Guru Susan Ternyata Lumpuh Akibat Penyakit Langka, Pemprov Jabar Siapkan Rumah Singgah

Kompas.com - 04/05/2021, 07:04 WIB
Seorang guru di SMAN 1 Cisolok bernama Susan Antela (31) mengalami kebutaan seusai divaksin Covid-19.



TRIBUN JABAR/M RIZAL JALALUDINSeorang guru di SMAN 1 Cisolok bernama Susan Antela (31) mengalami kebutaan seusai divaksin Covid-19.

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jabar akan memfasilitasi Susan, seorang guru honorer asal Sukabumi, Jawa Barat, yang dilaporkan lumpuh serta mengalami gangguan penglihatan usai disuntik vaksin fase 2.

Hasil audit tim Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) menyatakan kelumpuhan yang terjadi terhadap Susan bukan karena vaksinasi, melainkan diagnosis menderita guillain barre syndrome (GBS) yang merupakan penyakit saraf.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, pihaknya siap membantu SA untuk mendapatkan hunian sementara selama pengobatan di Bandung.

Ada dua lokasi yang bisa ditempati oleh Susan, yakni rumah singgah milik Dinas Sosial Provinsi Jabar dan rumah singgah Jabar Bergerak.

Baca juga: Guru Susan di Sukabumi Lumpuh Bukan karena Vaksinasi, melainkan Penyakit Langka GBS

Daud juga meyakinkan kepada masyarakat jika kasus yang terjadi pada Susan bukan akibat dari vaksin.

“Kami pastikan bahwa vaksin ini aman kalau pun ada KIPI seperti di Sukabumi ini ternyata bukan karena vaksin melainkan karena GBS,” ujar Daud, Senin (3/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat juga turun tangan dan siap mencari rumah kontrakan di Bandung bagi Susan selama menjalani pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Baca juga: Ini Penjelasan Lengkap KIPI soal Guru Susan yang Dikabarkan Lumpuh Usai Vaksinasi Covid-19

Menurut Kepala Disdik Jabar, Dedi Supandi, saat ini Susan telah kembali ke rumahnya di Kabupaten Sukabumi usai menjalani rawat inap di RSHS Bandung pada 1-23 April lalu. Namun guru honorer yang bertugas di di SMAN 1 Cisolok, Kabupaten Sukabumi itu harus menjalank rawat jalan setiap pekan ke RSHS Bandung.

"Tapi kan jarak yang begitu jauh dari Sukabumi. Akhirnya dinas memberikan solusi untuk menyediakan kontrakan di Bandung yang berdekatan dengan lokasi RSHS sehingga kontrol rawat jalannya dekat," kata Dedi.

Selain itu, Disdik Jabar pun akan memenuhi kebutuhan Susan selama masa penyembuhan dan rawat jalan di Bandung. Bahkan saat ini para tenaga pendidik serta komunitas bahu membahu mengumpulkan donasi agar bisa membantu Susan.

"Secara bergirilan dari komunitas pendidikan untuk membantu meringankan biaya hidup rawat jalan selama di bandung yang dikoordinir oleh KCD Kabupaten Sukabumi," kata Dedi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kakak yang Cekoki Adiknya Berusia 2 Tahun dengan Miras Minta Maaf

Kakak yang Cekoki Adiknya Berusia 2 Tahun dengan Miras Minta Maaf

Regional
Pasutri di Magelang Pinjamkan Puluhan Oximeter untuk Pasien Isoman, Gratis

Pasutri di Magelang Pinjamkan Puluhan Oximeter untuk Pasien Isoman, Gratis

Regional
Geger, Temuan Mayat Mengering di Warkop, Diduga Sudah Meninggal 10 Hari

Geger, Temuan Mayat Mengering di Warkop, Diduga Sudah Meninggal 10 Hari

Regional
Vaksin Covid-19 di Tegal Terbatas, Daftar Tunggu Sampai 20 Hari

Vaksin Covid-19 di Tegal Terbatas, Daftar Tunggu Sampai 20 Hari

Regional
Jenazah Wanita Terbungkus Karpet Merah Ditemukan Terkubur di Gundukan Pasir

Jenazah Wanita Terbungkus Karpet Merah Ditemukan Terkubur di Gundukan Pasir

Regional
Video Viral Jenazah Diangkut Kendaraan Roda 3 dari Rumah Sakit, Begini Penjelasan RSUD Caruban

Video Viral Jenazah Diangkut Kendaraan Roda 3 dari Rumah Sakit, Begini Penjelasan RSUD Caruban

Regional
Izin Tinggal di Warung Kopi Kosong, Pria Ini Ditemukan Tewas, Mayatnya Mengering

Izin Tinggal di Warung Kopi Kosong, Pria Ini Ditemukan Tewas, Mayatnya Mengering

Regional
Wali Kota Salatiga Donasi Plasma Konvalesen, Darahnya Ditunggu 37 Pasien Covid-19

Wali Kota Salatiga Donasi Plasma Konvalesen, Darahnya Ditunggu 37 Pasien Covid-19

Regional
Fakta Mertua Tikam Menantunya di Pasar, Diduga Dendam, Diburu Polisi

Fakta Mertua Tikam Menantunya di Pasar, Diduga Dendam, Diburu Polisi

Regional
3 Tempat Isolasi Gratis untuk Pasien Covid-19 di Makassar, Fasilitas Lengkap dan Diawasi Nakes

3 Tempat Isolasi Gratis untuk Pasien Covid-19 di Makassar, Fasilitas Lengkap dan Diawasi Nakes

Regional
Tingkat Kematian dan BOR Tinggi, Status Kedaruratan PPKM Kabupaten Blitar Naik ke Level 4

Tingkat Kematian dan BOR Tinggi, Status Kedaruratan PPKM Kabupaten Blitar Naik ke Level 4

Regional
Cekoki Miras ke Adiknya yang Masih 2 Tahun, Pria Ini Diperiksa Polisi

Cekoki Miras ke Adiknya yang Masih 2 Tahun, Pria Ini Diperiksa Polisi

Regional
Ini 2 Langkah Sultan HB X Atasi Pandemi Covid-19 di Yogya...

Ini 2 Langkah Sultan HB X Atasi Pandemi Covid-19 di Yogya...

Regional
Sidak di Pasar Saat PPKM Level 4, Bupati Sumba Timur: Banyak yang Pakai Masker tapi Ditarik ke Dagu

Sidak di Pasar Saat PPKM Level 4, Bupati Sumba Timur: Banyak yang Pakai Masker tapi Ditarik ke Dagu

Regional
Soal Jenazah Diletakkan di Pinggir Jalan, Ambulans Bermasalah, Roda Kereta Pengusung Rusak

Soal Jenazah Diletakkan di Pinggir Jalan, Ambulans Bermasalah, Roda Kereta Pengusung Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X