Penumpang Pesawat Wings Air Diamankan Petugas karena Sebut Kopernya Berisi Bom, Alasannya Bercanda

Kompas.com - 04/05/2021, 10:49 WIB
Pesawat Wings Air dengan  rute perdana Kupang-Lombok, saat berada di Bandara El Tari Kupang, NTT, Jumat (25/5/2018) petang KOMPAS.com/Sigiranus Marutho BerePesawat Wings Air dengan rute perdana Kupang-Lombok, saat berada di Bandara El Tari Kupang, NTT, Jumat (25/5/2018) petang
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Seorang penumpang pesawat Wings Air berinisial FAR diamankan petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pasalnya, FAR membuat panik calon penumpang lain di bandara tersebut setelah menyebut kopernya berisi bom.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna Budhiaswanto mengatakan, kejadian itu terjadi pada Minggu (2/5/2021) sekitar pukul 14.00 Wita.

Saat kejadian itu, pelaku bersama anaknya yang berusia 11 tahun melakukan check in di bandara tersebut. Namun, tak berselang lama, pelaku justru menyebut ada bom dalam kopernya.

Baca juga: Bikin Panik, Penumpang Pesawat Wings Air Sebut Kopernya Berisi Bom

Pernyataannya itu sontak membuat takut calon penumpang lain di bandara tersebut.

Mengetahui hal itu, petugas keamanan bandara langsung turun tangan untuk melakukan pengamanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tak berselang lama, FAR ditahan petugas Uvsec, karena mengatakan koper yang dibawanya berisi bom," ujar Krisna.

Karena tidak ditemukan benda berbahaya di dalam kopernya itu, pelaku akhirnya diserahkan ke polisi untuk diproses lebih lanjut.

"Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, kalau koper yang dibawa berisi bom hanya candaan saja, atau unsur kekecewaan atas pembayaran over bagasi," sambung dia.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Sate Beracun yang Tewaskan Anak Pengemudi Ojol, Pelaku Ditangkap dan Target Awalnya Polisi

Setelah yang bersangkutan dimintai keterangan, akhirnya petugas mengizinkan untuk pulang setelah menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

"Surat pernyataan itu ditandatangani di pos polisi KPPP Udara Maumere tadi pagi pada pukul 09.00 Wita. Yang bersangkutan akhirnya diperbolehkan untuk pulang," kata Krisna.

Penulis : Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere | Editor : Robertus Belarminus



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat Perempuan yang Ditemukan Terkubur di Sleman Dipastikan Korban Pembunuhan

Mayat Perempuan yang Ditemukan Terkubur di Sleman Dipastikan Korban Pembunuhan

Regional
Kekerasan Seksual Anak di Ambon Meningkat Selama Pandemi, Polisi: Umumnya, Pelaku Orang Dekat

Kekerasan Seksual Anak di Ambon Meningkat Selama Pandemi, Polisi: Umumnya, Pelaku Orang Dekat

Regional
Perluas Tracing di Desa dan Kelurahan, Pemkab Banyuwangi Rekrut 669 Relawan

Perluas Tracing di Desa dan Kelurahan, Pemkab Banyuwangi Rekrut 669 Relawan

Regional
Warga Sekitar GOR Soekarno-Hatta Blitar Akhirnya Menerima Rencana Pendirian RS Darurat

Warga Sekitar GOR Soekarno-Hatta Blitar Akhirnya Menerima Rencana Pendirian RS Darurat

Regional
Kata Polisi soal Foto Viral Kerumunan Pendaftaran Vaksinasi di Mapolresta Banyumas

Kata Polisi soal Foto Viral Kerumunan Pendaftaran Vaksinasi di Mapolresta Banyumas

Regional
Sebuah Jembatan di Pulau Seram Ambruk Setelah Dilewati Truk Bermuatan Kayu

Sebuah Jembatan di Pulau Seram Ambruk Setelah Dilewati Truk Bermuatan Kayu

Regional
Mobil Penabrak Lari Pesepeda di Makassar Ternyata Milik Pemkab Takalar, Wakil Bupati Minta Maaf

Mobil Penabrak Lari Pesepeda di Makassar Ternyata Milik Pemkab Takalar, Wakil Bupati Minta Maaf

Regional
Ada Yayasan Komunitas Difabel di Tegal, Bisa Kembangkan Potensi 12.000 Anggotanya

Ada Yayasan Komunitas Difabel di Tegal, Bisa Kembangkan Potensi 12.000 Anggotanya

Regional
KAI Sumut Wajibkan Penumpang Bawa Dokumen Vaksinasi

KAI Sumut Wajibkan Penumpang Bawa Dokumen Vaksinasi

Regional
43 Dokter Gugur Selama Penanganan Covid-19 di Jawa Tengah

43 Dokter Gugur Selama Penanganan Covid-19 di Jawa Tengah

Regional
Terpapar Covid-19, Anggota DPRD Kota Probolinggo Hamid Rusdi Meninggal

Terpapar Covid-19, Anggota DPRD Kota Probolinggo Hamid Rusdi Meninggal

Regional
Nuryani, Perempuan Tangguh Pengubur Jenazah Pasien Covid-19

Nuryani, Perempuan Tangguh Pengubur Jenazah Pasien Covid-19

Regional
Siswa SMP di Sleman Tewas Dalam Rumah, Diduga Dibunuh Kenalannya

Siswa SMP di Sleman Tewas Dalam Rumah, Diduga Dibunuh Kenalannya

Regional
Pria Asal Surabaya Ditemukan Tewas di Hotel, Polisi: Korban Hampir Seminggu Menginap

Pria Asal Surabaya Ditemukan Tewas di Hotel, Polisi: Korban Hampir Seminggu Menginap

Regional
Diperingatkan Luhut, Pemerintah DI Yogyakarta Rencanakan Tambah Bed di Rumah Sakit Rujukan

Diperingatkan Luhut, Pemerintah DI Yogyakarta Rencanakan Tambah Bed di Rumah Sakit Rujukan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X