Gubernur Kalbar: Masjid Tak Gunakan Prokes, Tak Akan Dibantu APBD untuk Kegiatan

Kompas.com - 04/05/2021, 13:15 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengatakan, pelaksanaan shalat Idul Fitri tidak dilarang atau dibolehkan. Namun harus betul-betul menggunakan protokol kesehatan.

Seperti misalnya menyiapkan masker. Dan jika harus beli, bisa gunakan dana kas masjid.

“Harus pakai masker. Pengurus masjid harus bertanggung jawab, jangan sampai kita mengambil tindakan terhadap pengurus masjid yang membiarkan orang melanggar protokol kesehatan,” kata Sutarmidji kepada wartawan, Senin (3/5/2021).

Baca juga: Klaster Pernikahan di Sekadau, Gubernur Kalbar: Bisa Jadi Ini Jenis yang Membahayakan

Sutarmidji meminta seluruh pengurus masjid memiliki kesamaan pemahaman. Dia menyontohkan, jika dalam sholat itu merapatkan dan meluruskan barisan, maka kali ini cukup meluruskan barisan.

“Rapat dan lurusnya barisan saf itu bukan untuk sahnya salat, tapi kesempurnaan. Nah kondisi darurat tidak ada yang bisa sempurna, makanya cukup lurus, tapi tidak rapat,” terang Sutarmidji.

Sutarmidji memastikan akan mendata masjid-masjid yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Saya mau lihat, saya suruh data masjid-masjid yang tidak menggunakan protokol kesehatan, maka tidak akan dibantu dari APBD untuk kegiatan apapun kalau ngajukan ke kita,” ucap Sutarmdiji.

Sebelumnya Sutarmidji mengatakan, saat ini kondisi virus corona atau Covid-19 semakin meningkat. Maka dari itu, dia meminta masyarakat menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

"Kondisi Covid 19 di Kalbar semakin meningkat, saya mohon agar kita semua menjalankan protokol kesehatan dengan ketat," kata Sutarmidji dalam akun media sosialnya yang terkonfirmasi, Senin (3/5/2021).

Menurut Sutarmidji, jangan sampai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang saat ini tengah diterapkan berubah menjadi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Saatnya pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan jauhi keramaian serta jangan mudik. Jangan sampai PPKM berubah jadi PSBB," ujar Sutarmidji.

Baca juga: Gubernur Kalbar Nilai Bupati Sambas Ogah-ogahan Tangani Corona

Sebagaimana diketahui, pada Selasa, 4 Mei 2021, terdapat tambahan 117 kasus Covid-19 baru di Kalbar. Sebanyak 29 orang di antaranya dirawat di rumah sakit.

"Kemudian ada 99 pasien yang telah dinyatakan sembuh," sebut Harisson.

Dengan demikian, sejak pandemi, total kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar mencapai 8.048 orang, ada 7.000 orang atau 86,97 persen sembuh dan 50 orang atau 0,62 persen meninggal dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengetap BBM di SPBU Teritip Diamankan, 500 Liter Solar Subsidi Diamankan Polisi

Pengetap BBM di SPBU Teritip Diamankan, 500 Liter Solar Subsidi Diamankan Polisi

Regional
Rumli Bersama Istri dan Anaknya Jadi Korban Tewas Kecelakaan Pikap di Ciamis, Kendaraan Angkut 17 Orang

Rumli Bersama Istri dan Anaknya Jadi Korban Tewas Kecelakaan Pikap di Ciamis, Kendaraan Angkut 17 Orang

Regional
Suami yang Diduga Bunuh Sang Istri di Hutan, Juga Bawa Kabur Anak Balitanya

Suami yang Diduga Bunuh Sang Istri di Hutan, Juga Bawa Kabur Anak Balitanya

Regional
Profil Kota Bengkulu

Profil Kota Bengkulu

Regional
Sejarah Singkat PSHT, Organisasi Pesilat yang Telah Berusia Seabad

Sejarah Singkat PSHT, Organisasi Pesilat yang Telah Berusia Seabad

Regional
Gempa M 4,7 Guncang Pulau Saringi dan Sumbawa, Warga Berlarian Panik

Gempa M 4,7 Guncang Pulau Saringi dan Sumbawa, Warga Berlarian Panik

Regional
Profil Singkat Dewi Centong, Camat Payakumbuh yang Dimutasi Usai Bergaya Ala Citayam Fashion Week

Profil Singkat Dewi Centong, Camat Payakumbuh yang Dimutasi Usai Bergaya Ala Citayam Fashion Week

Regional
Jokowi Lewat Depan Kedainya, Pedagang di Bengkayang Menagis Terharu

Jokowi Lewat Depan Kedainya, Pedagang di Bengkayang Menagis Terharu

Regional
49.000 Nakes di Sumsel Mulai Vaksin Covid-19 Dosis Keempat

49.000 Nakes di Sumsel Mulai Vaksin Covid-19 Dosis Keempat

Regional
Tolak Kedatangan Kepala Sekolah, Ratusan Siswa SMA di Muna Sultra Boikot dan Segel Sekolah

Tolak Kedatangan Kepala Sekolah, Ratusan Siswa SMA di Muna Sultra Boikot dan Segel Sekolah

Regional
Kepala Kampung di Nduga Ambil Rp 150 Juta Dana Desa, Diserahkan ke Oknum ASN untuk Beli Amunisi Bagi KKB

Kepala Kampung di Nduga Ambil Rp 150 Juta Dana Desa, Diserahkan ke Oknum ASN untuk Beli Amunisi Bagi KKB

Regional
1.700 Sapi di Kota Padang Segera Divaksin PMK

1.700 Sapi di Kota Padang Segera Divaksin PMK

Regional
BMKG Ingatkan Bibit Siklon Tropis 97W Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG Ingatkan Bibit Siklon Tropis 97W Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang

Regional
Pernikahan Kakek 65 Tahun dan Gadis 19 Tahun di Cirebon Sempat Viral, Kini Dikabarkan Telah Bercerai

Pernikahan Kakek 65 Tahun dan Gadis 19 Tahun di Cirebon Sempat Viral, Kini Dikabarkan Telah Bercerai

Regional
Cerita Ni Ketut Mayoni, Kepsek Beragama Hindu di Lombok Tengah yang Lulus Magister Pendidikan Islam

Cerita Ni Ketut Mayoni, Kepsek Beragama Hindu di Lombok Tengah yang Lulus Magister Pendidikan Islam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.