Polisi Bongkar Penjualan Rapid Test Antigen Ilegal di Semarang, Beromzet Miliaran Rupiah

Kompas.com - 06/05/2021, 06:03 WIB
Gelar perkara ungkap kasus alat rapid test antigen ilegal di Ditreskrimsus Polda Jateng, Rabu (5/5/2021). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAGelar perkara ungkap kasus alat rapid test antigen ilegal di Ditreskrimsus Polda Jateng, Rabu (5/5/2021).

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Lutfi, mengatakan dari hasil penjualan produknya selama lima bulan, pelaku bisa meraup keuntungan sebesar Rp 2,8 miliar.

Untuk itu, Polda Jawa Tengah akan menindak tegas pelaku kejahatan yang sudah merugikan kesehatan masyarakat.

"Tentu perbandingannya lebih murah karena tidak punya izin edar. Dan ini sangat merugikan terkait dengan perlindungan konsumen ancaman hukuman bisa lima tahun. Tapi kalau UU kesehatan ancaman bisa 15 tahun dan denda sampai Rp 1,5 miliar," tegas Lutfi.

Baca juga: Ribuan ABK di Pelabuhan Jongor Tegal Jadi Sasaran Tes Cepat Antigen, Diisolasi jika Positif

Lutfi meminta agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan harga alat tes cepat yang lebih murah.

"Dampaknya sangat terasa sekali. Satu, kalau tidak ada izin edar jangan-jangan dipalsukan. Kedua, jangan-jangan terkait dengan kualifikasi kesehatan tidak memenuhi syarat. Makanya ini harus kita amankan," ujarnya.

Selain disalurkan ke pembeli secara perseorangan, rapid test antigen ilegal itu juga diedarkan ke sejumlah klinik dan rumah sakit sepanjang Oktober 2020 hingga Februari 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam waktu satu sampai dua pekan, pelaku bisa menjual 300-400 boks rapid test antigen.

"Diedarkan di wilayah Jateng, di masyarakat umum biasa, klinik dan rumah sakit. Ini sudah merugikan tatanan kesehatan," imbuhnya.

Baca juga: Bandara Husein Sastranegara Bandung Temukan Hasil Tes Antigen Mencurigakan

Direktur Reserse Kriminalisasi Khusus Polda Jateng, Kombes Johanson Ronald Simamora, menambahkan pelaku merupakan distributor dan sales wilayah Jawa Tengah.

Kantor pusat yang mendistribusikan barang-barang tersebut ke Jateng berada di Jakarta.

"Dia distributor, sales, mencari pasar. Ada pasar dia menghubungi Jakarta kemudian didistribusikan ke sini. Wilayah Jateng ada Pekalongan, Semarang dan luar daerah," ungkapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Remaja Tewas Tertimbun Tanah Longsor di Tarakan Kaltara

Seorang Remaja Tewas Tertimbun Tanah Longsor di Tarakan Kaltara

Regional
Gunung Merapi Keluarkan 5 Awan Panas, Meluncur hingga 2.000 Meter

Gunung Merapi Keluarkan 5 Awan Panas, Meluncur hingga 2.000 Meter

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,6 Guncang NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bumi Magnitudo 5,6 Guncang NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pemkab Banyumas Sediakan Tempat Isolasi Gratis untuk Ibu Hamil di Hotel, Kapasitas 125 Orang

Pemkab Banyumas Sediakan Tempat Isolasi Gratis untuk Ibu Hamil di Hotel, Kapasitas 125 Orang

Regional
Gempa M 3,6 Guncang Buleleng Bali, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa M 3,6 Guncang Buleleng Bali, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Ibu dan Ayahnya Meninggal karena Covid-19, Bocah 8 Tahun Ini Ajak Sang Paman Kunjungi Makam Orangtuanya

Ibu dan Ayahnya Meninggal karena Covid-19, Bocah 8 Tahun Ini Ajak Sang Paman Kunjungi Makam Orangtuanya

Regional
2 Pembunuh Nakes di Kalsel Ditangkap, Pelaku Ingin Kuasai Harta Korban

2 Pembunuh Nakes di Kalsel Ditangkap, Pelaku Ingin Kuasai Harta Korban

Regional
Polemik Bantuan Rp 2 Triliun Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel: Mohon Maaf Atas Kegaduhan Ini

Polemik Bantuan Rp 2 Triliun Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel: Mohon Maaf Atas Kegaduhan Ini

Regional
Belum Laporkan Pelanggaran Prokes Pemakaman Bupati Yasin Payapo, Satgas: Masih Dipikirkan

Belum Laporkan Pelanggaran Prokes Pemakaman Bupati Yasin Payapo, Satgas: Masih Dipikirkan

Regional
Gubernur NTT Laporkan Pegiat Organisasi Antikorupsi ke Polisi

Gubernur NTT Laporkan Pegiat Organisasi Antikorupsi ke Polisi

Regional
2 ASN Jadi Tersangka Pungli Pasar Cepu, Pemkab Blora Tidak Berikan Bantuan Hukum

2 ASN Jadi Tersangka Pungli Pasar Cepu, Pemkab Blora Tidak Berikan Bantuan Hukum

Regional
4 Kali Mendaftar dan Ditolak, Ini Cerita Warga yang Kesulitan Mendapat Vaksin Covid-19

4 Kali Mendaftar dan Ditolak, Ini Cerita Warga yang Kesulitan Mendapat Vaksin Covid-19

Regional
Terdampak PPKM, Pemkot Malang Bebaskan Retribusi Pedagang Pasar

Terdampak PPKM, Pemkot Malang Bebaskan Retribusi Pedagang Pasar

Regional
Pandemi Covid-19, Wali Kota Denpasar Minta Sekolah Tunda Pembayaran Uang Seragam

Pandemi Covid-19, Wali Kota Denpasar Minta Sekolah Tunda Pembayaran Uang Seragam

Regional
Ada 35.000 Penerima Subsidi Gaji Rp 1 Juta di Banyumas, kecuali Guru dan Nakes

Ada 35.000 Penerima Subsidi Gaji Rp 1 Juta di Banyumas, kecuali Guru dan Nakes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X