Kompas.com - 04/05/2021, 05:36 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com - Gubernur atau Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menegaskan mudik Lebaran tahun ini dilarang.

Pihaknya telah menyiapkan sebanyak 700 kamar untuk mengkarantina pemudik yang ngeyel selama 14 hari.

"Mudik tetap dilarang, kita sudah siapkan 700 kamar, kalau masih ngotot, yang tertangkap melanggar aturan tentang mudik protokol kesehatan langsung isolasi, langsung karantina 14 hari, saya benar-benar, saya enggak untuk nakut-nakuti," kata Sutarmidji kepada wartawan, Senin (3/5/2021).

Baca juga: Pemkot Solo Siapkan Hotel untuk Tempat Karantina Pemudik Nekat

Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini menambahkan, terjadi peningkatan kasus aktif sebanyak 50 persen dalam satu bulan terakhir.

Sedangkan untuk pasien Covid-19 yang meninggal dunia meningkat dua kali lipat.

"Biasanya kasus Covid-19 aktif itu kurang lebih di bawah 500, sekarang ini sudah hampir seribu. Artinya masa sembuh itu makin lama," ujar Sutarmidji.

Kemudian, jika sebelumnya hanya 20 persen pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, sekarang telah mencapai 47 persen.

"Hampir seluruh Kalbar meningkat, termasuk Kabupaten Kapuas Hulu. Kabupaten Ketapang sudah ada penurunan tapi saya minta kirim swab sebanyak-banyaknya," harap Sutarmidji.

Baca juga: Warga yang Nekat Mudik ke Banyumas Siap-siap Dikarantina 5 Hari

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson mengungkapkan, pada hari Minggu, 2 Mei 2021, terdapat tambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 95 orang, dengan 9 di antaranya dirawat di rumah sakit.

Adapun 95 kasus baru tersebut masing-masing berasal dari Kota Pontianak 13 orang, Kabupaten Bengkayang 2 orang, Kabupaten Kayong Utara 3 orang, Kabupaten Mempawah 6 orang, Kabupaten Sambas 2 orang, Kabupaten Sekadau 54 orang dan Kabupaten Melawi 15 orang.

"Kemudian di hari yang sama, ada 73 orang telah dinyatakan sembuh," ungkap Harisson.

Dengan demikian, sejak pandemi Covid-19 terdapat 7.931 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalbar.

Sebanyak 6.901 atau 87,01 persen sembuh dan 46 orang atau 0,58 persen meninggal dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beli Velg Motor Pakai Uang Palsu di Mataram, Pria Asal Lombok Barat Ditangkap

Beli Velg Motor Pakai Uang Palsu di Mataram, Pria Asal Lombok Barat Ditangkap

Regional
Duduk Perkara Korban Penganiayaan Polwan Dilaporkan Balik ke Polisi usai Pelaku Jadi Tersangka

Duduk Perkara Korban Penganiayaan Polwan Dilaporkan Balik ke Polisi usai Pelaku Jadi Tersangka

Regional
BLT Dana Desa di Blora Kembali Disalahgunakan, Polisi Periksa Kepala Desa

BLT Dana Desa di Blora Kembali Disalahgunakan, Polisi Periksa Kepala Desa

Regional
Tim SAR Evakuasi Korban Longsor Tambang Emas di Kotabaru, Butuh 4 Jam Jalan Kaki ke Tengah Hutan

Tim SAR Evakuasi Korban Longsor Tambang Emas di Kotabaru, Butuh 4 Jam Jalan Kaki ke Tengah Hutan

Regional
Dikeroyok Rekan Korban Sesama Ojol, Pelaku Penganiayaan Tewas Dipukul Pakai Helm hingga Diinjak-injak

Dikeroyok Rekan Korban Sesama Ojol, Pelaku Penganiayaan Tewas Dipukul Pakai Helm hingga Diinjak-injak

Regional
Pengamat Dukung Kebijakan Masyarakat Bisa Ajukan BLT Secara Mandiri Lewat Aplikasi

Pengamat Dukung Kebijakan Masyarakat Bisa Ajukan BLT Secara Mandiri Lewat Aplikasi

Regional
Data Tak Update, Penyaluran Bansos di Palembang Tidak Tepat Sasaran

Data Tak Update, Penyaluran Bansos di Palembang Tidak Tepat Sasaran

Regional
Gempa M 4,5 Pasaman Barat, Warga Panik Keluar Rumah, 1 Orang Luka-Luka

Gempa M 4,5 Pasaman Barat, Warga Panik Keluar Rumah, 1 Orang Luka-Luka

Regional
Pembunuhan Ibu dan Anak di Riau, Sang Ibu Baru Seminggu Pulang Umrah

Pembunuhan Ibu dan Anak di Riau, Sang Ibu Baru Seminggu Pulang Umrah

Regional
Pembunuhan di PALI, Pelaku Mengaku Dijual Suami ke Korban

Pembunuhan di PALI, Pelaku Mengaku Dijual Suami ke Korban

Regional
Tabrak Truk di Bundaran GMS Lombok Barat, Pengendara Motor Tewas

Tabrak Truk di Bundaran GMS Lombok Barat, Pengendara Motor Tewas

Regional
BLT Dana Desa Digunakan untuk Bangun Mushala Berbuntut Panjang, Kades di Blora Diperiksa Polisi

BLT Dana Desa Digunakan untuk Bangun Mushala Berbuntut Panjang, Kades di Blora Diperiksa Polisi

Regional
Pembunuhan Ibu dan Anak di Riau, Bermula Lampu Rumah Padam dan Tak Bisa Dihubungi

Pembunuhan Ibu dan Anak di Riau, Bermula Lampu Rumah Padam dan Tak Bisa Dihubungi

Regional
Mesin Bermasalah, KM Sabuk Nusantara 46 Kandas di Perairan Bengkulu

Mesin Bermasalah, KM Sabuk Nusantara 46 Kandas di Perairan Bengkulu

Regional
Kabur Saat Sidang, Terdakwa Kasus KDRT Asal Maluku Utara Ditangkap di Purwokerto Setelah Buron 7 Tahun

Kabur Saat Sidang, Terdakwa Kasus KDRT Asal Maluku Utara Ditangkap di Purwokerto Setelah Buron 7 Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.