Warga Pematangsiantar Boleh Mudik Lokal ke Simalungun dan Sebaliknya, Meski Bukan Aglomerasi

Kompas.com - 06/05/2021, 16:10 WIB
Ilustrasi Mudik KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi Mudik

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Warga Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun diperbolehkan mudik lokal hanya di dua wilayah itu meski bukan aglomerasi. Kebijakan itu dilakukan setelah pihak Satgas Covid 19 di dua daerah itu berkoordinasi.

Sekretaris Satgas Covid 19 Kota Pematangsiantar, Daniel Siregar mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satgas Covid 19 Kabupaten Simalungun. 

"Kota Pematangsiantar itu dikelilingi wilayah Kabupaten Simalungun. Kemudian warga Simalungun banyak yang bekerja di Kota Pematangsiantar begitu juga sebaliknya," kata Daniel dihubungi via telepon, Kamis (6/5/2021).

Daniel menjelaskan, anggota TNI-Polri dan ASN banyak yang bekerja di Kabupaten Simalungun, namun bertempat tinggal di Kota Pematangsiantar maupun sebaliknya.

Baca juga: Di Lampung Mudik Lokal Tak Dilarang, Pemudik Tetap Harus Bawa Bukti Negatif Covid-19

Selain itu, kata Daniel, Kota Pematangsiantar saat ini berada di zona orange Covid 19. Diantaranya 3 wilayah kecamatan berstatus zona orange dan 5 kecamatan zona merah. 

"Kalau merujuk aturannya bukan wilayah aglomerasi. Ini kebijakan kita setelah melakukan koordinasi dengan pihak Satgas Simalungun," jelas Daniel. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Satuan Lalulintas Polres Pematangsiantar, AKP Muhammad Hasan, mengatakan pihaknya baru saja menerima arahan soal kebijakan tersebut. 

Pihaknya telah menyiapkan 4 pos penyekatan dan pos pelayanan sesuai dengan aturan larangan mudik yang berlangsung 6-17 Mei 2021.

"Perintah terakhir, Siantar Simalungun tidak termasuk yang dilarang. Baru hari ini disampaikan. Tadi baru saya terima arahannya," kata Hasan dihubungi via telepon, Kamis (6/5/2021). 

Baca juga: Mudik ke Sumedang dari Bandung Raya dan Sebaliknya Dilarang karena Tak Masuk Aglomerasi

Ia menjelaskan, warga yang berkunjung dari wilayah Kota Pematangsiantar ke Kabupaten Simalungun maupun sebaliknya tidak termasuk dalam larangan. Pihaknya juga akan memeriksa apakah pengemudi benar benar berasal dari dua wilayah tersebut.

Di tempat terpisah, polisi menyetop sejumlah bus AKDP (Angkutan Kota  Dalam Provinsi) yang melintas di Pos penyekatan di Jalan Sisingamangaraja, Kota Pematangsiantar. 

 

Bus yang membawa penumpang itu datang dari arah Kabupaten Toba menuju Kota Medan yang melintas dari wilayah Kota Pematangsiantar. Setelah dilakukan pemeriksaan, Bus disuruh putar balik. 

"Sementara ini ada empat unit kendaraan yang bukan dari Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun yang sudah kita suruh putar balik. Kendaraan itu plat B dan BB," kata Kapolsek Siantar Marihat, AKP Robert Purba.

Pantauan pada hari pertama pelarangan Mudik, sejumlah Pengusaha Otobus (PO) AKDP di Kota Pematangsiantar berhenti beroperasi. 

Adapun diantaranya Bus Sejahtera  Jurusan Parapat- Kota Medan, Intra dan Paradep Taxi Jurusan Kota Pematangsiantar - Kota Medan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Varian Baru Masuk ke Indonesia, PMI di Pintu Perbatasan RI-Malaysia Akan Dikarantina Terlebih Dahulu 8 Hari

Cegah Varian Baru Masuk ke Indonesia, PMI di Pintu Perbatasan RI-Malaysia Akan Dikarantina Terlebih Dahulu 8 Hari

Regional
Dikira Ulah Tikus Pecahkan Kaca Saat Malam Hari, Warga Bandung Malah Temukan Proyektil Peluru di Rumahnya

Dikira Ulah Tikus Pecahkan Kaca Saat Malam Hari, Warga Bandung Malah Temukan Proyektil Peluru di Rumahnya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 September 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 September 2021

Regional
Gangguan Jaringan Internet di Kalimantan Timur, Ini Penjelasan Telkomsel

Gangguan Jaringan Internet di Kalimantan Timur, Ini Penjelasan Telkomsel

Regional
Bank Sampah di Banyuwangi Olah Limbah Masker Jadi Pot Bunga

Bank Sampah di Banyuwangi Olah Limbah Masker Jadi Pot Bunga

Regional
Sedang Memancing Ikan, Seorang Warga Temukan Mayat Bayi Mengapung di Sungai, Diduga Sengaja Dibuang

Sedang Memancing Ikan, Seorang Warga Temukan Mayat Bayi Mengapung di Sungai, Diduga Sengaja Dibuang

Regional
Pemancing Temukan Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Serang, Kulon Progo

Pemancing Temukan Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Serang, Kulon Progo

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 September 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 September 2021

Regional
Dapat Bonus dari Capaiannya di Paralimpiade Tokyo, Leani Ratri Berencana Bangun GOR di Solo

Dapat Bonus dari Capaiannya di Paralimpiade Tokyo, Leani Ratri Berencana Bangun GOR di Solo

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 19 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 19 September 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 September 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 September 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 September 2021

Regional
Jelang WSBK, 150 Tim Vaksinator Diterjunkan untuk Percepat Vaksinasi di Lombok Tengah

Jelang WSBK, 150 Tim Vaksinator Diterjunkan untuk Percepat Vaksinasi di Lombok Tengah

Regional
Dugong Penuh Luka Terdampar di Polewali Mandar Dievakuasi, Akan Dilepasliarkan Setelah Pulih Kembali

Dugong Penuh Luka Terdampar di Polewali Mandar Dievakuasi, Akan Dilepasliarkan Setelah Pulih Kembali

Regional
Raih 2 Emas dan 1 Perak di Paralimpiade Tokyo, Leani Ratri Terima Rp 1 Miliar dari Gubernur Riau

Raih 2 Emas dan 1 Perak di Paralimpiade Tokyo, Leani Ratri Terima Rp 1 Miliar dari Gubernur Riau

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.