Kompas.com - 06/05/2021, 18:18 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. ANTARAGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

KOMPAS.com - Warga di Jawa Timur kini bisa membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) secara non tunai melalui aplikasi GoPay.

Pemprov Jatim meluncurkan layanan pembayaran PKB melalui Samsat Bunda, GoPay, KB Bukopin, dan Pengundian Hadian Tabungan Umroh Tahap I 2021 di Gedung Grahadi, Surabaya, Rabu (5/5/2021).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan, Bapenda terus berinovasi melalui bekerja sama dengan berbagai pihak.

Setiap layanan yang semakin dekat, semakin mudah, dan semakin murah tentu akan memudahkan seluruh layanan publik.

Baca juga: Varian Baru Covid-19 Muncul di Mojokerto, Dibawa WNI yang Pulang dari Afrika

"Berbagai inovasi ini harus terus ditumbuhkembangkan seiring dengan proses digitalisasi. Misalnya Gopay yang memungkinkan orang dapat membayar pajak di mana saja dan kapan saja." kata Khofifah seperti dilansir dari Suryamalang.com, Kamis (6/5/2021).

"Saya berterima kasih atas seluruh dukungan, sinergi, dan kolaborasi yang memungkinkan peningkatan produktivitas mengingat inovasi dan digitalisasi sistem ini menjadi bagian penting dari peningkatan produktivitas dan kinerja semua," tambah dia. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Head Regional Public Policy and Government Relations Gojek Jatim & Bali Nusra, Boy Arno mengatakan GoPay terus mengoptimalkan penggunaan transaksi non-tunai tanpa kontak dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari donasi, kuliner, transportasi, membayar berbagai tagihan hingga pajak.

"Kemudahan pembayaran PKB secara non-tunai tanpa keluar rumah melalui aplikasi Gojek sangat memudahkan masyarakat, terutama di masa pandemi," ujar dia.

Dia menuturkan, sudah ada 15 provinsi yang memanfaatkan GoPay dan GoTagihan sebagai opsi pembayaran pajak daerah, termasuk Jawa Timur yang sudah menerapkan pembayaran PKB.

"Kami berharap kerja sama ini memudahkan warga Jatim, dan memudahkan pemerintah mengumpulkan pajak," terang Boy.

 

Demi meningkatkan kualitas layanan pembayaran pajak bagi warga Jatim, Bapenda Jatim, gencar kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengefisiensikan layanan publik, termasuk menggandeng GoPay.

"GoPay menyediakan solusi praktis dalam membayar PKB. Ini sejalan dengan imbauan pemerintah pusat untuk memaksimalkan transaksi non-tunai, terutama di masa pandemi,” kata Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah Jatim, Mohammad Yasin.

Baca juga: Larangan Mudik Berlaku, Bundaran Waru Disekat, Masuk Surabaya Diperketat, Kendaraan Diminta Diputar Balik

Cara mudah membayar PKB lewat GoTagihan :

1. Buka Aplikasi Gojek

2. Pilih GoTagihan

3. Pilih Icon PKB untuk pembayaran PKB, lalu pilih PKB Jawa Timur

4. Masukkan Pelat Nomor, Nomor Mesin Kendaraan, Nomor HP dan Nomor NIK

5. Lakukan konfirmasi pembayaran PKB

6. Masukkan PIN Rahasia GoPay

7. Setelah pembayaran berhasil swipe up untuk melihat detail transaksi.

Fitur GoTagihan juga dapat dimanfaatkan untuk membayar berbagai jenis tagihan selain pajak mulai dari PLN, PDAM, multifinance, hingga pemenuhan kebutuhan sehari-hari, seperti tagihan telekomunikasi pascabayar, atau membeli voucher produk digital langsung dari aplikasi dengan saldo GoPay.

-----------------------

Artikel ini telah tayang di SuryaMalang.com dengan judul, "Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Pakai GoPay di Jatim, Jangan Lupa Nomor HP dan NIK" (SURYAMALANG.COM/ZAINUDDIN)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Demo di Hari Tani, Mahasiswa di Banyuwangi Tuntut 3 Hal Ini

Gelar Demo di Hari Tani, Mahasiswa di Banyuwangi Tuntut 3 Hal Ini

Regional
Bersiap Sambut Wisatawan Mancanegara, Ini 3 Skema yang Disiapkan Pemprov Bali

Bersiap Sambut Wisatawan Mancanegara, Ini 3 Skema yang Disiapkan Pemprov Bali

Regional
Deklarasi Satgas Pungli DIY, HB X Minta Budaya 'Ngono Ya Ngono, Ning Aja Ngono' Ditinggalkan

Deklarasi Satgas Pungli DIY, HB X Minta Budaya "Ngono Ya Ngono, Ning Aja Ngono" Ditinggalkan

Regional
Tol Trans Sumatera Kini Punya Batas Kecepatan, Pelanggar Akan Ditilang

Tol Trans Sumatera Kini Punya Batas Kecepatan, Pelanggar Akan Ditilang

Regional
Konser Jazz Gunung Bromo 2021 Digelar Besok, Simak Aturan Ketat Prokes bagi Penonton

Konser Jazz Gunung Bromo 2021 Digelar Besok, Simak Aturan Ketat Prokes bagi Penonton

Regional
Distrik Kiwirok Sunyi karena Gangguan KKB, Warga Mulai Mengungsi

Distrik Kiwirok Sunyi karena Gangguan KKB, Warga Mulai Mengungsi

Regional
Di Waroeng Sak-sak’e, Pembeli Bisa Bayar dengan Baju Bekas dan Barang Rongsokan

Di Waroeng Sak-sak’e, Pembeli Bisa Bayar dengan Baju Bekas dan Barang Rongsokan

Regional
Viral, Video Harimau Berbadan Kurus Makan Rumput di Kebun Binatang Medan, Ini Penjelasannya

Viral, Video Harimau Berbadan Kurus Makan Rumput di Kebun Binatang Medan, Ini Penjelasannya

Regional
Viral, Video Karapan Sapi di Bangkalan Dihadiri Ribuan Penonton, Ini Kata Satgas Covid-19

Viral, Video Karapan Sapi di Bangkalan Dihadiri Ribuan Penonton, Ini Kata Satgas Covid-19

Regional
Ahli Epidemiologi Perkirakan Gelombang Ketiga Covid-19 Terjadi di Desember

Ahli Epidemiologi Perkirakan Gelombang Ketiga Covid-19 Terjadi di Desember

Regional
Yang Perlu Diketahui Warga Jakarta soal Ganjil Genap Puncak Bogor 'Weekend' Ini

Yang Perlu Diketahui Warga Jakarta soal Ganjil Genap Puncak Bogor "Weekend" Ini

Regional
Bali Bersiap Sambut Wisatawan Mancanegara, Sandiaga Siapkan Paket Wisata

Bali Bersiap Sambut Wisatawan Mancanegara, Sandiaga Siapkan Paket Wisata

Regional
Tanjung Gudang Akan Jadi Pelabuhan Ekspor di Bangka Belitung

Tanjung Gudang Akan Jadi Pelabuhan Ekspor di Bangka Belitung

Regional
30 Orang Terjaring Razia Baju Ketat dan Celana Pendek

30 Orang Terjaring Razia Baju Ketat dan Celana Pendek

Regional
Soal Raperda Perlindungan Guru Non-PNS, Begini Tanggapan PGRI Magetan

Soal Raperda Perlindungan Guru Non-PNS, Begini Tanggapan PGRI Magetan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.