Wanita Pengirim Sate Beracun Diduga Introvert, Ini Penjelasan Polisi

Kompas.com - 03/05/2021, 15:27 WIB
Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOTersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021)

KOMPAS.com - Sate takjil beracun milik wanita berinisial NA (26), warga Majalengka, Jawa Barat, menelan korban jiwa seorang bocah berusia 10 tahun di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menurut polisi, NA telah ditangkap pada Jumat (30/4/2021) di rumahnya di Potorono, Banguntapan, Bantul, DIY.

Namun, Direskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria, mengatakan, petugas kesulitan menggali keterangan terduga pelaku NA karena diduga berkepribadian introvert.

Baca juga: 4 Fakta Penangkapan Wanita Pengirim Sate Ayam Beracun, Racun Sianida Dibeli Online dan Diduga Sakit Hati

"Ini introvert banget tidak semudah yang anda bayangkan. Awalnya saya mengira sesimpel itu tapi agak tertutup ini," kata Burkan, Senin (3/5/2021).

Seperti diketahui, terduga pelaku NA diduga menaburi sate ayam dengan racun kalsium sianid atau KCn jenis padat yang dibeli secara online.

Menurut Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono di Mapolres Bantul, Senin (3/5/2021), racun yang dibeli NA sebanyak 250 gram.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"250 gram harganya Rp 224.000," kata di Mapolres Bantul, Senin (3/5/).

 

Kecurigaan polisi

Dir Reskrimmum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satriya (Baju Putih) dan tersangka NA (belakang) di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021)KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Dir Reskrimmum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satriya (Baju Putih) dan tersangka NA (belakang) di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021)

Burkan menjelaskan, setelah mendalami keterangan Bandiman, ayah korban meninggal.

Saat itu polisi melacak lokasi NA membeli sate. Salah satu petunjuk yang diperoleh polisi adalah bentuk lontong yang berbeda dari biasanya.

Menurut keterangan wanita yang bekerja di sektor swasta itu, sate lontong dibeli dari penjual di kawasan Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

"Uniknya kalau lontong biasanya bungkus utuh ini seperti lupis pakai daun," kata Burkan.

Selain itu, aparat kepolisian mengaku dibantu dengan kejelian saksi Bandiman, ayah korban meninggal, yang jeli menyampaikan keterangan terkait ciri-ciri NA.

Lalu, hal itu diperkuat dengan rekaman beberapa CCTV yang diambil dari titik.

Baca juga: Nani Apriliani, Pengirim Sate Maut di Bantul Pesan Racun Kalium Sianida 250 Gram


Diduga sakit hati

Terkait motif terduga pelaku NA, polisi menduga sakit hati lantaran mantan kekasihnya beriisial T menikah dengan orang lain.

Namun demikian, untuk motif dan kronologi masih akan terus didalami aparat kepolisian.

"Pernah berhubungan dulu sebelum nikah. Target T sedang kita dalami. (Profesi target) Pegawai negeri," kata Burkan.

(Penulis: Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono | Editor: Khairina)

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 3 di Ambon Diperpanjang, Sejumlah Kegiatan Ini Masih Dilarang

PPKM Level 3 di Ambon Diperpanjang, Sejumlah Kegiatan Ini Masih Dilarang

Regional
Seluruh ASN di Pekanbaru Sumbang Sebagian Gaji untuk Bantu Penanganan Covid-19

Seluruh ASN di Pekanbaru Sumbang Sebagian Gaji untuk Bantu Penanganan Covid-19

Regional
Muncul 2 Titik Api di Lereng Barat Gunung Merapi

Muncul 2 Titik Api di Lereng Barat Gunung Merapi

Regional
Banyak Vaksinator Kelelahan, Begini Strategi Pemkab Karawang

Banyak Vaksinator Kelelahan, Begini Strategi Pemkab Karawang

Regional
'Kalau Kritik Dibalas Penjara, Ini Bahaya bagi Demokrasi'

"Kalau Kritik Dibalas Penjara, Ini Bahaya bagi Demokrasi"

Regional
Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun, Akan Digunakan untuk Apa?

Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun, Akan Digunakan untuk Apa?

Regional
Soal Penangkapan Aktivis HMI, Kuasa Hukum: Ada Upaya Pembungkaman Demokrasi

Soal Penangkapan Aktivis HMI, Kuasa Hukum: Ada Upaya Pembungkaman Demokrasi

Regional
Gempa M 6,5 di Tojo Una-una, BMKG Minta Warga Jauhi Pantai

Gempa M 6,5 di Tojo Una-una, BMKG Minta Warga Jauhi Pantai

Regional
PPKM Level 4 Kota Blitar Diperpanjang, Polisi Kaji Sistem Ganjil Genap untuk Tekan Mobilitas Warga

PPKM Level 4 Kota Blitar Diperpanjang, Polisi Kaji Sistem Ganjil Genap untuk Tekan Mobilitas Warga

Regional
23 Rumah Sehat di Jombang Siap Tampung Pasien Covid-19 Bergejala Ringan

23 Rumah Sehat di Jombang Siap Tampung Pasien Covid-19 Bergejala Ringan

Regional
Daftar 23 Tempat Isolasi Mandiri Terpusat di Kabupaten Jombang

Daftar 23 Tempat Isolasi Mandiri Terpusat di Kabupaten Jombang

Regional
Siapa Akidi Tio, Pengusaha Aceh Penyumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel Terdampak Pandemi

Siapa Akidi Tio, Pengusaha Aceh Penyumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel Terdampak Pandemi

Regional
Diguncang Gempa M 6,5, Listrik di Tojo Una-una Sulteng Padam

Diguncang Gempa M 6,5, Listrik di Tojo Una-una Sulteng Padam

Regional
Gedung Korpri Lamongan Disiapkan sebagai Tempat Isolasi Mandiri Terpusat

Gedung Korpri Lamongan Disiapkan sebagai Tempat Isolasi Mandiri Terpusat

Regional
Cerita Dokter, Ditelepon Keluarga Akidi Tio untuk Sumbang Rp 2 Triliun

Cerita Dokter, Ditelepon Keluarga Akidi Tio untuk Sumbang Rp 2 Triliun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X