikan rasa nyaman bagi jamaah saat menjalan ibadah bulan suci Ramadhan sesuai protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19. Maulana Surya/ANTARA FOTOPetugas membersihkan serambi Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Solo, Jawa Tengah, Minggu (11/4/2021). Kegiatan tersebut untuk memberikan rasa nyaman bagi jamaah saat menjalan ibadah bulan suci Ramadhan sesuai protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sebuah masjid kuno di kota Solo, Jawa Tengah, yang berusia dua abad lebih, menggelar shalat tarawih 11 dan 23 rakaat sekaligus — sebuah semangat menyatukan dua tradisi atau aliran yang dulu pernah tidak sejalan.

"Niat ingsun poso... — saya niat puasa... " Suara-suara dari masa lalu ini menggema dari Masjid Agung di Kota Solo, Jawa Tengah, awal Ramadan lalu.

Dengan menggunakan bahasa Arab dan Jawa, imam masjid membimbing jemaah shalat tarawih untuk mendaras doa niat puasa. Inilah penutup dari salat tarawih malam itu.

Baca juga: Warga Banten Boleh Shalat Id di Masjid asal Patuh Protokol Kesehatan

Masjid yang terletak di Kampung Kauman, Pasar Kliwon, Solo, yang merupakan saksi bisu penyebaran Islam di kota itu, memang sejak awal tidak terlalu kaku dalam menafsirkan dan mempraktikkan ritual ibadah.

Hal itu terlihat mencolok setiap Ramadan tiba. Masjid tersebut memfasilitasi umat Muslim yang ingin shalat sunnah tarawih berjamaah sebanyak 11 rakaat dan 23 rakaat secara sekaligus.

Pengelola masjid menyediakan dua orang imam untuk memimpin 'dua cara' shalat tarawih tersebut — sebuah ketidaklaziman mengingat kebanyakan masjid di Indonesia cenderung memilih salah satu aliran.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Waktu Iktikaf di Masjid Al-Akbar Surabaya Dibatasi, Ini Aturan Jamnya

"Masjid Agung posisinya memfasilitasi semua [dua aliran] karena kita kembali ke pranata lama keraton itu bisa memfasilitasi semua jemaat," kata Ketua Takmir Masjid Agung Solo, Mohammad Muhtarom.

Masjid — yang dulu bernama Masjid Ageng Keraton Hadiningrat — ini, memang, tak terlepas dari sejarah perjalanan Keraton Kasunanan Surakarta. Beberapa catatan melaporkan, masjid ini dibangun oleh Pakubuwono III sekitar tahun 1749.

Sejak Muhtarom mulai beraktivitas di masjid itu pada 1985, gelaran tarawih yang menyatukan dua aliran itu sudah dipraktekkan.

Baca juga: Masjid Agung Ciamis Tidak Gelar Shalat Id, Takbir Keliling dan Halalbihalal Dilarang

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Mengalami Lonjakan di Sejumlah Daerah, Masyarakat Diminta Disiplin Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Mengalami Lonjakan di Sejumlah Daerah, Masyarakat Diminta Disiplin Protokol Kesehatan

Regional
Ganjar: Ingat, Varian Baru Sudah Masuk di Kudus, Catat Itu…

Ganjar: Ingat, Varian Baru Sudah Masuk di Kudus, Catat Itu…

Regional
Cerita Andika Ikuti Wisuda Drive Thru dengan Vespa Hasil Modifikasi

Cerita Andika Ikuti Wisuda Drive Thru dengan Vespa Hasil Modifikasi

Regional
28 Warga Kudus Terinfeksi Covid-19 Varian India

28 Warga Kudus Terinfeksi Covid-19 Varian India

Regional
Ahli Sejarah UGM: Suku Kalang Jawa Diduga Satu Ras dengan Dani dan Asmat di Papua

Ahli Sejarah UGM: Suku Kalang Jawa Diduga Satu Ras dengan Dani dan Asmat di Papua

Regional
Mayat Dibakar di Maros Diperkirakan Pria Berusia 16 hingga 25 Tahun

Mayat Dibakar di Maros Diperkirakan Pria Berusia 16 hingga 25 Tahun

Regional
86 Persen dari 72 Sampel Covid-19 di Kudus Terpapar Varian India

86 Persen dari 72 Sampel Covid-19 di Kudus Terpapar Varian India

Regional
Polisi Minta Pembunuh Sopir Taksi Online di Aceh Serahkan Diri: Kalau Tidak Kami Uber Sampai Ketemu

Polisi Minta Pembunuh Sopir Taksi Online di Aceh Serahkan Diri: Kalau Tidak Kami Uber Sampai Ketemu

Regional
Wali Kota Salatiga Sekeluarga Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Wali Kota Salatiga Sekeluarga Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Regional
Rumah Kontrakan Jadi Pabrik Narkoba, Petugas Temukan 700.000 Pil Trihexyphenidyl

Rumah Kontrakan Jadi Pabrik Narkoba, Petugas Temukan 700.000 Pil Trihexyphenidyl

Regional
Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus, Ganjar Minta Ada Gerakan 5 Hari di Rumah Saja

Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus, Ganjar Minta Ada Gerakan 5 Hari di Rumah Saja

Regional
Kaltara Catat Ratusan Ekor Babi Mati, Diduga Kena Virus ASF dari Malaysia

Kaltara Catat Ratusan Ekor Babi Mati, Diduga Kena Virus ASF dari Malaysia

Regional
Ganjar Sebut Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus

Ganjar Sebut Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus

Regional
Ada Instruksi dari Kapolri, Ratusan Terduga Preman di Semarang Ditangkap

Ada Instruksi dari Kapolri, Ratusan Terduga Preman di Semarang Ditangkap

Regional
Detik-detik Pohon Mahoni Roboh Timpa Avanza, Warga Berteriak, Sopir Kaget Injak Gas

Detik-detik Pohon Mahoni Roboh Timpa Avanza, Warga Berteriak, Sopir Kaget Injak Gas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X