Kisah Pilu Bayi Josh, Selamat dari Banjir Bandang NTT, Kedua Orangtuanya Meninggal

Kompas.com - 05/05/2021, 16:15 WIB

KOMPAS.com - Banjir bandang di kampung Ileba, Desa Lipang, Kecamatan Alor Timur Laut Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisakan cerita pilu.

Bencana yang meluluhlantakkan perkampungan itu membuat sejumlah warga meninggal dunia.

Akan tetapi, seperti mukjizat, seorang bayi sembilan bulan bernama Josh Rehan selamat dari banjir bandang setelah sempat terseret arus.

Bayi Josh kini mengalami gangguan pada telinganya akibat kejadian tersebut.

Baca juga: Haru, Menteri Bintang Peluk Josh, Bayi 9 Bulan yang Selamat dari Banjir Bandang di Alor NTT, Orangtuanya Meninggal

Dijenguk dan dipeluk menteri

Ilustrasi bayi, ibu dan bayiShutterstock Ilustrasi bayi, ibu dan bayi

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati pun tersentuh dengan kisah bayi malang itu hingga datang menjenguk Josh, Selasa (4/5/2021) malam.

Josh kini dirawat oleh pasangan suami istri Robert J Tubulau dan Ariance Nangi karena orangtuanya meninggal dalam banjir bandang itu.

"Ibu menteri tanya bagaimana anak ini bisa selamat. Saya jawab, ini mujizat," kata Robert di kediamannya, Kelurahan Tuak Daun Merah, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Rabu (5/5/2021).

Menteri Bintang bahkan sempat memeluk dan menggendong Josh dengan penuh keharuan.

Baca juga: Saat Sejumlah Menteri Tegur Koster soal Upacara Adat di Bali, Diingatkan Jangan Sampai Covid-19 seperti di India

 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati pada acara Senyum Ibu Pertiwi di Kompas TV, Selasa (22/12/2020). (DOK. BPIP) Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati pada acara Senyum Ibu Pertiwi di Kompas TV, Selasa (22/12/2020).
Tak menyangka didatangi menteri

Robert yang kini mengasuh bayi Josh menceritakan, pada Selasa (4/5/2021) siang dirinya dihubungi oleh Kepala Deputi Bidang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa Menteri Bintang akan datang.

Beberapa saat kemudian, rombongan pejabat menggunakan mobil tiba di rumah Robert.

"Pak kepala deputi masuk, kemudian ibu Menteri masuk, saya betul - betul tidak sangka ibu Menteri datang ke gubuk saya," ujar Robert terharu.

Menteri Bintang lalu menggendong dan memeluk sang bayi.

Robert mengatakan Josh tampak gembira saat digendong oleh Bintang.

Baca juga: 15 Ton Bantuan Penanganan Darurat di NTT Tiba di Kupang, Prioritas untuk Lembata dan Alor

"Ibu menteri gendong di dalam sini. Anak ini senang, padahal kalau orang baru gendong dia tidak mau tapi tadi ibu sorong tangan dia langsung mau," ujar dia.

Saat Bintang menanyakan kondisi bayi, Robert menjelaskan bahwa ada masalah kesehatan yang dialami Josh.

"Ibu menteri tanya soal kondisi anak ini. Saya jelaskan, telinganya ada gangguan karena terseret banjir bersama orang tuanya dan orang tuanya hilang tapi dia (Josh) selamat," urainya.

Bintang mengatakan agar bayi Josh segera mendapatkan perawatan medis.

Kalau ada kendala apa-apa nanti hubungi deputi bidang perlindungan anak," ujar Robet menirukan pesan menteri Bintang.

Baca juga: Banjir dan Longsor di Alor NTT, Korban Tewas Bertambah Jadi 28 Orang

 

Ilustrasi kereta bayi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kereta bayi.
Hadiahkan kereta bayi untuk Josh

Dalam kesempatan itu, Bintang membawa sebuah kereta bayi untuk Josh Rehan.

"Terima kasih ibu menteri, sudah mengunjungi dan peduli kepada anak kami Josh," ungkap Robert.

Seperti diketahui, banjir bandang dan longsor di NTT pada awal April 2021 itu menewaskan sedikitnya 28 orang.

