Demi Lestarikan Batik Khas Ambarawa, Mahfud Rela Memulung Bungkus Rokok

Kompas.com - 03/05/2021, 16:48 WIB
Proses pembuatan batik patroon Ambarawa di rumah produksi. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANAProses pembuatan batik patroon Ambarawa di rumah produksi.

Pembuatan cap dari bungkus rokok dimulai dari pembuatan pola di kayu yang digunakan sebagai alas dan pegangan.

Kemudian, kertas rokok dipotong dengan ukuran lebar satu sentimeter.

"Untuk panjangnya menyesuaikan. Lalu dilem sesuai motif, dan ditunggu kering. Jika sudah sesuai, maka bisa dimanfaatkan," jelas Mahfud.

Jika dinilai dengan uang, satu cap karya Mahfud seharga kisaran Rp 200.000 hingga Rp 300.000.

"Tapi sekarang malah banyak yang mengatakan kami-kami ini sebagai pemulung bungkus rokok, karena kemana saja kami minta bungkus rokok tersebut untuk dibawa pulang," ungkapnya sembari tertawa.

Baca juga: Batik Garutan Punya Ratusan Corak, Baru Satu Dipatenkan, Itu Pun oleh Warga

Selain murah, cap batik dari bungkus rokok ini bisa dibuat siapa saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Asal punya imajinasi dan pola, tentu bisa dibuat. Karena alatnya juga cuma gunting, pisau pemotong, penggaris, dan lem. Sehingga kalau rusak bisa langsung diperbaiki, kalau tembaga harus diservis khusus," jelas Mahfud.

Meski begitu, lanjutnya, cap batik bungkus rokok ini tidak bisa menyimpan panas terlalu lama, sehingga pemakainya harus memiliki felling yang kuat.

"Kalau tembaga memang lebih konstan menyimpan panas. Tapi soal hasil atau kualitas setelah digunakan ke kain, sama saja. Karena bungkus rokok ini semakin sering dicelup ke malam (bahan pembuat batik), malah semakin kuat dan kaku," paparnya.

Baca juga: Motif Batik Riau Diklaim Pengusaha Bandung, LAM Riau: Kita Tidak Mau Hak Komunal Diakui Pribadi

Komunitas Batik Patroon 1867 Ambarawa saat ini terus melakukan sosialisasi dan kampanye.

"Kami berharap batik ini terus dikenal dan dikenakan masyarakat," kata Mahfud.

Halaman:


25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Mataram Siapkan Bantuan JPS

PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Mataram Siapkan Bantuan JPS

Regional
Klaim Angka Covid-19 Terus Turun, Gibran Optimistis Solo Masuk Level 3 dalam Sepekan

Klaim Angka Covid-19 Terus Turun, Gibran Optimistis Solo Masuk Level 3 dalam Sepekan

Regional
Cerita 2 Pelajar di Malang Jadi Relawan Covid-19, Berawal dari Rasa Prihatin Kasus Corona Meningkat

Cerita 2 Pelajar di Malang Jadi Relawan Covid-19, Berawal dari Rasa Prihatin Kasus Corona Meningkat

Regional
8 Bulan Insentif Nakes di Maluku Tengah Belum Dibayar, Ketua DPRD: Mereka Bertaruh Nyawa...

8 Bulan Insentif Nakes di Maluku Tengah Belum Dibayar, Ketua DPRD: Mereka Bertaruh Nyawa...

Regional
45 Tahun Berkarya, PT Timah Diminta Lebih Ramah Lingkungan dan Berpihak ke Rakyat

45 Tahun Berkarya, PT Timah Diminta Lebih Ramah Lingkungan dan Berpihak ke Rakyat

Regional
Buat Status WhatsApp Tuding RSUD Memperjualbelikan Oksigen, Pria di Probolinggo Ditangkap

Buat Status WhatsApp Tuding RSUD Memperjualbelikan Oksigen, Pria di Probolinggo Ditangkap

Regional
Kekurangan Tabung Oksigen, Pemprov Jambi akan Datangkan dari Malaysia

Kekurangan Tabung Oksigen, Pemprov Jambi akan Datangkan dari Malaysia

Regional
Seluruh Ruas Jalan yang Sempat Ditutup di Kota Semarang Dibuka Serentak Selasa Sore

Seluruh Ruas Jalan yang Sempat Ditutup di Kota Semarang Dibuka Serentak Selasa Sore

Regional
Perpanjangan PPKM Level 4 di Medan, Walkot Bobby: Penyekatan Dalam Kota Dikurangi

Perpanjangan PPKM Level 4 di Medan, Walkot Bobby: Penyekatan Dalam Kota Dikurangi

Regional
Cerita Warga Rela Antre Vaksinasi Massal, Berdesakan, hingga Pingsan: Demi Sertifikat Vaksin, agar Bisa ke Luar Kota

Cerita Warga Rela Antre Vaksinasi Massal, Berdesakan, hingga Pingsan: Demi Sertifikat Vaksin, agar Bisa ke Luar Kota

Regional
Penyebaran Covid-19 Belum Terkendali, Ini Daerah Berstatus Zona Merah di Provinsi Lampung

Penyebaran Covid-19 Belum Terkendali, Ini Daerah Berstatus Zona Merah di Provinsi Lampung

Regional
Wali Kota Malang: Vaksin Covid-19 Tersisa 30.000 Dosis, 3 Hari Lagi Habis

Wali Kota Malang: Vaksin Covid-19 Tersisa 30.000 Dosis, 3 Hari Lagi Habis

Regional
Jateng Dapat Jatah 11.000 Vial Vaksin Moderna, Prioritas Hanya untuk Nakes

Jateng Dapat Jatah 11.000 Vial Vaksin Moderna, Prioritas Hanya untuk Nakes

Regional
Realisasi Vaksinasi di Kaltim Baru 17 Persen dari Target 2 Juta Penerima, Sekprov: Vaksin Kurang

Realisasi Vaksinasi di Kaltim Baru 17 Persen dari Target 2 Juta Penerima, Sekprov: Vaksin Kurang

Regional
Satgas Covid-19 Maluku Khawatir Muncul Klaster Baru akibat Pemakaman Bupati Yasin Payapo

Satgas Covid-19 Maluku Khawatir Muncul Klaster Baru akibat Pemakaman Bupati Yasin Payapo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X