Cerita Gubernur Koster Ditegur Menteri Setiap Ada WNA yang Melanggar Protokol Kesehatan

Kompas.com - 05/05/2021, 16:12 WIB

BALI, KOMPAS.com - Gubernur Bali Wayan Koster mengaku sering mendapat teguran dari menteri Kabinet Indonesia Maju.

Selain ditegur karena desa adat di Bali menggelar upacara keagamaan seolah dalam kondisi nromal tanpa Covid-19.

Koster juga mengaku sering ditegur akibat ulah wisatawan asing yang melanggar protokol kesehatan.

"Terus terang, saya setiap ada kejadian di Bali yang dilakukan pelanggaran oleh warga negara asing itu, saya selalu mendapat kiriman foto atau video dari para menteri di Jakarta," kata Koster saat konferensi pers di Kantor Kanwil Kemenkumham Bali, Rabu (5/5/2021).

Menurut Koster, sejumlah menteri yang mengirim foto dan video itu sangat perhatian dengan masalah yang ada di Bali, khususnya penerapan protokol kesehatan.

Baca juga: Antisipasi Covid-19, Mal di Surabaya Hanya Boleh Menampung 50 Persen Pengunjung

Bahkan, ia mengaku diminta bersikap tegas dan memberlakukan kebijakan yang sama antara warga negara asing (WNA) dan warga negara Indonesia (WNI).

"Saya diperingatkan jangan (karena) berlaku sebagai wisatawan mancanegara memberikan devisa lantas melakukan tindakan yang melanggar hukum yang tidak menghormati hukum yang berlaku di wilayah Indonesia," ungkapnya.

Atas dasar itu, Koster meminta seluruh masyarakat untuk menaati protokol kesehatan.

Pemprov Bali mengaku tak main-main dengan wisatawan asing yang melanggar protokol kesehatan. Salah satu sikap tegas diperlihatkan saat seorang warga negara Rusia berinisial LS dideportasi.

 

LS dideportasi karena melukis gambar masker di wajah dan mengelabui satpam di pusat perbelanjaan. Ia merekam aktivitas itu dalam bentuk video dan mengunggahnya di media sosial.

Koster mengingatkan, deportasi yang diberlakukan kepada LS harus menjadi pelajaran bagi wisatawan asing dan domestik di Bali.

Baca juga: WN Rusia yang Lukis Masker di Wajah Dideportasi, Gubernur Bali: Ini Pelajaran Buat Wisatawan Asing

"Ini semua menjadi pelajaran untuk kita, tidak saja bagi warga negara asing tapi semua pihak yang menjadi bagian dari pelaku pariwisata di Indonesia," kata dia.

Koster meminta seluruh pihak tak menoleransi pelanggaran sekecil apa pun karena dinilai akan merusak kewibawaan Indonesia sebagai negara yang berdaulat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak Kereta di Sragen, Terseret hingga ke Stasiun Kebonromo

Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak Kereta di Sragen, Terseret hingga ke Stasiun Kebonromo

Regional
Masuk Indonesia Secara Ilegal, Dua WN Malaysia Diamankan di Pulau Sebatik

Masuk Indonesia Secara Ilegal, Dua WN Malaysia Diamankan di Pulau Sebatik

Regional
Hari Antikorupsi Sedunia, Ganjar: Ayo Tobat, Jangan Korupsi Lagi, yang Rugi Rakyat

Hari Antikorupsi Sedunia, Ganjar: Ayo Tobat, Jangan Korupsi Lagi, yang Rugi Rakyat

Regional
BMKG Minta Warga NTT Tak Terpancing Isu Bakal Ada Tsunami

BMKG Minta Warga NTT Tak Terpancing Isu Bakal Ada Tsunami

Regional
Diduga Lecehkan Mahasiswi Kedokteran yang Magang, Perawat di RSUD Jambi Diberhentikan Sementara

Diduga Lecehkan Mahasiswi Kedokteran yang Magang, Perawat di RSUD Jambi Diberhentikan Sementara

Regional
Sidang Perdana Kasus Korupsi Dana Covid-19, Eks Sekda Flores Timur Ajukan Eksepsi

Sidang Perdana Kasus Korupsi Dana Covid-19, Eks Sekda Flores Timur Ajukan Eksepsi

Regional
Nelayan Sikka yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Selamat di Atas Perahu

Nelayan Sikka yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Selamat di Atas Perahu

Regional
Acara Ngunduh Mantu Kaesang dan Erina Siapkan Belasan Ribu Paket Makanan dan Souvenir untuk Warga Solo

Acara Ngunduh Mantu Kaesang dan Erina Siapkan Belasan Ribu Paket Makanan dan Souvenir untuk Warga Solo

Regional
Buruh Kabupaten Serang Rekomendasikan UMK Naik 13 Persen, Jadi Rp 4,6 Juta

Buruh Kabupaten Serang Rekomendasikan UMK Naik 13 Persen, Jadi Rp 4,6 Juta

Regional
Survei Indikator Politik: Ridwan Kamil Kokoh untuk Posisi Cawapres

Survei Indikator Politik: Ridwan Kamil Kokoh untuk Posisi Cawapres

Regional
Sopir Diduga Mabuk, Toyota Avanza di Maluku Tengah Tabrak Kuburan dan Rumah Warga

Sopir Diduga Mabuk, Toyota Avanza di Maluku Tengah Tabrak Kuburan dan Rumah Warga

Regional
Mahasiswi Kedokteran Diduga Dilecehkan Perawat Saat Magang di RSUD Raden Mattaher Jambi

Mahasiswi Kedokteran Diduga Dilecehkan Perawat Saat Magang di RSUD Raden Mattaher Jambi

Regional
Dalam 24 Tahun, Kasus HIV di Banten Capai 15.096 Orang

Dalam 24 Tahun, Kasus HIV di Banten Capai 15.096 Orang

Regional
Banjir Rob Mengancam Banjarmasin Selama Desember 2022, BPBD Minta Warga Waspada

Banjir Rob Mengancam Banjarmasin Selama Desember 2022, BPBD Minta Warga Waspada

Regional
Pecat Anggotanya yang Desersi, Kapolres Kudus: Ini yang Terakhir

Pecat Anggotanya yang Desersi, Kapolres Kudus: Ini yang Terakhir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.