I Wayan Sastra, Perupa Patung Penari Gandrung Ikonik Banyuwangi Terkulai Sakit

Kompas.com - 06/05/2021, 18:17 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandanigi saat menjenguk I Wayan Sastra di rumahnya, Kamis (6/5/2021). Pemkab BanyuwangiBupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandanigi saat menjenguk I Wayan Sastra di rumahnya, Kamis (6/5/2021).

BANYUWANGI, KOMPAS.com -Sebuah patung penari gandrung setinggi 10 meter menjadi monumen di jalur pantai utara Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Patung di pinggir pantai tersebut merupakan karya perupa I Wayan Sastra (75).

Kini, sang seniman pembuat patung tersebut sudah setahun terakhir terkulai lemah di tempat tidurnya akibat penyakit paru-paru yang dia derita.

Baca juga: 68 Obyek Wisata di Banyuwangi Buka Saat Libur Lebaran, Kapasitas Pengunjung Dibatasi

Memiliki jasa luar biasa bagi Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Wayan Sastra memiliki jasa yang luar biasa bagi pembangunan Banyuwangi.

"Banyak karya-karyanya yang hingga saat ini masih kita rasakan dan lihat di Banyuwangi," kata Ipuk, Kamis (6/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia berharap sang perupa segera pulih dari sakitnya.

Ipuk pun menjenguk Wayan di rumahnya di Lingkungan Brak, Kecamatan Kalipuro, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono.

Ia juga meminta kepada Puskesmas Klatak dan Dinas Kesehatan untuk terus memantau kesehatan bapak tujuh anak tersebut.

"Saya minta dokter rutin untuk mengecek kesehatan Pak Wayan. Apabila ada sesuatu segera koordinasikan," pinta Ipuk.

Baca juga: Resmikan Pengolah Sampah Menjadi Listrik, Jokowi: dari 7 Kota yang Saya Tunjuk, Surabaya yang Pertama Jadi

 

Terlibat banyak dalam pembangunan patung dan monumen di Banyuwangi

Sejak 1967 atau masa pemerintahan Bupati Djoko Supaat Slamet, Wayan banyak terlibat dalam pembangunan Banyuwangi, terutama pembuatan patung, monumen, dan lainnya.

Selain membuat monumen patung gandrung yang ikonik setinggi 10 meter di Watudodol, Wayan juga membuat monumen patung gandrung sebagai pembatas wilayah Jember-Banyuwangi, di Gunung Gumitir, Kalibaru.

Wayan juga membuat monumen patung kuda di Kelurahan Sobo, Gelanggang Seni dan Budaya (Gesibu) Banyuwangi, dan banyak lainnya.

Anak kelima Wayan, Joko Purnomo mengatakan, sejak masih muda ayahnya telah banyak diminta untuk terlibat dalam pembangunan oleh pemerintah.

Joko mengatakan ayahnya adalah seorang pemahat yang sabar dan sederhana.

"Bapak bangga bisa ikut membangun Banyuwangi melalui karya-karyanya," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Liga 2 2021 Digelar di Stadion Manahan Solo, Polisi Terjunkan 350 Personel

Liga 2 2021 Digelar di Stadion Manahan Solo, Polisi Terjunkan 350 Personel

Regional
Jelang World Superbike, Wagub NTB Optimis Pembangunan Sirkuit Mandalika Selesai Tepat Waktu

Jelang World Superbike, Wagub NTB Optimis Pembangunan Sirkuit Mandalika Selesai Tepat Waktu

Regional
Lokasi Pencarian Warga Sleman yang Hilang Setelah Pamit Naik Gunung Merapi Diperluas

Lokasi Pencarian Warga Sleman yang Hilang Setelah Pamit Naik Gunung Merapi Diperluas

Regional
Tergiur Benda Gaib Pedang Samurai Roll, Mantan Kontraktor Tertipu Lebih dari Rp 500 Juta

Tergiur Benda Gaib Pedang Samurai Roll, Mantan Kontraktor Tertipu Lebih dari Rp 500 Juta

Regional
SD di Cianjur Ini Terapkan Konsep Ecobrick, Lingkungannya Jadi Asri dan Artistik

SD di Cianjur Ini Terapkan Konsep Ecobrick, Lingkungannya Jadi Asri dan Artistik

Regional
Kerangka Manusia di Pantai Parangkusumo Bantul Ditemukan dalam Posisi Bersila

Kerangka Manusia di Pantai Parangkusumo Bantul Ditemukan dalam Posisi Bersila

Regional
Bandar Lelang Arisan Online Fiktif di Salatiga Ditangkap

Bandar Lelang Arisan Online Fiktif di Salatiga Ditangkap

Regional
Dianggap Memberatkan, Para Pemilik Kapal Tangkap di Kalbar Tolak PP Nomor 85

Dianggap Memberatkan, Para Pemilik Kapal Tangkap di Kalbar Tolak PP Nomor 85

Regional
Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Dua Anak Buah Alex Noerdin Jalani Sidang Dakwaan

Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Dua Anak Buah Alex Noerdin Jalani Sidang Dakwaan

Regional
Mulai Besok, Tarif Tes Antigen di Stasiun Daop 7 Madiun Turun Jadi Rp 45.000

Mulai Besok, Tarif Tes Antigen di Stasiun Daop 7 Madiun Turun Jadi Rp 45.000

Regional
Disambut Teriakan Takbir, Eks Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi Bebas Murni dari Lapas Serang

Disambut Teriakan Takbir, Eks Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi Bebas Murni dari Lapas Serang

Regional
Ini Alasan Kejati Sumsel Tetapkan Alex Noerdin Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya

Ini Alasan Kejati Sumsel Tetapkan Alex Noerdin Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya

Regional
Disdik Pekanbaru Perketat Prokes Cegah Klaster PTM, Usai Satu Guru Positif Covid-19

Disdik Pekanbaru Perketat Prokes Cegah Klaster PTM, Usai Satu Guru Positif Covid-19

Regional
Fakta Rumah Angling Dharma di Pandeglang, Sudah Ada Sejak 2002 dan Memiliki Ciri Khusus

Fakta Rumah Angling Dharma di Pandeglang, Sudah Ada Sejak 2002 dan Memiliki Ciri Khusus

Regional
Pelaku Pura-pura Jualan Madu, Ini Kronologi Pencurian Laptop dan Ponsel di Kantor Diskonperindag Tuban

Pelaku Pura-pura Jualan Madu, Ini Kronologi Pencurian Laptop dan Ponsel di Kantor Diskonperindag Tuban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.