Baru Pulang dari Singapura, 2 Pekerja Migran Asal Blitar Ternyata Positif Covid-19

Kompas.com - 02/05/2021, 17:13 WIB
Seorang PMI yang baru pulang dari negara tempanya bekerja dijemput Satgas Covid-19 dan polisi di rumahnya di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Senin (26/4/2021) KOMPAS.COM/ASIP HASANISeorang PMI yang baru pulang dari negara tempanya bekerja dijemput Satgas Covid-19 dan polisi di rumahnya di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Senin (26/4/2021)

BLITAR, KOMPAS.com - Dua orang perempuan pekerja migran (PMI) asal Kabupaten Blitar yang pulang karena habis kontrak kerjanya terkonfirmasi positif Covid-19.

Mereka adalah dua dari ratusan PMI asal Kabupaten Blitar yang habis kontrak kerjanya pada April ini dan telanjur pulang ke rumah masing-masing tanpa proses skrining Covid-19.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Blitar Eko Wahyudi membenarkan adanya dua orang PMI asal Kabupaten Blitar yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalani tes dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

"Data yang kami dapat dua orang PMI yang positif Covid-19. Saat ini mereka isolasi di (rumah isolasi) LEC di Kecamatan Garum," ujar Eko saat dikonfirmasi Kompas.com melalui saluran WhatsApp, Minggu (2/5/2021).

Baca juga: Jelang Lebaran, Wisata Ziarah Makam Bung Karno di Blitar Dibuka

Terlanjur pulang ke rumah

Eko menggatakan keduanya adalah PMI yang baru pulang dari Singapura dan terlanjur pulang ke rumah masing-masing di Kecamatan Wonotirto.

Menurutnya, saat berangkat dari Singapura mereka negatif Covid-19 melalui skrining pada prosedur sebelum keberangkatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dua orang tersebut merupakan sebagian dari  sekitar 14.000 PMI asal Jawa Timur yang habis kontrak kerjanya pada April dan Mei, menurut Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Penanganan terkait pencegahan penyebaran Covid-19 dari gelombang kepulangan PMI ini baru mendapatkan kejelasan pada akhir April lalu.

Baca juga: Pulang ke Gresik, Pekerja Migran Dikarantina 3 Hari di Stadion Gelora Joko Samudro

Seharusnya karantina dulu di bandara

Pada Senin (26/4/2021), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menetapkan, PMI harus menjalani karantina di Surabaya selama dua hari setelah turun dari pesawat di Bandara Juanda.

Selanjutnya, mereka harus menjalani tes Covid-19 sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing di kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Namun jika terkonfirmasi positif Covid-19, mereka harus melanjutkan karantina atau menjalani perawatan hingga sembuh.

Masalahnya, sebelum adanya ketetapan dari Satgas Covid-19 tingkat provinsi, telah banyak PMI yang pulang dari negara tempat mereka bekerja tanpa melalui skrining pencegahan penularan Covid-19 dan langsung pulang ke rumah masing-masing.

 

Dijemput untuk diisolasi

Berdasarkan catatan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Blitar, dari awal April hingga Sabtu (24/4/2021) terdapat 197 PMI yang pulang dan telanjur pulang ke rumah mereka masing-masing.

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, mulai Senin (26/4/2021), Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan berusaha menemukan ratusan PMI yang telah telanjur pulang ke rumah mereka.

Namun, hingga hari ini, Minggu (2/5/2021), polisi dan Satgas Covid-19 di wilayah hukum Polres Blitar baru menemukan 57 PMI untuk dites Covid-19 dan diantar ke rumah isolasi.

Leo mengatakan, setelah adanya ketetapan dari Satgas Covid-19 Jawa Timur pada Senin (26/4/2021) Polres Blitar terlibat pada penjemputan 20 PMI dari Surabaya.

Mereka akan menjalani sisa masa karantina di Blitar selama 3 hari karena telah menjalani karantina di Surabaya selama 2 hari, ujar Leo Kompas.com.

"Hari ini masuk lagi 26 PMI ke wilayah hukum Polres Blitar di Kabupaten Blitar," ujar Leo.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Blitar Haris Susianto mengatakan, hingga Jumat (30/4/2021) tercatat 262 PMI asal Kabupaten Blitar yang telah pulang.

Jawa Timur adalah provinsi pengirim PMI terbesar di Indonesia dimana Kabupaten Blitar menjadi kabupaten pengirim PMI terbesar kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Ponorogo.