Sekretaris Daerah Alor Soni Alelang menyebut, 28 korban tewas itu tersebar di tiga kecamatan, yakni Alor Tengah Utara, Pantar Tengah dan Pantar Timur.

"Yang masih hilang dan belum ditemukan ada 13 orang. Serta yang terluka ada 25 orang," ujar Soni kepada Kompas.com, Jumat (9/4/2021).

Selain itu, bencana juga membuat 360 rumah rusak, rinciannya 179 rumah rusak berat, 180 rumah rusak sedang, dan 1 unit rumah rusak ringan.

(KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pembunuhan Pengusaha Papan Bunga yang Direncanakan Kekasih Gelap Korban

Kronologi Pembunuhan Pengusaha Papan Bunga yang Direncanakan Kekasih Gelap Korban

Regional
Pembelian Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi di Solo Belum Dilaksanakan

Pembelian Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi di Solo Belum Dilaksanakan

Regional
Harga Tiket ke Taman Nasional Komodo Rp 3,75 Juta Per Agustus, Pelaku Wisata: Kebijakan Itu Bisa Jadi Hantaman

Harga Tiket ke Taman Nasional Komodo Rp 3,75 Juta Per Agustus, Pelaku Wisata: Kebijakan Itu Bisa Jadi Hantaman

Regional
Peringati Bulan Bung Karno, Petani Bergas Lor Lukis Sang Proklamator di Sawah

Peringati Bulan Bung Karno, Petani Bergas Lor Lukis Sang Proklamator di Sawah

Regional
Polisi Dalami Kondisi Kejiwaan Ibu yang Bunuh Bayi Kandungnya di Bima

Polisi Dalami Kondisi Kejiwaan Ibu yang Bunuh Bayi Kandungnya di Bima

Regional
Tahanan Tewas di Penjara Polres Empat Lawang, Kompolnas Sebut Ada Unsur Kelalaian Petugas

Tahanan Tewas di Penjara Polres Empat Lawang, Kompolnas Sebut Ada Unsur Kelalaian Petugas

Regional
Pembunuhan Pengusaha Papan Bunga di Lampung Terungkap, Pelaku 4 Orang, Salah Satunya Kekasih Gelap

Pembunuhan Pengusaha Papan Bunga di Lampung Terungkap, Pelaku 4 Orang, Salah Satunya Kekasih Gelap

Regional
Dua WNI di Ladang Sawit Malaysia Jadi Korban Pembunuhan Warga Negara Filipina

Dua WNI di Ladang Sawit Malaysia Jadi Korban Pembunuhan Warga Negara Filipina

Regional
Khawatir PMK, Pedagang di Mataram Kurangi Penjualan Hewan Kurban

Khawatir PMK, Pedagang di Mataram Kurangi Penjualan Hewan Kurban

Regional
274.837 Kasus PMK di Indonesia, BNPB Ditunjuk Sebagai Satgas: Penanganan Seperti Covid-19, Bisa Saja Lockdown

274.837 Kasus PMK di Indonesia, BNPB Ditunjuk Sebagai Satgas: Penanganan Seperti Covid-19, Bisa Saja Lockdown

Regional
Diduga Rem Blong, Pemotor Bonceng Tiga Terjun ke Jurang di NTT, 1 Orang Tewas

Diduga Rem Blong, Pemotor Bonceng Tiga Terjun ke Jurang di NTT, 1 Orang Tewas

Regional
Ketika Fesyen Idola KPop Jadi Tren Outfit Kalangan Mahasiswa

Ketika Fesyen Idola KPop Jadi Tren Outfit Kalangan Mahasiswa

Regional
Diduga Berbuat Asusila dengan Istri Perwira, Kasatlantas Way Kanan Dicopot

Diduga Berbuat Asusila dengan Istri Perwira, Kasatlantas Way Kanan Dicopot

Regional
Sedang Mengangkat Jaring, Nelayan di Karimun Tewas Tersambar Petir

Sedang Mengangkat Jaring, Nelayan di Karimun Tewas Tersambar Petir

Regional
Diduga Dianiaya Tiga Tahanan, Tersangka Kasus Pemerkosaan Tewas di Penjara Polres Empat Lawang, Ini Faktanya

Diduga Dianiaya Tiga Tahanan, Tersangka Kasus Pemerkosaan Tewas di Penjara Polres Empat Lawang, Ini Faktanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.