Penampakan Desa Purba di Jember, Ada Ratusan Batuan Zaman Megalitikum

Kompas.com - 03/05/2021, 08:48 WIB

KOMPAS.com - Batu dari zaman megalitikum tersebar di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Jember, Jawa Timur, mulai dari areal persawahan, rumah warga hingga halaman kantor desa.

Mulanya, batu ini dibiarkan begitu saja oleh masyarakat sekitar, lantaran tak ada yang tertarik mencurinya.

Namun, perlahan banyak batu yang memiliki nilai sejarah ini hilang.

Masyarakat lalu mulai menyelamatkan benda bersejarah itu. Terdapat dua situs sebagai tempat menyelamatkan benda bersejarah tersebut, Situs Duplang dan Situs Klanceng.

Di dalamnya terdapat batu kenong, kubur batu, hingga batu menhir.

Baca juga: Ada Desa Purba di Jember, Tempat Ratusan Batu Zaman Megalitikum Terpendam

“Tahun 2000 lalu, batu-batu itu dikumpulkan dijadikan satu, jadi Situs Klanceng,” kata Wahyudi, juru pelihara Situs Klenceng pada Kompas.com, Minggu (2/5/2021).

Batu tersebut ditempatkan di lahan pekarangan milik Wahyudi, sehingga dia selalu merawat dan membersihkan tempat tersebut.

Batu tersebut disusun dengan rapi dan kerap menjadi referensi para pelajar untuk belajar sejarah dan melakukan penelitian.

Situs Klanceng memiliki 59 batu kenong dengan satu tonjolan dan dua tonjolan, yang ditemukan di areal persawahan, pinggir sungai hinggga pemukiman warga Desa Kamal.

Batu kenong yang berukuran kecil dan tidak terlalu berat dipindahkan di lokasi situs. Sedangkan yang cukup besar, dibiarkan tetap ada di sekitar rumah warga.

“Ini Cuma sebagian kecil yang diamankan, di sawah dan pekarangan warga masih banyak,” kata dia.

 

Lambang batu purbakala

Batu kenong yang ada di situs Duplang di Desa Kamal Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember Kompas.com/Bagus Supriadi Batu kenong yang ada di situs Duplang di Desa Kamal Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember

Batu kenong, kata dia, merupakan lambang bentuk persembahan kepada arwah nenek moyang dan menjadi alat pemujaan. Diperkirakan batu ini dibuat pada sekitar 4 Masehi.

Tonjolan pada batu ini memiliki arti tersendiri. Untuk batu dengan satu tonjolan mengindikasikan sebagai tanda tempat penguburan.

Sedangkan batu kenong dengan dua tonjolan sebagai alas bangunan rumah dari kayu.

Sekitar 2,6 kilometer dari Situs Klanceng, merupakan lokasi Situs Duplang di Dusun Duplang, Desa Kamal.

Lokasinya berada di pinggir jalan area lahan pertanian masyarakat.

Situs ini memiliki lebih banyak batu megalitikum berupa satu kubur batu, tujuh batu kenong dan dua batu menhir atau tugu batu.

Kubur batu merupakan peti mayat dari batu, empat sisinya berdinding papan batu. 

Dalam tempat pemakaman mayat ini terdapat jenazah yang disimpan dalam keadaan terbaring dengan posisi kepala ke arah tempat yang lebih tinggi. Batu itu dibuat sekitar 3.000 tahun lalu.

Baca juga: 2.200 TKI yang Tiba di Surabaya Dikarantina, 22 Positif Covid-19

 

Sedangkan batu menhir merupakan tugu batu yang didirikan sebagai tanda peringatan yang melambangkan arwah nenek moyang dan menjadi tempat pemujaan. Batu ini dibuat sekitar 2.000 tahun yang lalu.

“Batu ini memang asli di sini semua, kecuali yang di luar pagar, itu barang sitaan saya dari luar,” kata juru pelihara situs Duplang, Abdul Rahman, yang telah memelihara situs tersebut sejak 1987.

 

Abdul Rahman, juru pelihara situs duplang saat menjelaskan peta sebaran batu bersejarah di Desa Kamal Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember BAGUS SUPRIADI/KOMPAS.COM Abdul Rahman, juru pelihara situs duplang saat menjelaskan peta sebaran batu bersejarah di Desa Kamal Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember

Awalnya, batu kenong tersebut telantar dan tidak tertata. Namun dia merapikan batu tersebut hingga diberikan pagar pada tahun 1996.

