Penjelasan Lengkap Bupati Nunukan soal 2 TKI Positif Covid-19 Kabur Saat Karantina

Kompas.com - 05/05/2021, 15:13 WIB
Pemeriksaan antigen TKI deportan oleh tim medis di Rusunawa Dok.RagilPemeriksaan antigen TKI deportan oleh tim medis di Rusunawa

"Tanpa henti, petugas terus mengingatkan agar masyarakat disiplin prokes karena virus Covid-19 masih dinamis dan penyebaran di lingkungan masyarakat sangat mungkin terjadi," kata Laura.

Sebelumnya diberitakan, dua Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Nunukan, Kalimantan Utara, yang terkonfirmasi positif Covid-19 kabur.

Keduanya masuk dalam daftar nama deportan yang dikirim Malaysia melalui pelabuhan Tunon Taka Nunukan pada 22 dan 23 April 2021. Ada sekitar 254 deportan yang dikirim saat itu.

Plh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan, Asriansyah membenarkan kaburnya 2 deportan yang terkonfirmasi positif covid-19 tersebut.

"Kami perkirakan kaburnya hari Rabu saat pemulangan para deportan melalui pelabuhan Tunon Taka. Kita belum tahu pasti bagaimana mereka bisa kabur," ujarnya.

Asriansyah mengatakan, banyak kasus TKI kabur dengan cara melompat saat mereka dibawa menggunakan truk Satpol PP atau truk Kodim 0911/Nunukan.

Tidak sedikit juga yang mencoba kabur saat berada di gedung Rusunawa yang merupakan tempat penampungan dan lokasi karantina sementara para deportan, sebelum dipulangkan ke kampung halaman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini juga dibuktikan pada pemulangan kali ini.

Asriansyah mengatakan, mayoritas para deportan meninggalkan anak istri dan hasil kerja mereka di Malaysia.

Ini menjadi alasan mengapa mereka mencoba segala cara demi bisa kembali ke Malaysia.

"Seperti yang terjadi pada pemulangan kali ini, dari sekitar 200 TKI yang dikirim ke kampung halaman, hanya 148 orang yang sampai. Sisanya kabur entah ke mana," katanya.

Penanggung jawab gedung Rusunawa Nunukan Ragil tak membantah jika banyak deportan yang berusaha lari dari Rusunawa.

Namun dalam kasus kaburnya 2 TKI positif Covid-19 ini, Ragil menegaskan, mereka kabur saat diangkut menuju Pelabuhan Tunon Taka Nunukan untuk dipulangkan, bukan kabur dari gedung Rusunawa.

"Nama-nama TKI yang positif Covid-19 tercampur dengan nama TKI lain yang pulang kampung. Kan dipanggil namanya satu per satu kalau mau diangkut dan dibawa ke pelabuhan, saat itulah nama TKI yang positif Covid-19 ikut terpanggil. Pada hari pemulangan deportan tersebut, ada juga 1 TKI positif Covid-19 yang dikembalikan ke Rusunawa," kata Ragil.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyebaran Covid-19 Belum Terkendali, Ini Daerah Berstatus Zona Merah di Provinsi Lampung

Penyebaran Covid-19 Belum Terkendali, Ini Daerah Berstatus Zona Merah di Provinsi Lampung

Regional
Wali Kota Malang: Vaksin Covid-19 Tersisa 30.000 Dosis, 3 Hari Lagi Habis

Wali Kota Malang: Vaksin Covid-19 Tersisa 30.000 Dosis, 3 Hari Lagi Habis

Regional
Jateng Dapat Jatah 11.000 Vial Vaksin Moderna, Prioritas Hanya untuk Nakes

Jateng Dapat Jatah 11.000 Vial Vaksin Moderna, Prioritas Hanya untuk Nakes

Regional
Realisasi Vaksinasi di Kaltim Baru 17 Persen dari Target 2 Juta Penerima, Sekprov: Vaksin Kurang

Realisasi Vaksinasi di Kaltim Baru 17 Persen dari Target 2 Juta Penerima, Sekprov: Vaksin Kurang

Regional
Satgas Covid-19 Maluku Khawatir Muncul Klaster Baru akibat Pemakaman Bupati Yasin Payapo

Satgas Covid-19 Maluku Khawatir Muncul Klaster Baru akibat Pemakaman Bupati Yasin Payapo

Regional
Soal Janji Sumbangan Rp 2 Triliun, Polisi: Anak Akidi Tio Masih Berstatus Saksi

Soal Janji Sumbangan Rp 2 Triliun, Polisi: Anak Akidi Tio Masih Berstatus Saksi

Regional
Buntut Janji Bantuan Rp 2 Triliun Akidi Tio Batal Cair karena Saldo Tak Cukup, Heriyanti Berstatus Saksi, Kapolda Sumsel Jarang Tampil

Buntut Janji Bantuan Rp 2 Triliun Akidi Tio Batal Cair karena Saldo Tak Cukup, Heriyanti Berstatus Saksi, Kapolda Sumsel Jarang Tampil

Regional
Heboh Air Warna Merah di Pantai Banyuwangi, Diduga Fenomena 'Ride Tide', Dipicu dari Plankton yang Mati

Heboh Air Warna Merah di Pantai Banyuwangi, Diduga Fenomena "Ride Tide", Dipicu dari Plankton yang Mati

Regional
Kabupaten Tasikmalaya Satu-satunya di Jawa yang PPKM Level 2, Bersiap Buka Sekolah Tatap Muka

Kabupaten Tasikmalaya Satu-satunya di Jawa yang PPKM Level 2, Bersiap Buka Sekolah Tatap Muka

Regional
Stok Vaksinasi Covid-19 di Kalsel Menipis, Hanya Cukup untuk Dosis Kedua

Stok Vaksinasi Covid-19 di Kalsel Menipis, Hanya Cukup untuk Dosis Kedua

Regional
Sumedang Perpanjang PPKM Level 4, Tak Ada Penyekatan, tapi Ganjil Genap Tetap Dijalankan

Sumedang Perpanjang PPKM Level 4, Tak Ada Penyekatan, tapi Ganjil Genap Tetap Dijalankan

Regional
Awalnya Keluarga Tak Yakin Kena Covid, Kakek Ini Akhirnya Meninggal di Rumah, Jenazahnya Dijemput Satgas

Awalnya Keluarga Tak Yakin Kena Covid, Kakek Ini Akhirnya Meninggal di Rumah, Jenazahnya Dijemput Satgas

Regional
Diduga Terpeleset Saat Hendak Kabur, Pasien Covid-19 Tewas di Kolam Ikan, Ini Kronologinya

Diduga Terpeleset Saat Hendak Kabur, Pasien Covid-19 Tewas di Kolam Ikan, Ini Kronologinya

Regional
Kronologi Pasutri Begal Taksi Online, Berawal Mobil yang Disewa Kehabisan Bensin, Pelaku Ditangkap

Kronologi Pasutri Begal Taksi Online, Berawal Mobil yang Disewa Kehabisan Bensin, Pelaku Ditangkap

Regional
Pemprov Jatim Siapkan Vaksin Sinopharm untuk Penyandang Disabilitas

Pemprov Jatim Siapkan Vaksin Sinopharm untuk Penyandang Disabilitas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X