Wanita Ini Digugat Ibunya agar Tak Lagi Jadi Anak Kandung, Ternyata Dilatarbelakangi Warisan

Kompas.com - 06/05/2021, 11:31 WIB
Ilustrasi pengadilan. SHUTTERSTOCKIlustrasi pengadilan.

MAJALENGKA, KOMPAS.com - Seorang ibu bernama Sri Mulyani (84) atau Kwik Lioe Nio menggugat anaknya bernama Ika Wartika (62) atau Kwik Gien Nio.

Sri menggugat Ika agar tak lagi menjadi anak kandungnya.

Gugatan yang terjadi di Majalengka, Jawa Barat, itu sudah masuk ke Pengadilan Negeri Majalengka.

Baca juga: Kasus Anak Gugat Ayah Berakhir Damai, Deden Sujud di Depan Sang Ayah, Koswara

Diketahui bahwa sebenarnya Ika bukan anak kandung, melainkan anak angkat yang diasuh Sri dari umur 6 tahun.

Baca juga: Kasus Anak Gugat Orangtua karena Fortuner Berakhir Damai, Gugatan Dicabut

"Intinya si ibu tidak diurus sama si anaknya itu, ada kekecewaan. Si ibu itu banyaknya hidup sendiri yang akhirnya suaminya meninggal, dia kan kesel. Padahal si anak sudah diberikan warisan," ujar kuasa hukum Sri, Asep Rachman, Kamis (6/5/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Asep menjelaskan, selain karena dianggap tak memperhatikan Sri, Sri menggugat Ika atas status anak kandung karena Ika dinilai ikut campur terhadap harta warisan.

Padahal Ika sudah pernah diberi warisan oleh Sri sepeninggal suaminya Sri, Andi Kurnaedi.

"Sepeninggal suaminya, harta warisan sudah dibagikan. Ibu Ika dapat di Bandung, ibu Sri di Abok foto (Gelora Studio Foto) Majalengka, dan satu lagi buat saudaranya bernama Eko. Cuma yang bermasalah di Majalengka karena hendak dijual oleh ibu Sri," ucap Asep.

Asep menjelaskan, Sri berharap agar gugatannya dikabulkan dan pengadilan membatalkan kutipan Akta Kelahiran Nomor : 41/SAL.1958 tertanggal 7 Maret 1983 yang dikeluarkan Disdukcapil Kabupaten Majalengka.

"Jadi tanpa sepengetahuan ibu Sri, Pak Andi itu mengaktekan anaknya itu, tanpa persetujuan. Tapi ke sininya dia merasa tidak dirawat, diacuhkan. Dan katanya tidak dapat kasih sayang dari anak," ujar Asep.

Humas Pengadilan Negeri Majalengka Kopsah membenarkan pihaknya menerima laporan gugatan ibu terhadap anak.

Saat ini keduanya masih tahap mediasi dan belum melakukan persidangan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Bupati Kendal Positif Covid-19

Wakil Bupati Kendal Positif Covid-19

Regional
Catat, Masyarakat Kota Malang Bisa Suntik Vaksin di 72 Tempat Ini

Catat, Masyarakat Kota Malang Bisa Suntik Vaksin di 72 Tempat Ini

Regional
Bermula Pemilik Buang Puntung Rokok, Gudang Kayu dan Truk di Lamongan Ludes Terbakar

Bermula Pemilik Buang Puntung Rokok, Gudang Kayu dan Truk di Lamongan Ludes Terbakar

Regional
Tak Ada Anggaran, Bangka Barat Ajukan Surat Pembatalan CPNS/PPPK 2021

Tak Ada Anggaran, Bangka Barat Ajukan Surat Pembatalan CPNS/PPPK 2021

Regional
Viral, Video Kabag Ops Satuan Brimob Polda Riau Hantam Wajah Polisi Jaga, Ini Penjelasannya

Viral, Video Kabag Ops Satuan Brimob Polda Riau Hantam Wajah Polisi Jaga, Ini Penjelasannya

Regional
PPDB 2021 di Banten, Siswa hingga Orangtua Keluhkan Situs Pendaftaran Error Saat Diakses

PPDB 2021 di Banten, Siswa hingga Orangtua Keluhkan Situs Pendaftaran Error Saat Diakses

Regional
Adik Bantu Pukuli Buaya, Pemancing Ini Selamat dari 'Terkaman' Maut

Adik Bantu Pukuli Buaya, Pemancing Ini Selamat dari "Terkaman" Maut

Regional
Heboh Video Pria di Kuningan Tak Percaya Covid-19, Ucapannya Bikin Nakes Marah

Heboh Video Pria di Kuningan Tak Percaya Covid-19, Ucapannya Bikin Nakes Marah

Regional
Demonstrasi Tolak Penyekatan, Warga Madura: Kami Bisa Mati Bukan karena Virus tapi Kelaparan

Demonstrasi Tolak Penyekatan, Warga Madura: Kami Bisa Mati Bukan karena Virus tapi Kelaparan

Regional
Bantu Antar 6 Anggota TNI AL Aniaya 2 Warga Sipil, Pria Ini Ikut Ditangkap Polisi

Bantu Antar 6 Anggota TNI AL Aniaya 2 Warga Sipil, Pria Ini Ikut Ditangkap Polisi

Regional
Diduga Habis Mencuri, Warga Jember Ditemukan Tewas di Kebun Karet

Diduga Habis Mencuri, Warga Jember Ditemukan Tewas di Kebun Karet

Regional
Pemkot Tasikmalaya Wajibkan Mal Punya Satuan Gugus Tugas Covid-19 Mandiri

Pemkot Tasikmalaya Wajibkan Mal Punya Satuan Gugus Tugas Covid-19 Mandiri

Regional
Ridwan Kamil: Varian Delta Sudah Masuk Jabar, Muncul di Karawang dan Depok

Ridwan Kamil: Varian Delta Sudah Masuk Jabar, Muncul di Karawang dan Depok

Regional
Tasikmalaya Larang Warga Luar Kota Masuk Pusat Perbelanjaan, KTP Akan Diperiksa

Tasikmalaya Larang Warga Luar Kota Masuk Pusat Perbelanjaan, KTP Akan Diperiksa

Regional
Terpapar Covid-19, Ketua DPD PDI-P Jatim Tak Hadiri Rakerda

Terpapar Covid-19, Ketua DPD PDI-P Jatim Tak Hadiri Rakerda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X