Pegawai Dinkes Terlibat Komplotan Pemalsu Surat Bebas Covid-19, Beraksi sejak Februari, Sudah Terbitkan 100 Surat

Kompas.com - 05/05/2021, 07:42 WIB
Tersangka JAB diapit sejumlah anggota polisi di Mapolres Cianjur, Selasa (3/5/2021). JAB bersama tersangka lainnya berinisial AR ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan surat hasil rapid test antigen. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANTersangka JAB diapit sejumlah anggota polisi di Mapolres Cianjur, Selasa (3/5/2021). JAB bersama tersangka lainnya berinisial AR ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan surat hasil rapid test antigen.

CIANJUR, KOMPAS.com – Jajaran Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, menetapkan JAB sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan surat hasil rapid test antigen.

Selain JAB, polisi juga menetapkan tersangka lainnya berinisial AR. Tersangka AR tercatat sebagai pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Cianjur berstatus tenaga honorer.

Kapolres Cianjur AKBP Mokhamad Rifai mengatakan, penetapan kedua tersangka berdasarkan hasil gelar perkara.

JAB dijerat Pasal 263 dan 268 KUHPidana dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara.

“Sementara AR kita jerat juga dengan Pasal 55 karena turut serta dalam perbuatan pidana ini,“ kata Rifai kepada Kompas.com di mapolres, Selasa (3/5/2021).

Baca juga: Edarkan Surat Bebas Covid-19 Palsu, Pegawai Dinkes Cianjur Ditangkap, Kasus Terungkap dari Pengakuan Sopir Travel Gelap

Beraksi sejak Februari

Rifai menyebut, dari pengakuan tersangka, mereka telah membuat surat bebas Covid-19 palsu itu sejak tiga bulan lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sejak 1 Februari, mereka telah menerbitkan sekira 100 lembar dengan memalsukan tanda tangan, kop surat dan stempel,” ujar dia.

Sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cianjur AKP Anton mengatakan, terus intensif melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, sehingga tidak menutup kemungkinan muncul tersangka baru.

"Ada lima orang yang masih kita periksa. Status mereka saksi," ucap Anton.

Baca juga: Modus Pegawai Kimia Farma Bandara Kualanamu, Stik Antigen Bekas Dicuci Alkohol, Hasil Swab Diketik Non-reaktif

 

Polisi dalami keterlibatan oknum dinkes lainnya

Anton menyebut, tersangka AR tercatat sebagai pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Cianjur berstatus tenaga honorer.

"Apakah ada kemungkinan keterlibatan pegawai lain dalam kasus ini, kita masih terus dalami," ujar dia.

Sebelumnya, polisi mengamankan JAB dan AR atas dugaan pemalsuan surat keterangan hasil rapid test antigen.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya puluhan lembar surat keterangan hasil rapid test antigen dan swab berikut stempel dinas kesehatan, satu buah laptop, komputer, dan printer.

 

Berawal dari pengakuan sopir travel gelap

Pengungkapan kasus ini bermula dari beredarnya informasi di media sosial terkait peredaran surat keterangan bebas Covid-19 yang diduga palsu di kalangan sopir travel gelap.

Polisi kemudian bergerak dan berhasil mengamankan seorang sopir travel gelap berikut surat hasil rapid test antigen.

Ketika diperiksa, surat tersebut ternyata palsu, dan polisi kemudian melakukan pengembangan hingga akhirnya mengarah kepada kedua tersangka.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sempat Alami Lesu, Tujuh ASN Positif Covid-19, Ini Ceritanya

Sempat Alami Lesu, Tujuh ASN Positif Covid-19, Ini Ceritanya

Regional
Predator Seksual Anak Ditangkap, Korbannya 19 Orang

Predator Seksual Anak Ditangkap, Korbannya 19 Orang

Regional
Disdikbud Lampung Perbolehkan Gelar Sekolah Tatap Muka, Ini Syaratnya

Disdikbud Lampung Perbolehkan Gelar Sekolah Tatap Muka, Ini Syaratnya

Regional
Gelapkan Dana PBB 3.000 Warga Selama 7 Tahun, Kades di Luwu Ditahan Kejari

Gelapkan Dana PBB 3.000 Warga Selama 7 Tahun, Kades di Luwu Ditahan Kejari

Regional
Detik-detik Bocah 5 Tahun Tewas Tertembak Senapan Angin Saat Bercanda dengan Temannya

Detik-detik Bocah 5 Tahun Tewas Tertembak Senapan Angin Saat Bercanda dengan Temannya

Regional
Kamis Malam, Gunung Merapi Luncurkan 2 Kali Awan Panas Guguran

Kamis Malam, Gunung Merapi Luncurkan 2 Kali Awan Panas Guguran

Regional
Situs Web PPDB Banten Eror, Anggota DPRD: Kesalahan Setiap Tahun

Situs Web PPDB Banten Eror, Anggota DPRD: Kesalahan Setiap Tahun

Regional
Puluhan Santri di Bantul Positif Covid-19, Seratusan Lainnya Dikarantina dan Kekurangan Logistik

Puluhan Santri di Bantul Positif Covid-19, Seratusan Lainnya Dikarantina dan Kekurangan Logistik

Regional
Kasus Covid-19 di Ende Meningkat, Wisata Danau Kelimutu Ditutup Sementara

Kasus Covid-19 di Ende Meningkat, Wisata Danau Kelimutu Ditutup Sementara

Regional
Soal Video Viral Perawat Dianiaya Keluarga Pasien, Ini Penjelasan Kepala Puskesmas

Soal Video Viral Perawat Dianiaya Keluarga Pasien, Ini Penjelasan Kepala Puskesmas

Regional
Kerap Berpergian ke Luar Kota, 7 ASN Cianjur Positif Covid-19

Kerap Berpergian ke Luar Kota, 7 ASN Cianjur Positif Covid-19

Regional
Bikin Video Menghina Polisi dan Banser, Seorang Pemuda Ditangkap

Bikin Video Menghina Polisi dan Banser, Seorang Pemuda Ditangkap

Regional
Work From Bali Disebut Jadi Pemicu Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Kata Sandiaga Uno

Work From Bali Disebut Jadi Pemicu Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Kata Sandiaga Uno

Regional
Perawat yang Dipukul Keluarga Pasien Covid-19 Alami Luka Memar, Wabup Garut: Tak Boleh Terulang Lagi

Perawat yang Dipukul Keluarga Pasien Covid-19 Alami Luka Memar, Wabup Garut: Tak Boleh Terulang Lagi

Regional
Sebuah Yayasan Pendidikan di Bandung Diduga Lakukan Penistaan Agama, Ini Kata Polisi

Sebuah Yayasan Pendidikan di Bandung Diduga Lakukan Penistaan Agama, Ini Kata Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X