Buat Surat Hasil Pemeriksaan Antigen Palsu, Seorang Pegawai Klinik Jadi Tersangka

Kompas.com - 06/05/2021, 18:37 WIB
MR (30) pegawai klinik di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang diduga menjual surat hasil pemeriksaan rapid test antigen palsu. KURNIA TARIGANMR (30) pegawai klinik di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang diduga menjual surat hasil pemeriksaan rapid test antigen palsu.

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Kepolisian Resor (Polres) Kapuas, Kalimantan Tengah, menetapkan seorang pegawai klinik di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebagai tersangka karena diduga menjual surat hasil pemeriksaan rapid test antigen palsu.

Pegawai klinik berinisial MR (30) ini menjual surat hasil menjual surat palsu itu untuk orang yang ingin melintas dari Kalimantan Selatan ke Kalimantan Tengah di Kabupaten Kapuas saat larangan mudik berlaku.

Kepala Polres Kapuas AKBP Manang Soebeti mengatakan, pegawai klinik ini bersama dua temannya memberikan brosur pemeriksan Covid-19 ke pengendara yang diminta putar balik saat hendak melewati pos penyekatan pemudik.

“Dia menjual surat keterangan itu seharga Rp 220.000 per suratnya,” kata Manang kepada Kompas.com saat memberikan keterangan pers di halaman Mapolres Kapuas. Kamis (6/5/2021).

Baca juga: Nekat Jual Surat Hasil Rapid Test Antigen Palsu Dekat Pos Penyekatan, 3 Orang Ditangkap

Surat hasil pemeriksaan palsu itu dicetak di salah satu warung yang letaknya hanya sekitar 100 meter dari pos penyekatan pemudik.

Selama menerbitkan surat palsu itu, MR sudah mengantongi uang sebesar Rp 1,7 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan MR mengklaim tetap memeriksa orang yang datang kepada dengan rapid test antigen. Alat itu dibeli secara online.

Hanya saja, dia mengakui tanda tangan dokter di surat yang dikeluarkannya palsu.

MR nekat memalsukan surat hasil pemeriksaan Covid-19 karena terdesak kebutuhan hidup.

Baca juga: Kasus Surat Hasil Rapid Test Antigen Palsu di Cianjur, Ini Peran Dua Tersangka

Karena perbuatannya, MR dan dua rekannya kini terancam hukuman penjara paling lama enam tahun.

Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap tiga orang yang diduga memalsukan surat hasil pemeriksaan rapid test antigen yang beroperasi dekat pos penyekatan pemudik di Kalimantan Tengah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peron Hampir Rampung, KA Bandara YIA Ditargetkan Beroperasi Mulai 17 Agustus 2021

Peron Hampir Rampung, KA Bandara YIA Ditargetkan Beroperasi Mulai 17 Agustus 2021

Regional
Puluhan Pasien Isoman di Jambi Dijemput Polisi

Puluhan Pasien Isoman di Jambi Dijemput Polisi

Regional
Jadi Wasit Bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020, Wahyana Tak Lupakan Kewajibannya Mengajar

Jadi Wasit Bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020, Wahyana Tak Lupakan Kewajibannya Mengajar

Regional
Di Balik Geliat Bisnis Jasa Cetak Sertifikat Vaksin, Dinkes Minta Warga Hati-hati

Di Balik Geliat Bisnis Jasa Cetak Sertifikat Vaksin, Dinkes Minta Warga Hati-hati

Regional
Resmi, Pemprov Papua Tutup Pelabuhan dan Perketat Bandara

Resmi, Pemprov Papua Tutup Pelabuhan dan Perketat Bandara

Regional
Banyak Orang Tua Meninggal karena Covid-19, Pemkab Wonogiri Percepat Vaksinasi Lansia

Banyak Orang Tua Meninggal karena Covid-19, Pemkab Wonogiri Percepat Vaksinasi Lansia

Regional
Cerita Kadinkes Banten, Terpaksa Menyetujui Harga Masker yang Mahal

Cerita Kadinkes Banten, Terpaksa Menyetujui Harga Masker yang Mahal

Regional
Polda Jateng Gelar Vaksinasi Merdeka Candi, Ada 1.348.000 Vaksin Covid-19 untuk Warga

Polda Jateng Gelar Vaksinasi Merdeka Candi, Ada 1.348.000 Vaksin Covid-19 untuk Warga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bonus Keluarga Apriyani Rahayu | Bisnis Cetak Kartu Vaksin Menuai Untung

[POPULER NUSANTARA] Bonus Keluarga Apriyani Rahayu | Bisnis Cetak Kartu Vaksin Menuai Untung

Regional
Korupsi Dana Bos Selama 4 Tahun, Kepsek dan Bendahara di Manggarai Ditahan

Korupsi Dana Bos Selama 4 Tahun, Kepsek dan Bendahara di Manggarai Ditahan

Regional
Sebelum Meninggal karena Covid-19 Bersama Sang Istri, Ayah Vino Menitipkan Bocah Itu kepada Pamannya

Sebelum Meninggal karena Covid-19 Bersama Sang Istri, Ayah Vino Menitipkan Bocah Itu kepada Pamannya

Regional
Tak Masuk Gudang, 1.000 Vaksin yang Datang ke Madiun Langsung Digunakan untuk Siswa SMA

Tak Masuk Gudang, 1.000 Vaksin yang Datang ke Madiun Langsung Digunakan untuk Siswa SMA

Regional
Cerita Sedih di Balik Semangkuk Soto Gratis di Sorong, Adik Ipar Meninggal karena Covid-19

Cerita Sedih di Balik Semangkuk Soto Gratis di Sorong, Adik Ipar Meninggal karena Covid-19

Regional
Dituduh Tak Becus Gelar Vaksinasi Massal, Ini Klarifikasi Bobby Nasution

Dituduh Tak Becus Gelar Vaksinasi Massal, Ini Klarifikasi Bobby Nasution

Regional
Mahasiswi UMG Ramu Semprotan Aroma Terapi Pelega Napas Saat Kenakan Masker

Mahasiswi UMG Ramu Semprotan Aroma Terapi Pelega Napas Saat Kenakan Masker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X