Penjual 2 Anak Orangutan via Bakauheni Ditangkap, Kamar Kontrakannya Jadi Gudang Penyimpanan Satwa

Kompas.com - 02/05/2021, 15:26 WIB
anak Orangutan Sumatra yang penyelundupannya digagalkan di Pelabuhan Bakauheni pekan lalu. Polisi menangkap EDP (30) warga Medan yang menjadi penjual satwa dilindungi tersebut. (FOTO: Dok. Karantina Pertanian Lampung). KOMPAS.COM/TRI PURNA JAYAanak Orangutan Sumatra yang penyelundupannya digagalkan di Pelabuhan Bakauheni pekan lalu. Polisi menangkap EDP (30) warga Medan yang menjadi penjual satwa dilindungi tersebut. (FOTO: Dok. Karantina Pertanian Lampung).

LAMPUNG, KOMPAS.comPenjual anak Orangutan Sumatra (Pongo abelli) yang pengirimannya digagalkan di Pelabuhan Bakauheni ditangkap aparat gabungan di Medan, Sumatera Utara.

Penyelundupan dua anak Orangutan itu terbongkar pada Senin (26/4/2021) malam di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Dua anak Orangutan ini rencananya akan dikirim ke Tangerang.

Kapolres Lampung Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Zaky Alkazar Nasution mengatakan, pelaku pengiriman dua satwa yang dilindungi itu berinsial EDP (30) warga Kota Medan.

EDP yang menjual dua anak orangutan berusia 1 tahun itu ditangkap di area parkir Bank Mega, Kota Medan pada Jumat (30/4/2021) sekitar pukul 12.00 waktu setempat.

“Dari hasil pengembangan kasus, diketahui pelaku berada di Medan. Pelaku ini adalah penjual dua anak orangutan yang kemarin penyelundupannya digagalkan di Pelabuhan Bakauheni,” kata Zaky saat dihubungi, Minggu (2/5/2021).

Baca juga: Derita 2 Anak Orangutan, Disembunyikan Dalam Keranjang Buah di Bagasi Bus 

Setelah menangkap pelaku EDP, petugas kepolisian kemudian melakukan pengembangan dengan mendatangi rumah kontrakan pelaku yang berada di Jalan Coklat, LK V, Desa Suka Ramai, Kecamatan Binjai Barat, Kota Medan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Zaky, ternyata rumah kontrakan pelaku digunakan sebagai gudang penyimpanan satwa-satwa lain.

“Dari hasil pengembangan, ditemukan fakta lapangan dimana kontrakan tersangka dijadikan sebagai gudang penyimpanan satwa-satwa lainnya,” kata Zaky.

Baca juga: Dua Orangutan Sumatera Pulang Kampung, Setelah Diserahkan Pemeliharanya di Semarang 

Di rumah kontrakan itu, petugas menyita puluhan satwa yang diduga diperjualbelikan yakni, kadal Soa kecil (18 ekor), kadal Soa besar (2 ekor), Biawak Air (5 ekor), ular Phyton (2 ekor), Kadal Sabon (3 ekor), dan 3 ekor Kura-kura Kaki Gajah.

Saat ini, barang bukti dan pelaku masih diamankan di Mapolres Lampung Selatan.

Zaky menambahkan, pelaku dipersangkakan dengan Pasal 21 ayat (2) huruf a Jo Pasal 40 ayat (2) UU RI No. 5 Tahun 1990 tentang KSDAE dan atau Pasal 88 huruf a dan c UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kreativitas Lurah di Kediri Tangani Covid-19, Bangun Kesadaran Masyarakat dengan Lomba Berhadiah

Kreativitas Lurah di Kediri Tangani Covid-19, Bangun Kesadaran Masyarakat dengan Lomba Berhadiah

Regional
Duduk Perkara Polsek Nimboran Dibakar Massa, Berawal dari Anggota Polisi Lumpuhkan Pelaku Pemalakan

Duduk Perkara Polsek Nimboran Dibakar Massa, Berawal dari Anggota Polisi Lumpuhkan Pelaku Pemalakan

Regional
Divideo Call Menteri, Penjual Cilok: Saya Sangat Terharu dan Bahagia

Divideo Call Menteri, Penjual Cilok: Saya Sangat Terharu dan Bahagia

Regional
Pita Hitam Tersemat di Lengan Kanan Saat Melepas Sang Pejuang Garda Terdepan

Pita Hitam Tersemat di Lengan Kanan Saat Melepas Sang Pejuang Garda Terdepan

Regional
Terkejut Anaknya Gigit Wafer Pemberian Bercampur Potongan Silet, Orangtua Lapor Polisi

Terkejut Anaknya Gigit Wafer Pemberian Bercampur Potongan Silet, Orangtua Lapor Polisi

Regional
Polemik Sumbangan Rp 2 Triliun dari Anak Akidi Tio hingga Polisi Beda Pernyataan

Polemik Sumbangan Rp 2 Triliun dari Anak Akidi Tio hingga Polisi Beda Pernyataan

Regional
Sekolah yang Nekat Gelar Tatap Muka Akan Dibubarkan dan Diberi Sanksi

Sekolah yang Nekat Gelar Tatap Muka Akan Dibubarkan dan Diberi Sanksi

Regional
Masuk ke Indonesia Melalui 'Jalur Tikus', Warga Timor Leste Diamankan

Masuk ke Indonesia Melalui "Jalur Tikus", Warga Timor Leste Diamankan

Regional
Jaya di Olimpiade, Greysia/Apriyani Dapat Hadiah di Kampung Halamannya

Jaya di Olimpiade, Greysia/Apriyani Dapat Hadiah di Kampung Halamannya

Regional
Pembunuh Plt Kepala BPBD Merangin Terancam Hukuman Seumur Hidup

Pembunuh Plt Kepala BPBD Merangin Terancam Hukuman Seumur Hidup

Regional
Sosok Apriyani Rahayu di Mata Teman Sesama Atlet Bulu Tangkis Sultra

Sosok Apriyani Rahayu di Mata Teman Sesama Atlet Bulu Tangkis Sultra

Regional
Didenda Rp 10 Juta Usai Warungnya Jadi Lokasi Pernikahan, Dendik: Kalau Tidak Kuat Bayar, Saya Dikurung Saja

Didenda Rp 10 Juta Usai Warungnya Jadi Lokasi Pernikahan, Dendik: Kalau Tidak Kuat Bayar, Saya Dikurung Saja

Regional
Rumah Kalapas Kotapinang Dibakar oleh Napi dan Pegawainya Sendiri

Rumah Kalapas Kotapinang Dibakar oleh Napi dan Pegawainya Sendiri

Regional
Baru Dilantik, 36 Pejabat Pemkot Solo Diminta Rajin Blusukan dan Aktif di Medsos

Baru Dilantik, 36 Pejabat Pemkot Solo Diminta Rajin Blusukan dan Aktif di Medsos

Regional
Bukan Tersangka, Anak dan Menantu Akidi Tio Hanya Wajib Lapor

Bukan Tersangka, Anak dan Menantu Akidi Tio Hanya Wajib Lapor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X