Sementara itu, kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Blitar cukup mengkhawatirkan selama beberapa bulan terakhir.

Hingga Minggu (2/5/2021), angka kumulatif kasus Covid-19 Kabupaten Blitar sebanyak 5.310 dan merupakan daerah dengan jumlah kasus terbanyak di posisi ke-7 di Jawa Timur.

Tingkat kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Blitar juga cukup tinggi yaitu 10,47 persen atau 556 kematian. *

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Pemuda di Lombok Nikahi 2 Perempuan Sekaligus, Istri Pertama: Saya Bisa Apa, Namanya Takdir

Viral, Pemuda di Lombok Nikahi 2 Perempuan Sekaligus, Istri Pertama: Saya Bisa Apa, Namanya Takdir

Regional
Pemuda di Lombok Ini Nikahi 2 Perempuan Sekaligus, Begini Kisahnya

Pemuda di Lombok Ini Nikahi 2 Perempuan Sekaligus, Begini Kisahnya

Regional
Bupati Ade Yasin Ungkap Ketersediaan Stok Vaksin di Kabupaten Bogor Menipis

Bupati Ade Yasin Ungkap Ketersediaan Stok Vaksin di Kabupaten Bogor Menipis

Regional
Cinta Nenek Prapti, Menjaga Sang Adik hingga Renta, Sakit dan Tinggal di Kamar Sempit Berdua

Cinta Nenek Prapti, Menjaga Sang Adik hingga Renta, Sakit dan Tinggal di Kamar Sempit Berdua

Regional
Cerita Andik Ditemukan Tewas dengan Tubuh Mengering di Warung Kosong, Diduga Meninggal Lebih dari 10 Hari

Cerita Andik Ditemukan Tewas dengan Tubuh Mengering di Warung Kosong, Diduga Meninggal Lebih dari 10 Hari

Regional
Terharu, Akhirnya Sukadi Tukang Becak Dapat Bantuan Sosial Tunai: Sejak Ganti RT Dibantu, Alhamdulilah...

Terharu, Akhirnya Sukadi Tukang Becak Dapat Bantuan Sosial Tunai: Sejak Ganti RT Dibantu, Alhamdulilah...

Regional
Ada Antrean Pemakaman Pasien Covid-19 di Sulsel, Jenazah Tak Dikubur hingga Hampir Sehari

Ada Antrean Pemakaman Pasien Covid-19 di Sulsel, Jenazah Tak Dikubur hingga Hampir Sehari

Regional
Di Balik Aksi Sukarela Bejo Semprotkan Disinfektan Gratis, Prihatin Rekan dan Kerabat Meninggal karena Covid-19

Di Balik Aksi Sukarela Bejo Semprotkan Disinfektan Gratis, Prihatin Rekan dan Kerabat Meninggal karena Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] Sosok Akidi Tio, Penyumbang Bantuan Rp 2 Triliun | Viral Video Jenazah Diletakkan di Pinggir Jalan

[POPULER NUSANTARA] Sosok Akidi Tio, Penyumbang Bantuan Rp 2 Triliun | Viral Video Jenazah Diletakkan di Pinggir Jalan

Regional
Terduga Pembunuh Ketua MUI Labura Ditangkap

Terduga Pembunuh Ketua MUI Labura Ditangkap

Regional
2 Oknum TNI AU Lakukan Kekerasan, Danlanud Merauke Pastikan Proses Hukum Berjalan dan Janji Rawat Korban

2 Oknum TNI AU Lakukan Kekerasan, Danlanud Merauke Pastikan Proses Hukum Berjalan dan Janji Rawat Korban

Regional
Cerita Dede, Susah Cari Penumpang Angkutan Umum Sejak PPKM, Kini Gunakan Pinjaman demi Bertahan Hidup

Cerita Dede, Susah Cari Penumpang Angkutan Umum Sejak PPKM, Kini Gunakan Pinjaman demi Bertahan Hidup

Regional
Gempa M 5,2 Guncang Pacitan, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,2 Guncang Pacitan, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Masuk Zona Merah, Pemkab Ketapang Diminta Tambah Tempat Tidur RS

Masuk Zona Merah, Pemkab Ketapang Diminta Tambah Tempat Tidur RS

Regional
Ketakutan Diisolasi di RS Jadi Sebab Tingginya Kematian akibat Covid-19  di Wonogiri

Ketakutan Diisolasi di RS Jadi Sebab Tingginya Kematian akibat Covid-19 di Wonogiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X