Rahman mengklaim, jumlah batu megalitikum di Desa Kamal mencapai ribuan.

Namun, ada yang terpendam dan berserakan di berbagai tempat, seperti di pingir sungai, tengah sawah, dan lainnya.

“Jumlahnya bisa mencapai ribuan kalau dikumpulkan,” sebut Abdul Rahman.

Baca juga: Misteri Pembantaian 8 Ekor Anjing di Pacitan, Polisi Usut Modusnya

Ia meneruskan leluhurnya merawat situs tersebut.

Pesan kakeknya yang dia ingat agar batu tersebut dijaga dan tidak dirusak, sebab batu itu merupakan peninggalan jaman purba.

“Supaya anak cucu kita tahu kalau di sini ada peninggalan zaman purba,” ucap dia.

(PENULIS: BAGUS SUPRIADI | EDITOR: TEUKU MUHAMMAD VALDY ARIEF)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Biawak Liar Masuk ke Rumah Warga, Damkar Turun Tangan

Biawak Liar Masuk ke Rumah Warga, Damkar Turun Tangan

Regional
Puluhan Keluarga Jemaah Haji Menangis Haru Sambut Kepulangan Mereka di Pendapa Purworejo

Puluhan Keluarga Jemaah Haji Menangis Haru Sambut Kepulangan Mereka di Pendapa Purworejo

Regional
Diharuskan Bayar Uang Komite, Ijazah Sejumlah Lulusan SMK di Minahasa Utara Ditahan

Diharuskan Bayar Uang Komite, Ijazah Sejumlah Lulusan SMK di Minahasa Utara Ditahan

Regional
'Sekolah Kami Ingin Tenang Belajar, Kami Sudah Berbaikan'

"Sekolah Kami Ingin Tenang Belajar, Kami Sudah Berbaikan"

Regional
Kisah Samuel Hutabarat, Ayah Brigadir J, Hampir Menyerah Mencari Keadilan untuk Anaknya

Kisah Samuel Hutabarat, Ayah Brigadir J, Hampir Menyerah Mencari Keadilan untuk Anaknya

Regional
Pukul Polisi Pakai Kursi di Pesta, Pria Asal Belu Ditangkap Saat Pelatihan Satpam

Pukul Polisi Pakai Kursi di Pesta, Pria Asal Belu Ditangkap Saat Pelatihan Satpam

Regional
Konser Dream Theater di Solo Sukses Pikat Ribuan Penonton

Konser Dream Theater di Solo Sukses Pikat Ribuan Penonton

Regional
Fakta Suami Istri di Bali Jual Video Porno di Telegram dan Twitter, Ada 20 Konten hingga Punya 68.900 'Followers'

Fakta Suami Istri di Bali Jual Video Porno di Telegram dan Twitter, Ada 20 Konten hingga Punya 68.900 "Followers"

Regional
Kabur Setelah Jadi Tersangka Korupsi, Bendahara Dinas Kesehatan Rote Ndao Ditahan

Kabur Setelah Jadi Tersangka Korupsi, Bendahara Dinas Kesehatan Rote Ndao Ditahan

Regional
Usai Nonton Konser Dream Theater, Gibran Rakabuming 'Ngelawak'

Usai Nonton Konser Dream Theater, Gibran Rakabuming "Ngelawak"

Regional
Bergaya 'Nyentrik', Muhaimin Iskandar Datangi Konser Dream Theater di Solo

Bergaya "Nyentrik", Muhaimin Iskandar Datangi Konser Dream Theater di Solo

Regional
Menteri BUMN Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi PT ITDC

Menteri BUMN Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi PT ITDC

Regional
Pantai Sari Ringgung: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Pantai Sari Ringgung: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Regional
Saat Keluarga Brigadir J Maafkan Bharada E, Samuel: Proses Hukum Tentu Berjalan

Saat Keluarga Brigadir J Maafkan Bharada E, Samuel: Proses Hukum Tentu Berjalan

Regional
Prakiraan Cuaca di Palembang Hari Ini, 11 Agustus 2022: Pagi Berawan, Sore Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca di Palembang Hari Ini, 11 Agustus 2022: Pagi Berawan, Sore Hujan Sedang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.